Pahlawan Di Dunia Lain

Pahlawan Di Dunia Lain
SERANGAN PRAJURIT KERAJAAN ZEPHYRA


__ADS_3

Kenta Ken hanya menghela napas berat, dan kemudian pemuda itu berkata, "Apa boleh buat."


"Ya sudah, sini naik! Aku juga gak dendam kok," tawar Hazuki lagi dengan sedikit tertawa, dan tentu saja hal itu diketahui oleh mata tajam Kenta Ken.


Kenta Ken hanya diam tak merespon, tapi pemuda itu tida bisa menolak tawarannya itu, karena ia juga harus menyimpan setaminanya juga agar tidak down saat menghadapi Raja Iblis nantinya.


Pada akhirnya pun, Kenta Ken langsung melompat ke atas Elang Raksasa itu.


"Baiklah, ayo kita berangkat, Ezio!" titah Hazuki kepada burung elangnya.


"Baiklah, Master." Elang Raksasa itu pun menjawab. "Kalau tidak ingin jatuh, kalian semua berpeganganlah pada buluku!"


Sontak saja semua yang berada di atas Elang Raksasa itu terkejut bukan main terkecuali Hazuki, ketika mereka mendengar Elang Raksasa yang mereka tumpangi itu berbicara. Karena setahu mereka, Elang Raksasa itu tidak dapat berbicara. Tentu saja, mereka langsung memegangi bulan Elang Raksasa yang terbilang cukup kuat sebagai pegangan karena ukurannya yang juga cukup besar.


"Jadi, elang ini bisa bicara, ya?" tanya Furuko.


"Hmmm." Hazuki hanya mengangguk sembari tersenyum simpul.


...***...


Elang Raksasa itu kini telah membawa mereka terbang tinggi. Suara gemuruh angin di atas awan ini membuat mereka tidak bisa saling berbicara, karena saat ada salah satu di antara mereka ingin memulai pembicaraan, yang lain tak dapat mendengarkannya dengan jelas l.


Tidak butuh waktu lama, akhirnya pun Elang Raksasa itu mendaratkan mereka dengan langsung masuk ke dalam halaman Istana Kerajaan Zephyra dalam keadaan waktu yang kini sudah terbilang mulai menjelang malam.


"Kita sudah sampai di tempat tujuan yang Anda minta, Master," ucap Elang Raksasa tersebut ketika kakinya telah mendarat pada tanah di halaman istana ini.


"Baiklah, terima kasih, Ezio," kata Kenta Ken merespon perkataan dari Ezio—Elang Raksasa itu. "Baiklah, ayo kita turun!"


"Hmmm." Semuanya mengangguk sebagai jawaban, kemudian mereka semua turun dari punggung Elang Raksasa tersebut.

__ADS_1


Setelah mereka turun dari punggung Ezio, tiba-tiba saja segerombolan prajurit dari segala penjuru halaman Istana Zephyra ini mengepung mereka. Jumlah prajurit tersebut bisa dibilang sekitar ribuan.


"Hei, kalian! ... berani-beraninya kalinan memasuki Istana Kerajaan Zephyra tanpa seizin Yang Mulia Raja Totemo Hokori!" ujar si pemimpin prajurit tersebut sembari mengacungkan pedang-nya ke arah Sagachi dan teman satu tim-nya.


"Kau lihat kan, Sagachi? Lensa mata mereka semuanya berwarna merah menyala," ujar Kenta Ken sembari menoleh ke Sagachi yang berada di sampingnya.


"Iya, aku melihatnya. Sorot mata mereka semuanya berwarna merah. Tapi, itu maksudnya apa, ya?" bertanya Sagachi kemudian, karena ia benar-benar penasaran tentang penyebab dari merahnya lensa para prajurit itu.


"Itu adalah pengaruh dari kekuatan Raja Iblis Totemo Hokori. Mereka yang lensa matanya berwarna merah, semuanya dikendalikan oleh kekuatan Raja Iblis Totemo Hokori," ujar Kenta Ken mejelaskan.


"Ooh, jadi begitu, ya?" kata Sagachi merapon penjelasan dari Kenta Ken. Sedangkan pria berjubah hitam itu hanya meresponnya dengan mengangguk.


