Pahlawan Di Dunia Lain

Pahlawan Di Dunia Lain
DI BALIK BANGKITNYA AMARAH HYAKIMARU


__ADS_3

"Tolong, kalian boleh membunuhku, tapi kumohon, jangan bunuh anakku!" kata ibu Hyakimaru sembari merentangkan kedua tangannya di depan Hyakimaru, dengan tujuan agar anaknya tidak mati terlebih dahulu darinya.


Namun, prajurit itu tak menghiraukannya, ia langsung menebaskan pedangnya ke leher ibu Hyakimaru.


Sangat mengerikan jika dibayangkan! Kepala ibu Hyakimaru terlepas dari tempatnya karena tebasan pedang prajurit itu menebas lehernya. Darah dari leher sang ibu langsung muncrat hingga mengenai wajah dan baju Hyakimaru tentunya.


"Mamaaaaaaaaaaa!" Hyakimaru langsung menjerit sembari menangis histeris melihat kejadian itu tepat di depan matanya sendiri.


...-...


...-...


...-...


...-...


Secara tiba-tiba saja ... Hyakimaru berada di tempat yang seluruhnya gelap. Anak sepuluh tahun ini tak melihat apa-apa di area gelap ini, sampai ia memutar-mutarkan badannya hingga ke segala arah, namun yang ia lihat semuanya terlihat gelap gulita.


"Di mana ini? Apakah aku sudah mati?" Hyakimaru bertanya entah pada siapa, ia juga berharap ada seseorang yang akan menjawab pertanyaannya.

__ADS_1


Baru saja ia berharap, tiba-tiba saja indera pendengarannya menangkap suara misterius, dan suara yang didengarnya itu mirip seperti suara seorang wanita. Suara itu menggema seperti di dalam sebuah ruangan yang hampa.


"Hyakimaru ... janganlah sedih dan janganlah bingung! Aku akan memberimu kekuatan untuk membalaskan dendam atas kematian ibumu," kata sosok misterius itu, tapi Hyakimaru tak melihat wujudnya. Bisa dibilang, itu adalah sebuah suara tanpa rupa, dan juga, ini dikarenakan seluruh yang ada di sekitar Hyakimaru terlihat gelap gulita.


"Siapa kamu? Dan kenapa ... kenapa tempat ini gelap sekali? Sebenarnya sekarang ini aku di mana?" Hyakimaru langsung menyahut ucapan suara tanpa rupa itu dengan pertanyaan.


"Ini adalah alam bawah sadarmu, dan anggp saja, kalau aku ini adalah dewi penyelamtmu," jawab sosok misterius itu.


"Dewi penyelamat?"


"Ya, itu benar. Karena aku akan memberimu kekuatan. Setelah kamu sadar dari alam bawah sadarmu ini, maka kamu akan membawa sebuah kekuatan yang kuberikan untuk membalaskan dendam atas kematian ibumu." Sosok misterius itu menjelaskan maksud dari kekuatan yang akan ia berikan pada Hyakimaru. "Bangkitlah dan bunuhlah prajurit iblis itu, Hyakimaru!"


Setelah sosok misteriu mengatakan itu, Hyakimaru merasa ada sebuah energi besar yang masuk ke dalam tubuhnya. Sepertinya, kekuatan itu asalnya dari sosok misterius tersebut.


"Sekarang, aku juga akan membunuhmu, bocah kecil!"


Mendengar suara itu, Hyakimaru pun langsung menoleh ke arah sumber suara sembari menggertakkan giginya. Ternyata, itu adalah suara prajurit yang membunuh ibunya dengan sadis tadi, dan prajurit itu berniat akan mengakhiri hidupnya.


"Aku akan membalaskan kematian ibuku! Akan kubasmi kalian semua!" kata Hyakimaru sembari melotot ke arah para prajurit yang sedang berada di depannya, dan ia juga mengepalkan tangannya kuat-kuat. Sekarang ia sudah tidak merasa takut lagi. Akan tetapi, sekarang ini telah tumbuh amarah yang meledak-ledak dalam jiwanya yang terdalam.

__ADS_1


Prajurit itu tak menghiraukan ucapan dari Hyakimaru dan langsung menebaskan pedangnya ke arah bocah sepuluh tahun itu tanpa rasa belas kasihan sedikit pun p.


Namun, Hyakimaru langsung menepis pedang prajurit itu dengan menggunakan tangan kirinyanya, dan kemudian ia langsung menusukkan tangan kanannya ke dada prajurit tersebut.


Sangat mengejutkan!


Berkat kekuatan yang diberikan oleh sosok misterius itu, dada prajurit iblis itu tembus hanya dengan tublesan tangan seorang anak kecil sepuluh tahun ini. Ya! Sekarang Hyakimaru sangatlah tangguh dan kuat sekali.


Prajurit lain yang menyaksikan kawan prajuritnya dibunuh oleh Hyakimaru dengan cara seperti itu, mereka semua kesulitauan menelan ludahnya sendiri hingga keringat dingin keluar dari pelipisnya. Sekarang giliran prajurit itu yang ketakutan akan keganasan seorang Hyakimaru.


"Seperti yang kukatakan tadi, akan kubasmi kalian semuaaaaaa!" Hyakimaru langsung menarik tangan kanannya dari tubuh prajurit yang ditublesnya itu dan kemudian melesat ke arah prajurit yang lainnya.


Dalam hitungan detik, ia mencabik-cabik tubuh para prajurit itu dengan tangan kosong tanpa senjata. Namun, walaupun hanya dengan tangan kosong saja, hal itu bisa membuat seluruh anggota tubuh prajurit itu terpisah-pisah, seperti: kepala, tangan, kaki dan lainnya.


Amarah yang meledak-ledak dalam jiwa Hyakimaru atas kematian ibunya, membuat bocah sepuluh tahun itu bagaikan seekor singa yang kelaparan. Karena, ia sudah tidak punya siapa-siapa lagi selain ibunya, karena ayahnya telah meninggal semenjak ia masih berusia lima tahun.


Di saat sedang brutal-brutalnya mencincang-cincang tubuh para prajurit, tiba-tiba saja sebuah anak panah melesat dengan kecepatan tinggi hingga mengenai dan menancap di mata kanan Hyakimaru.


"Aaaaaaaaakkkhh!" Hyakimaru merintih kesakitan sembari memegangi mata kanannya yang terkena anak panah tersebut.

__ADS_1


"Siapa yang berani melakukan ini? Keluar kau! Jangan jadi pengecut!" Hyakimaru menjerit sembari mencabut anak panah yang menancap pada mata kanannya itu. Tentu saja, hal itu terasa sangat menyakitkan.


"Aku adalah malaikat mautmu, Hyakimaru!"


__ADS_2