Pahlawan Di Dunia Lain

Pahlawan Di Dunia Lain
MENUNJUKKAN WUJUD ASLINYA


__ADS_3

Sosok misterius itu kemudian berniat untuk untuk menunjukkan wujudnya. Karena sebenarnya ia juga manusia. Kemudia terlihat, cahaya tempat keberadaan sosok misterius itu turun ke bawah. Perlahan-lahan cahaya itu redup.


Tak berselang waktu lama, kemudian tampaklah sosok gadis yang sangat cantik jelita dengan rambut panjang yang tergerai berwarna merah muda setelah cahaya itu redup. Gadis tersbut memiliki kecantikan bak bulan purnama dengan rupa wajah elok serupa rekahan kelopak-kelopak bunga sakura yang tertata rapi pada tangkainya. Ya! Itu adalah wujud asli sosok misterius itu yang datangnya dari tempat cahaya yang tadinya telah meredup.


Sagachi dan teman satu tim-nya tak berkedip sedikit pun saat melihatnya. Selama hidupnya, mereka tidak pernah melihat wanita secantik sosok misterius itu.


"Cantiknya!" Sagachi dan Hazuki bergumam secara bersamaan sembari memandangi wujud asli sosok misterius itu.


"Jadi, inikah wujud asli sosok misterius yang dulu menolongku?" kata Hyakimaru menanggapi, ketika melihat wujud asli sosok misterius itu.


Sosok misterius yang telah menunjukkan wujud aslinya itu kemudian melangkah mendekati Sagachi dan teman satu tim-nya. Setelah jarak antara kedua belah pihak tengah sekitar dua meter, sosok misterius itu berkata di depan Sagachi. "Sagachi, apakah kau dan Furuko ingin sekali segera pulang ke dunia asalmu?" tanyanya. Kini suaranya sudah terdengar seperti orang yang bicara pada umumnya, tak seperti tadi yang suaranya menggema sebelum ia menunjukkan wujud aslinya.


"I--iya, tentu saja aku ingin sekali segera kembali." Sagachi terlihat sedikit gugup karena jarak antara dirinya dan sosok misterius itu sangat dekat. "Tapi ... entah aku bisa mengalahkan enam raja iblis yang tersisa atau tidak? Soalnya, yang awal-awal saja waktu itu Raja Iblis Totemo Hokori sulit sekali untuk ditaklukkan, meskipun butuh ekstra hati-hati," kata Sagachi merespon, kemudian ia bertanya, "Kalau boleh tahu, siapa nama Anda?"


"Namaku Hitoria Sakura, salam kenal." Sosok misterius itu memperkenalkan diri. Ternyata, namanya adalah Hitoria Sakura. "Mulai sekarang, aku akan menjadi pengganti Kenta Ken, menjadi ketua tim kalian."


Ezio melangkah mendekati Hitoria Sakura, kemudian ia berhenti di sebelah Sagachi dan berkata sembari menundukkan kepalanya memberi hormat. "Selamat datang, Hitoria-Sensei!"

__ADS_1


"Sensei?" Sagachi sontak saja terkejut ketika mendengar Ezio memanggil Hitoria Sakura dengan sebutan 'Sensei', begitupula dengan Hazuki yang tak kalah terkejutnya. Pasalnya, sebutan itu adalah sebutan yang biasanya digunakan oleh seorang murid untuk memanggil gurunya.


Dalam hati masing-masing orang yang berada di situ bertanya-tanya, apakah Ezio adalah murid Hitoria Sakura?


"Ezio memang muridku, dulu dia telah belajar banyak ilmu sihir dariku." Hitoria Sakura langsung merespon, kemudian dia menatap Ezio yang masih menunduk. "Benar begitu 'kan, Ezio?"


"Bahkan, aku saja yang menjadi master Ezio baru tahu, jika Ezio punya seorang guru." Hazuki berjalan mendekati Sagachi dan Ezio yang sedang berhadapan dengan Hitoria Sakura. Setelah ia berada di samping Ezio, ia menepuk pundak Ezio dan berkata, "Kenapa kau tidak pernah cerita dengan mastermu ini, kalau kamu punya guru, Ezio?"


"Maaf, Master ... bukan berarti aku tidak ingin menceritakan. Tapi ...."


"Sudahlah, Hazuki! Memang aku yang menyuruhnya untuk untuk tidak menceritakan apa pun tentang hal ini pada siapa pun, termasuk kamu. Ezio tidak bersalah, ya. Dulu, jika bukan aku yang menyuruh Ezio untuk menolongmu, mungkin sekarang kau sudah tidak ada lagi di dunia ini." Sakura-lah yang angkat bicara untuk menjawab pertanyaan Hazuki sebelum Ezio menyelesaikan perkataannya.


