Pahlawan Di Dunia Lain

Pahlawan Di Dunia Lain
KAMIMOTO HAZUKI


__ADS_3

"Apakah kalian tahu di mana dia?" tanya Hazuki sembari menatap Cika dan Chizu dengan raut wajahnya yang menggambarkan, kalau remaja laki-laki tujuh belas tahun ini sangat ingin tahu keberadaan Sagachi.


"Kalau Sagachi-san, kemarin malam diajak Ken-san pergi ke istana. Tapi, kami tidak tahu di mana keberadaan Furuko-san," jawab Cika. Setahu gadis lima belas tahun ini Sagachi itu pergi ke istana Alcazar Sevilla. Ia tidak tahu, jikalau sebenarnya Sagachi, Furuko, Kenta Ken dan juga Vitaloka sudah pergi berangkat ke tempat raja iblis Totemo Hokori di Kerajaan Zephyra.


"Kalau boleh tau, Hazuki-san memangnya ada urusan apa dengan Sagachi-san?" Kali ini Chizu yang bertanya. Walaupun tadinya Cika yang akan menanyakan soal hal ini, tapi pertanyaannya sudah terwakilkan oleh adiknya terlebih dahulu sebelum ia berkata.


"Tidak ada urusan apa-apa, kok. Aku cuma ingin mengenal lebih dekat, karena waktu di Akademi Barak Sihir itu ia bercerita padaku, kalau ia berasal dari dunia lain. Oleh karena itulah, aku ingin lebih mengenalnya dan juga ingin berteman dengannya," jawab Hazuki menjelaskan maksud kedatangannya ke sini mencari Sagachi.


"Ooh, begitu, ya. Kalau begitu, coba Hazuki-san ke Istana Alcazar Sevilla! Sepertinya, Sagachi-san masih berada di sana." Cika sebenarnya tidak tahu, jikalau sebenarnya Sagachi dan lainnya sudah berangkat ke Kerajaan Zephyra. Ia cuma menebak kalau Sagachi masih di Istana Alcazar Sevilla. Bahkan ia juga tak tahu, kalau Vitaloka dan juga Furuko juga ikut dengan Sagachi. Karena saat mereka berangkat, Cika dan Chizu sedang berada di rumahnya.


"Baiklah, terima kasih informasinya," ucap Hazuki berterima kasih.


"Sama-sama," kata  Cika merespon ucapan Hazuki.


Tanpa berbasa-basi lagi dengan mereka berdua, Hazuki pun langsung pergi dari dari hadapan mereka dengan melesat ke arah selatan bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya—ke tempat lokasi Istana Alcazar Sevilla.


"Cepat sekali!" ujar Cika dan Chizu secara bersamaan. Mereka sangat takjub dengan kecepatan Hazuki yang tiba-tiba saja melesat dengan dari hadapan mereka.


Tentu saja kecepatan Hazuki sangatlah tinggi, karena pria tujuh belas tahun itu adalah seorang petarung ber-Job Assassin. Tak ayal lagi, kalau rata-rata petarung ber-Job Assassin memiliki kecepatan tinggi.


...***...


Di Istana Alcazar Sevilla.

__ADS_1


Kini Hazuki telah sampai di depan gerbang Istana Alcazar Sevilla. Kedua prajurit yang berjaga di gerbang itu pun langsung menyilangkan tombaknya pertanda kalau Hazuki tidak boleh masuk sebelum mendapatkan izin dari sang raja.


"Ada perlu apa Anda datang kemari?" tanya salah satu prajurit penjaga tersebut.


Hazuki pun menjawab, "Saya ingin menemui teman saya, Sagachi. Saya mendapatkan kabar, kalau Sagachi-san sekarang ada di istana ini."


"Sagachi? Orang yang diramalkan akan mengalahkan tujuh raja iblis itu?" tanya prajurit penjaga tersebut. "Ada perlu apa Anda mencarinya? Sekarang dia sudah tidak ada di sini."


"Dia sudah tidak ada di sini? Saya adalah temanya. Dan saya hanya ingin menemuimya saja. Lalu, apa maksudnya orang yang diramalkan akan mengalahkan tujuh raja iblis?" Hazuki bertanya, karena ia baru saja mendengar dari lisan prajurit ini, jikalau Sagachi adalah orang yang diramalkan akan mengalahkan tujuh raja iblis.


"Kalau memang dia sudah tidak ada di sini, lalu di mana sekarang dia berada?" tanya Hazuki kemudian.


