
"Cahaya apa ini?" tanya Kenta Ken. Ia heran dengan asal muasal cahaya yang keluar dari lubang itu.
"Iya juga, ya. Kok bisa-bisanya ada cahaya keluar dari dalam lubang. Ini sungguh misterius." Hazuki yang di sebelahnya pun juga heran dengan cahaya yang keluar dari lubang itu.
"Ayo, coba kita cek! Sepertinya ada sesuatu di dalam sana." Kenta Ken mengajak Hazuki dan Ezio untuk memasuki lubang itu.
"Baiklah, ayo kita masuk!" kata Hazuki merespon ajakan Kenta Ken, dan kemudian disambut anggukan olehnya.
Mereka pun setelah itu masuk ke dalam lubang itu dengan Kenta Ken yang terlebih dahulu masuk diikuti oleh Hazuki dan Ezio. Mereka memasuki lubang itu dengan melompat ke bawah.
Setelah mereka bertiga masuk ke dalam lubang di dalam ruang bawah tanah itu, mereka terkejut bukan main. Di dalam ruang bawah tanah ini banyak sekali batu permata berwarna hijau menyala. Ternyata, cahaya tadi asal muasalnya bersumber dari batu hijau ini.
"Woooow! Ini sungguh kereen! Kalau kita bawa sekarung saja untuk dijual, kita bisa kaya raya nih." Hazuki berucap sembari mendekati batu-batu hijau itu.
Kenta Ken dan juga Ezio pun juga mendekati batu-batu hijau itu. Kenta Ken berjongkok di samping Hazuki, kemudian pemuda berjubah hitam itu mengambil dan memegang batu hijau itu.
"Batu ini sungguh indah. Dan pastinya, ini bukanlah batu biasa." Kenta Ken berucap sembari melihat-lihat batu hijau yang dipegangnya.
Kenta Ken yang juga masih dengan memegangi salah satu batu hijau itu, ia pun meletakkan batu itu kembali ke tempatnya, dan kemudian berdiri. "Sebaiknya, kita jangan bawa batu-batu ini."
"Kenapa? Ini lumayan kalau dijual lho. Kita bisa untuk beli sesuatu seperti makanan atau pun biaya misal nantinya kita beristirahat di penginapan." Hazuki heran dengan perkataan Kenta Ken.
"Aku punya firasat buruk jika kita membawa batu ini. Dan juga, untuk biaya makanan dan penginapan nantinya, aku punya sertus keping emas." Kenta Ken mejelaskan apa yang dimaksudkannya sembari menunjukkan sebuah kain hitam yang di dalamnya berisi seratus keping emas.
"Dari mana kamu dapat uang itu?" Hazuki bertanya sembari menatap kain hitam yang dipegang Kenta Ken itu.
"Tentu saja uang ini dari Yang Mulia Raja dari Kerajaan Alcazar Sevilla. Beliau memberiku kuda dan uang ini sebagai bekal saat diperjalanan. Tapi, kuda itu sekarang sudah mati. Lebih baik tidak usah mengambil batu hijau itu, daripada nati kita kena resiko karena tidak tahu akibatnya jika menghasil batu itu." Kenta Ken menyimpan kain yang berisi seratus keping emas itu lagi ke dalam balik jubahnya, kemudian ia menatap ke arah lubang yang berada di langit-langit ruang bawah tanah tersebut.
__ADS_1
"Kamu ingin keluar dari lubang ini sekarang?" Hazuki menebak kalau Kenta Ken akan meloncat keluar dari dalam ruang bawah tanah ini keluar lewat lubang yang berada di langit-langit ruang bawah tanah ini. Ia bisa memprediksinya dari tingkah laku Kenta Ken yang menatap ke atas—menatap ke arah lubang yang berada di langit-langit ruang bawah tanah itu.
"Iya. Ayo, kita keluar saja, tidak usah ambil batu-batu itu! Daripada nanti ada resiko yang tidak diinginkan." Seusai berkata seperti itu, Kenta Ken langsung meloncat ke atas. "Hiat!"
"Hazuki hanya menatap batu itu sembari menghela napas berat. Tampaknya, pemuda ini sepertinya ingin sekali membawa beberapa batu itu. Namun karena Kenta Ken melarangnya, ia mengurungkan niatnya dan kemudian menyusul Kenta Ken yang sudah terlebih dahulu keluar dari ruang bawah tanah ini.
"Ayo kita keluar saja, Ezio!" ajak Hazuki yang kini telah berada tepat di bawah lubang untuk keluar dari ruang bawah tanah ini.
