
"Ya, tidak salah lagi. Itu adalah sosok misterius!" Sagachi sekarang sudah sangat yakin, kalau datangnya cahaya itu sudah pasti sosok misterius yang pernah ditemuinya ketika di penjara.
"Kalian tidak perlu khawatir dengan perjalanan kalian untuk membasmi enam raja iblis yang masih tersisa. Kapan pun dan di mana pun jika kalian membutuhkan bantuanku, maka aku akan segera datang." Sosok misterius itu pun berkata hingga membuat Sagachi dan teman satu tim-nya mengerutkan hidung. Mereka semua terkejut mendengar hal itu.
Sagachi angkat bicara dengan bertanya pada sosok misterius itu. "Apakah kau yang waktu itu memindahkan aku ke dunia ini? Apakah benar kau yang berada di penjara waktu itu?"
Sosok misterius itu pun menjawab, "Ya, itu benar!"
Hyakimaru yang juga penasaran dengan sosok misterius itu, ia pun juga angkat bicara. "Apakah ... apakah kau juga yang waktu itu memberiku kekuatan di saat aku sedang terdesak akan dibunuh oleh Prajurit Iblis Totemo Hokori?"
"Ya, itu benar!" kata sosok misterius itu menjawab Hyakimaru.
Kemudian, Furuko pun juga ikut bertanya bertanya lagi. "Lalu, kenapa aku empat puluh hari lebih dulu berada di dunia ini sebelum nii-san-ku?"
"Itu karena, perbedaan waktu di dunia ini lebih cepat daripada di dunia kalian berasal," kata sosok misterius itu menjelaskan.
"Ooh, ternyata benar dugaanku," gumam Furuko, dan Sagachi pun juga melakukan hal yang sama.
Kemudian sosok misterius itu melanjutkan penjelasannya. "Saat itu Furuko empat puluh menit lebih dahulu aku pindahkan ke dunia ini sebelum aku memindahkan Sagachi. Itu berarti, empat puluh menit di dunia asal kalian, itu sama dengan empat puluh hari di dunia ini. Jika kalian mengira ini dunia masa lalu, itu berarti dugaan kalian salah. Karena sebenarnya ini adalah dunia lain, bukan dunia masa lalu. Alam asal kalian berdua dengan dunia ini berbeda, Sagachi, Furuko."
Sementara Vitaloka dan Hazuki hanya menyimak saja pembicaraan antara Sagachi dan Furuko pada sosok misterius itu. Karena mereka tidak begitu paham dengan kehadiran sosok misterius itu. Akan tetapi setelah mendengarkan penjelasan sosok misterius itu, mereka menjadi sedikit paham, tapi juga tidak begitu maksud dengan perbedaan waktu dan perbedaan alam yang sosok misterius itu jelaskan.
Kemudian Sagachi bertanya lagi dengan sosok misterius yang wujudnya tidak terlihat itu. "Lalu, jika kami berhasil mengalahkan tujuh raja iblis, apakah kami bisa kembali ke dunia asal kami?"
__ADS_1
"Ya, itu benar. Kalian telah berhasil memusnahkan Raja Iblis Totemo Hokori—rajanya sifat sombong. Setelah itu, jika kalian berhasil mengalahkan enam raja iblis yang masih tersisa, maka aku akan memindahkan kalian lagi ke dunia asal kalian, itu pun jika kalian mau," ujar sosok misterius itu menjelaskan.
Furuko menoleh ke arah Vitaloka sejenak. Setelah itu, ia itu kembali menatap cahaya tempat sosok misterius itu berada. Gadis bermabut biru itu kemudian bertanya lagi pada sosok misterius itu. "Wahai sosok misterius, apakah aku boleh bertanya lagi?"
"Silakan saja! Kali ini aku akan menjawab semua pertanyaan yang akan kalian ajukan padaku," kata sosok misterius itu.
"Baiklah, kalau begitu aku akan bertanya," ujar Furuko. "Semisal kami telah berhasil mengalahkan semua raja iblis, apakah Vita-san dan juga Hazuki-san bisa ikut dengan kami ke dunia asal kami?" lanjut Furuko dengan bertanya, karena ia berharap kalau mereka bisa juga ikut dipindahkan.
Sosok misterius itu pun menjawab, "Ya, tentu saja itu bisa. Setelah kalian berhasil mengalahkan tujuh raja iblis, maka aku akan mengabulkan apa pun permintaan kalian, jika aku bisa mengabulkannya."
"Jadi, apakah kau bisa mengabulkan permintaan saya yang tadi? ... Memindahkan Vitaloka dan Hazuki ke dunia asal kami?" Furuko mengulangi pertanyaannya lagi, agar ia lebih mantap dan tahu, apakah sosok misterius itu bisa mengabulkan permintaannya yang ini atau tidak.