Prajurit penjaga itu menjawab, "Dia diberi tugas oleh Yang Mulia untuk pergi ke Kerajaan Zephyra—untuk membasmi raja iblis Totemo Hokori."


Setelah mendengar perkataan dari prajurit ini, Hazuki bergumam dalam hatinya, "Apakah prajurit penjaga ini berkata jujur? Kalau memang prajurit penjaga ini berkata jujur, maka aku akan langsung pergi dari istana. Namun, untuk memastikan prajurit ini berkata jujur atau tidak, aku harus memastikannya terlebih dahulu."


Sebelum mata prajurit penjaga itu berkedip, Hazuki telah melompati tembok besar dan tinggi Istana Alcazar Sevilla. Remaja laki-laki tujuh belas tahun itu memasuki dalam arena istana tanpa melalui gerbang.


"Di mana orang itu? Kenapa tiba-tiba dia menghilang?" tanya prajurit penjaga itu. Ia tidak menyadari meloncatnya Hazuki karena saking cepatnya bagaikan kecepatam lajunya sorot cahaya.


"Entahlah, aku juga tidak tahu. Tiba-tiba saja orang itu hilang dari hadapan kita," kata prajurit penjaga yang satunya merespon prajurit penjaga yang bertanya.


...***...

__ADS_1


"Mienai."


Hazuki menyusup masuk ke Istana Alcazar Sevilla tanpa ada seorang pun yang mengetahui keberadaannya. Itu dikarenakan, remaja laki-laki tujuh belas tahun itu menggunakan skill invisible, sehingga ia tidak bisa dilihat dengan pengelihatan panca indera para prajurit ataupun penghuni Istana Alcazar Sevilla.


Seperti kata kunci yang dikatakan Hazuki 'Mienai'. Kata kunci itu adalah kata kunci skill yang ia gunakan untuk membuat dirinya menjadi invisible(tak terlihat), dan skill ini tentunya hanya dikuasai oleh Assassin tertentu, seperti dirinya.


Hazuki menyusuri hampir seluruh tempat di Istana Alcazar Sevilla, seperti: Ruang Singgasana, Halaman Istana, Arena Pelatihan Tempur, Taman Kerajaan dan tempat-tempat lain di seluruh area Istana Alcazar Sevilla. Namun, ia tidak menemukan keberadaan Sagachi di sini.


Karena setelah menyusuri seluruh area Istana Alcazar Sevilla tapi belum juga menemukan Sagachi, ia pun bergumam dalam hatinya. "Berarti, prajurit penjaga itu berkata jujur, jikalau Sagachi memang benar-benar sudah tidak di istana ini. Itu berarti ... dia benar-benar sedang berangkat menuju ke Kerajaan Zephyra untuk membasmi raja iblis Totemo Hokori."


"Akhgggrrh! Mau bertemu dengannya saja harus sesulit ini," sambungnya dengan masih bergumam dalama hati. Kemudian, remaja laki-laki tujuh belas tahun itu pun memutuskan. "Aku akan menyusulnya. Bukan hanya menyusulnya saja, tapi aku juga akan ikut membantunya mengalahkan raja iblis itu."


Setelah mengambil keputusan itu, Hazuki pun langsung beranjak pergi dari Istana Alcazar Sevilla dengan melesat bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya.


...***...


Di tempat lain.


Sang mentari telah muncul dari tempat persembunyiannya. Hal ini menandakan, jikalau malam telah berganti pagi. Tentu saja, di waktu pagi yang cerah ini membuat sebagian dari sorot cahaya sang mentari berhasil masuk ke dalam goa—tempat Sagachi, Furuko, Vitaloka dan juga Kenta Ken beristirahat.


Sorot cahaya ini sukses membuat mereka terbangun dari tidurnya, karena silaunya cahaya yang masuk melalui sela-sela lubang atap goa itu menerapa wajah mereka yang sedang tidur.


"Aaaah, sudah pagi, ya?" ujar Sagachi sembari merenggangkan otot-ototnya karena baru saja bangun dari tidurnya.

__ADS_1


"Iya, sudah pagi," jawab Kenta Ken dengan santainya sembari duduk di atas batu besar.


"Eh, Furuko, Vita-san!" Sagachi berteriak ketika ia melihat dua gadis itu tubuhnya dililit oleh ular sanca yang ukurannya cukup besar.


__ADS_2