"Ya, itu benar! Dan waktu itu aku juga memerintahkan Ezio untuk menjadi servantmu," kata Sakura menjelaskan, dan Hazuki mengangguk paham.


Sementara Vitaloka dan Furuko juga ikut-ikutan mendekati mereka, karena kedua gadis itu juga ingin sekali mendengar cerita mereka dari dekat.


"Maafkan aku, Hitoria-san! Aku tidak bermaksud menyinggungmu, karena aku hanya ingin bertanya saja dengan Ezio karena tidak tahu apa-apa soal ini. Jika kau ingin mengambil Ezio kembali dariku, maka silakan saja, aku rela." Hazuki berkata sembari menundukkan kepalanya dalam.

__ADS_1


"Tidak, Hazuki. Ezio akan tetap menjadi servantmu, karena ia telah menjalin kontrak denganmu.Tapi tolonglah, perlakuan Ezio dengan baik dan anggaplah dia seperti sahabatmu sendiri, bukan seperti budak yang selalu diperintah-perintah." Tatapan Sakura yang tadi menatap Hazuki, kemudian beralih menolehkan pandangannya ke arah Ezio.


Sakura berkata seperti itu, karena Ezio telah terjalin kontrak dengan Hazuki sebagai servantnya. Dala kata lain, skill apa pun yang digunakan Ezio itu akan menguras mana Hazuki. Akan tetapi, Ezio tidak dapat menggunakan skill apa pun jika tidak mendapatkan izin dari Hazuki yang menjadi master-nya.


Bisa dikatakan, karena Ezio telah menjalin kontrak dengan Hazuki, maka apa pun yang Hazuki perintahkan kepadanya, itu akan menjadi perintah mutlak. Karena, apa pun yang Hazuki perintahkan pada servantnya, itu adalah mantra perintah bagi Ezio yang tidak bisa ditolak. Semisal Ezio disuruh mati sekalipun, Ezio tidak akan bisa mengendalikan dirinya sendiri untuk bunuh diri, karena tubuhnya akan bergerak sendiri jika ia menolak perintah sang master.


Oleh karena itulah, Sakura yang menjadi guru dari Ezio mengatakan seperti itu. Karena bagaimana pun juga, ia tidak akan rela jika muridnya sampai diperlukan tidak baik oleh Hazuki.


"Baiklah, aku berjanji akan memperlakukan Ezio dengan baik. Aku tidak akan membuat ia seperti budak lagi. Aku berjanji akan menjadikan dia sebagai sahabatku, meskipun jalinan antara aku dan dia itu adalah master dan servant." Hazuki berkata dengan memantapkan hatinya sembari menatap bola mata Sakura yang juga berwarna merah muda itu.


"Baiklah, Hazuki. Itu bagus, dan ingatlah selalu janjimu, ya!" kata Sakura menanggapi.


Sementara Ezio yang dari tadi hanya diam mendengarkan mereka, kemudian langsung berkata, "Selama ini, Master Hazuki memperlakukan saya dengan baik kok, Sensei. Jadi, Sensei tidak perlu khawatir. Meskipun Master sering memerintahkanku, tetapi semua yang Master perintahkan itu selalu hal baik, Master Hazuki tidak pernah memerintahkanku untuk melakukan suatu hal yang buruk, kok."


"Baiklah, Ezio. Aku percaya kok, kalau Hazuki adalah Master yang baik bagimu, dia juga memiliki pasokan mana yang banyak dan juga cocok untukmu," kata Sakura merespon ucapan Ezio.


Sagachi yang sedari tadi mendengarkan mereka bercakap-cakap, ia pun kemudian langsung angkat bicara. "Maaf, Hitoria-san, aku ingin bertanya lagi!"

__ADS_1


Sakura menolehkan pandangannya ke arah Sagachi. "Baiklah, silakan saja! Tapi, mulai sekarang jangan panggil aku dengan sebutan itu-lah. Panggil saja namaku, ya ... Sakura! Kalian tidak perlu sungkan-sungkan lagi jika ingin bertanya denganku." Sakura beriniat ingin lebih akrab lagi dengan mereka, meskipun sebenarnya jati dirinya adalah penyihir legendaris tingkat tinggi. Karena, ucapan Sagachi yang memanggilnya dengan marganya itu menandakan, kalau Sagachi masih merasa sungkan dan belum akrab dengan Sakura.


__ADS_2