"Baiklah, Master," kata Ezio merespon.
Setelah itu pun, Hazuki keluar terlebih dahulu keluar dari ruang bawah tanah itu, dan kemudian baru saja Ezio yang keluar.
Setelah mereka berdua keluar dari lubang tersebut, Hazuki dan Ezio langsung melihat Kenta Ken yang masih berada di area itu. Pemuda berjubah hitam itu sedang bersandar di tembok bangunan Istana Kerajaan Zephyra.
"Ternyata, kau masih menunggu kami, ya? Aku kira kau sudah pergi." Begitulah yang diucapkan Hazuki ketika melihat Kenta Ken yang masih menunggunya.
"Baiklah, ayo! Sepertinya mereka masih berada di dalam istana," kata Hazuki merespon.
Setelah itu, mereka bertiga langsung melompat ke atas dinding istana sebagai salah satu cara cepat untuk masuk ke dalamnya, daripada harus melewati jalan memutar.
Setelah masuk ke dalam istana, menelusuri bagian dalamnya untuk mencari keberadaan Sagachi, Furuko dan Vitaloka. Tentu saja karena luasnya istana Kerajaan Zephyra ini, membuat mereka sedikit kesulitan untuk menemukan satu sama lain jika sudah berpencar.
"Sagachiiii!" seru Hazuki dengan harapan Sagachi mendengarnya agar segera menyahutnya.
"Tidak usah teriak-teriak begitu! Nanti juga ketemu mereka," kata Kenta Ken.
"Baiklah kalau begitu. Tapi, jika mereka tidak ketemu gim—"
__ADS_1
Belum sempat Hazuki menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba ....
"Hazuki-san, apakah kamu tadi memanggilku? Ada apa?" tanya Sagachi yang tiba-tiba saja datang entah dari arah mana.
Kedatangan Sagachi yang secara tiba-tiba itu sebenarnya membuat Hazuki dan Kenta Ken sedikit terkejut. Akan tetapi, mereka berusaha untuk bersikap biasa-biasa saja, seolah-olah seperti tidak terkejut atas kedatangan Sagachi yang secara tiba-tiba.
"Apakah dari tadi kalian mencariku?" Sagachi bertanya apakah tebakannya itu benar, jikalau mereka itu dari tadi mencarinya?
"Tidak kok, baru saja kami mencarimu, tiba-tiba saja kamu nongol begitu saja saat aku memanggilmu." Hazuki merespon dengan menjelaskan pada Sagachi.
Sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Sagachi bertanya, "Sepertinya, aku mengejutkan kalian, ya?"
"Iya," jawab Kenta Ken singkat.
"Memang mengejutkan sih, tapi tak apa lah, asal tidak terlalu. Lagipula, kamu tidak sengaja 'kan, melakukan itu?" Hazuki berusaha menjelaskan seperti itu, agar Sagachi tidak merasa bersalah dengan apa yang dilakukannya. Meskipun lain dari Kenta Ken yang sebenarnya sedikit kesal dengan kedatangan Sagachi yang secara tiba-tiba itu mengejutkannya.
"Baiklah, sekali lagi aku minta maaf, ya, Ken-san, Hazuki-san." Karena masih ada rasa bersalah pada dirinya, Sagachi meminta maaf karena telah mengejutkan mereka. Karena ia juga tahu, jikalau dilihat dari wajah Kenta Ken, pemuda berjubah hitam itu masih ada sedikit rasa kesal padanya.
"Kan tadi aku sudah bilang, tidak apa-apa ... sudah! Tidak usah dipikirkan!" kata Hazuki yang masih dengan berusaha untuk menghilangkan rasa bersalah Sagachi. Dengan cara menggunakan cara lain untuk menghilangkan rasa bersalah pemuda berambut biru itu, Hazuki langsung mengganti topik pembicaraan. "Apakah kamu sudah menemukan mereka?"
Pertanyaan Hazuki dengan yang dimaksud dengan 'menemukan mereka' itu maksudnya adalah Vitaloka dan Furuko.
"Mereka masih di ruang makan?" jawab Sagachi.
"Jadi, dari tadi mereka juga belum selesai makan, ya?" Hazuki bertanya, sebab ia heran dengan yang dimaksud Sagachi kalau kedua gadis itu masih di ruang makan, karena ia mengira jikalau kedua gadis itu masih belum selesai makan.
"Nisaaaaan!"
__ADS_1