Pahlawan Di Dunia Lain

Pahlawan Di Dunia Lain
HYAKIMARU REVENGER


__ADS_3

"Aku adalah malaikat mautmu, Hyakimaru!" kata seseorang yang memanah mata kanan Hyakimaru.


Mendengar itu, Hyakimaru langsung menoleh ke arah orang itu sembari memegangi mata kanannya yang masih mengeluarkan darah.


"Kurang ajar, kau! Kau tidak akan kuampuni!" Hyakimaru langsung melesat ke arah sosok pemanah itu bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya.


Namun, saat Hyakimaru hendak mencekik sosok pemanah itu, tiba-tiba saja sosok pemanah itu hilang bagaikan seperti hologram yang lenyap.


"Sial! Rupaya kau pengecut!" kata Hyakimaru dengan kesalanya.


"Orang sepertimu jangan harap bisa membunuhku, menyentuhku saja kau tak bisa. Hahahaha!" Walaupun wujudnya tak terlihat, sosok pemanah itu tertawa hingga suaranya menggema di seluruh penjuru di area ini.


"Hyakimaru, gunakan mata batinmu untuk melihatnya!" Tiba-tiba saja suara lain terdengar di telinga Hyakimaru. Ya! Itu adalah suara sosok misterius yang ia temui di alam bawah sadarnya tadi.


"Mata batin?" tanya Hyakimaru.

__ADS_1


"Ya. Pejamkan matamu, dan lihatlah dengan dengan mata batinmu! setelah itu, rasakanlah energi musuh, dengan begitu kau dapat tau keberadaannya," jawab sosok misterius itu.


"Baiklah!" Hyakimaru pun langsung menutup mata kirinya, dan kemudian ia memfokuskan diri untuk melacak sumber energi sosok pemanah itu.


"Bagian utara, sebuah lesatan anak panah sedang melaju dengan kecepatan tinggi ke arahku!" Hyakimaru sontak langsung menghindari anak panah itu ketika ia merasakan energi dari lesatan panah yang tak kasat mata itu.


"Rupanya begitu ya, cara kerjanya. Baiklah, aku mengerti!" Hyakimaru kemudian memejamkan matanya lagi dan memfokuskan ke arah keberadaan energi l?yang tadi ia rasakan.


"Timur." Hyakimaru bergumam lirih, setelah ia menemukan targetnya. "Baiklah, akan kubunuh kau!"


Hyakimaru langsung melesat dengan kecepatan tinggi bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya, ia langsung sampai ke arah targetnya—dan ia langsung mencekik leher sosok pemanah itu.


"Akan kubunuh kau!" Hyakimaru memperkuat cekikikannya, sampai sosok pemanah itu memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Naas, dan sangat mengerikan jika dibayangkan! Hyakimaru benar-benar terlihat sangat buas meski sekarang hanya memiliki satu mata saja. Cengkeramanya yang sangat kuat mencekik leher sosok pemanah itu, membuat leher sosok pemanah itu terputus dan terpisah dari tubuhnya.

__ADS_1


Setelah melakukan itu, Hyakimaru tak merasa puas, tak merasa senang ataupun bahagia. Hatinya yang hancur setelah kehilangan sang ibu tercinta, membuat sosok bocah sepuluh tahun ini menjadi seorang yatim-piatu karena sudah tidak memiliki orang tua lagi. Ia sekarang akan menjalani kehidupan yang hampa tanpa keluarga.


Hyakimaru yang kini sedang menduduki tubuh mayat sosok pemanah itu, kemudian berdiri dan berjalan dengan gontai menuju ke arah rumahnya.


Belum juga sampai di rumahnya, ia mengehentikan langkahnya. Ia merobek sebagian bajunya dan kemudian mengikatkan robekan kain itu di mata kanannya, agar darah dari matanya itu tidak terus menerus mengucur.


Hyakimaru kemudian mendongak ke atas sembari menjerit dengan lantang dan keras. "Raja Iblis Totemo Hokori! Aku tidak akan mati sebelum kau mati! Suatu saat nanti, jika tidak ada yang bisa membunuhmu. Maka ... kau akan mati di tanganku!"


Setelah itu, ia melanjutkan langkahnya menuju ke rumahnya.


________________________


Flash back off


________________________

__ADS_1


"Begitulah ceritanya," kata Hyakimaru setelah selesai bercerita. "Jadi, apakah kalian yang membalasnakan dendamku pada Raja Iblis Totemo Hokori?" tanya Hyakimaru.


"Ya. Kami telah membunuhnya. Oleh karena itulah, kami mencari seseorang yang pantas untuk menjadi pengganti Raja Iblis Totemo Hokori untuk menjadi raja di Istana Kerajaan Zephyra," ujar Kenta Ken. "Jadi ... apakah Anda bersedia untuk menjadi raja di sana?"


__ADS_2