"Ya! Aku bisa memindahkan siapa saja ke dunia lain dengan sihir teleportasi tingkat tinggi," kata sosok misterius itu menjawab pertanyaan Furuko.
"Apakah ada yang perlu ditanyakan lagi?" sambung sosok misterius itu dengan bertanya menawarkan pertanyaan.
"Silakan, apa yang ingin kau tanyakan?" Sosok misterius itu mempersilakan Sagachi untuk bertanya.
Sagachi pun langsung bertanya, "Jika memang benar kalau setelah kami berhasil mengalahkan tujuh raja iblis, kau akan mengabulkan permintaan kami. Lalu, jika kami meminta kau untuk menghidupkan kembali Kenta Ken, apakah kau bisa melakukannya?"
Pertanyaan Sagachi itu membuat semua teman satu tim-nya mengernyitkan dahi. Dalam hati masing-masing dari mereka bertanya, pertanyaan macam apa itu?
Sosok misterius itu pun menjawab, "Seperti yang sudah aku katakan tadi, jika aku bisa mengabulkan permintaan kalian, maka akan aku kabulkan. Namun, permintaan untuk menghidupkan orang yang telah mati, itu bukanlah kuasaku. Bahkan, penyihir sesakti apa pun dalam berbagai dimensi belum ada sejarahnya yang mampu menghidupkan orang sudah mati. Karena hanya Tuhanlah yang bisa melakukan hal itu. Jadi, mintalah hal yang lain, yang kira-kira aku bisa mengabulkannya."
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, aku paham sekarang. Ternyata, tidak ada penyihir yang bisa mengubah takdir," kata Sagachi merespon penjelasan jawaban dari sosok misterius itu.
Kemudian tiba-tiba saja Sagachi teringat dengan perkataan sang raja dari Kerajaan Alcazar Sevilla dan juga Kenta Ken yang pernah berkata padanya kalau waktu itu mereka pernah berkata, kalau ada ramalan dari penyihir sakti yang mengatakan Sagachi adalah orang yang akan mengalahkan tujuh raja iblis.
Sagachi pun kemudian berkata dalam hatinya. "Apakah sosok misterius ini adalah sosok misterius yang raja maksudkan?"
"Bukan! Itu bukan aku," kata sosok misterius itu menanggapi Sagachi yang barusan bertanya dalam hatinya.
Sagachi pun langsung terkejut bukan main, kedua kelopak matanya langsung membulat dengan sempurna. Pasalnya, baru kali ini ia mendengar ada orang yang dapat mendengar perkataannya dalam hati.
"Apakah Anda bisa membaca pikiranku?" Sagachi bertanya untuk memastikan apakah sosok misterius itu benar-benar mendengar perkataannya tadi dalam hati atau tidak. Pasalnya, siapa tahu itu hanya kebetulan saja sosok misterius itu berkata hingga sama dengan yang ia ucapkan dalam hatinya.
"Iya, aku memiliki ilmu sihir tingkat tinggi untuk membaca pikiran seseorang." Semenjak dari tadi, sosok misterius itu selalu menjawab dengan nada kalem, bagikan seperti tidak mengganti nada saat berbicara dan menjawab pertanyaan mereka.
"Ijinkan aku untuk bertanya sekali lagi!" kata Sagachi dengan sedikit sungkan. Meskipun sosok misterius itu tadi sudah memberitahukan padanya, jika ia akan menjawab semua pertanyaan kali ini. Akan tetapi, tetap saja Sagachi merasa tidak enak, jika terlalu banyak bertanya. Oleh karena itulah, kali ini ia memutuskan untuk meminta izin untuk bertanya sekali lagi.
"Silakan!" kata sosok misterius itu mengijinkan. "Bukannya tadi aku sudah bilang, kali ini aku akan menjawab semua pertanyaan yang akan kalian lontarkan."
"Jika Kenta Ken telah meninggal, bagaimana cara kami untuk menemukan enam raja iblis yang masih tersisa?" kata Sagachi bertanya lagi.
"Aku yang akan membantu kalian," jawab sosok misterius itu yang sukses membuat mereka semua bertanya-tanya dalam hati masing-masing. "Aku akan menunjukkan wujud asliku, dan aku akan membantu kalian untuk melakukan perpindahan tempat dengan sihir teleportasiku, dan aku juga akan membantu kalian ikut bertarung melawan raja iblis dan musuh-musuh lain yang akan menjadi penghalang kalian, sampai misi kalian selesai."
"Ya! Aku penasaran dengan wujud sosok misterius ini. Dan juga, pasti nanti akan lebih mudah untuk melawan raja iblis, jika dibantu oleh sosok misterius ini." Sagachi berkata dalam hati sembari tersenyum.
__ADS_1
Setelah itu pun, cahaya tempat keberadaan sosok misterius itu kemudian turun ke bawah. Perlahan-lahan, cahaya itu redup.
Kemudian tampaklah ....