Kenta Ken kemudian menoleh ke arah Elang Raksasanya. "Ezio, berubah-lah ke wujud aslimu!"


"Baiklah, Master!"


Sebuah cahaya biru yang sangat terang tiba-tiba saja menutupi seluruh tubuh Ezio. Hal ini membuat orang-orang yang ada di daerah itu dengan reflek menutup kedua matanya karena silau.


"Manusia?" tanya Sagachi, Furuko dan juga Vitaloka secara bersamaan terkecuali Kenta Ken.


"Ya. Saya memang sebenarnya manusia. Dan saya adalah servantnya Master Hazuki." Ezio sendiri yang menjawab pertanyaan mereka dengan memperkenalkan dirinya, setelah ia berubah wujud menjadi manusia.


Belum sempat Sagachi akan bertanya lagi, suara pemimpin prajurit yang berseru dengan lantang mengejutkan mereka. "Bunuh merekaaa!"


Ribuan prajurit prajurit tersebut pun langsung mengangkat senjatanya dan kemudian berhamburan berlari ke arah Sagachi dan teman satu tim-nya dengan niat membunuh.


Jantung Sagachi dan juga lainnya berdegup dengan kencang terkecuali Hazuki dan juga Ezio. Mereka langsung mempersiapkan diri dengan kuda-kuda bertarung dengan cara sendiri-sendiri.


Sembari tersenyum, Hazuki menoleh ke arah Ezio. "Ezio, ratakan mereka semua!"

__ADS_1


Ezio pun mengangguk sembari berkata, "Baik, Master!"


Ezio langsung mengangkat kedua tangannya ke atas sembari merapalkan sebuah kata kunci. "Lubang Dimensi, muncullah! ... Hujaman Pedang, aktifkan!"


Setelah itu, ada banyak sekali lubang dimensi berwarna biru tiba-tiba saja bermunculan di atas Ezio. Dari lubang-lubang dimensi itu, muncul sebuah pedang yang diawali dengan ujung lancipannya.


"Ribuan Pedang Pembunuh ... lesatkan!" Ratusan pedang yang berasal dari lubang dimensi itu melesat dengan cepat ke arah para prajurit Kerajaan Zephyra yang sedang berhamburan berlari menyerang mereka.


Pedang-pedang itu terus saja bermunculan dari lubang-lubang dimensi biru dengan sangat cepat bagaikan senapan brem full auto.


Ratusan pedang itu sukses menghujani seluruh prajurit Kerajaan Zephyra, karena Ezio mengarahkan serangan itu dengan sihir pengendaliannya. Hanya dalam tempo singkat saja, seluruh prajurit Kerajaan Zephyra semuanya telah rata dan mati tanpa sisa.


Bahkan, Sagachi, Furuko dan juga Vitaloka tidak berkedip saat menyaksikan aksi dari Ezio. Mereka bertiga sangat takjub terkecuali Kenta Ken dan Hazuki. Kenta Ken tidak takjub karena merasa gengsi dengan rivalnya. Sementara Hazuki, ia tidak takjub, karena aksi itu sudah tentu saja diketahui olehnya. Tentu saja karena ia adalah si tuan dari perwujudan manusia Elang Raksasa—Ezio.


"Heh! Kurasa, Servant-mu itu lebih hebat dari masternya." Kenta Ken membandingkan Hazuki dengan Ezio.


Hazuki yang mendengar penuturan dari rivalnya itu tak mau kalah, ia mendebat tanggapan Kenta Ken dengan berkata, "Walaupun begitu, dia bisa melakukan jurus itu karena menggunakan mana-ku, karena aku adalah masternya! Tanpa pasokan mana yang aku salurkan padanya, dia tidak akan bisa melakukan itu."


"Benar begitu 'kan, Ezio?" sambung Hazuki dengan bertanya dan menolehkan pandangannya ke arah Ezio.


Ezio pun menjawab, "Benar dengan apa yang dikatakan oleh Master. Tanpa pasokan mana yang Master transfer padaku, aku tidak bisa melakukan hal itu."


"Apakah kamu dengar dengan apa yang dikatakan oleh servant-ku barusan itu, Ken-san?" Hazuki bertanya dengan sombongnya sembari berkacak pinggang pada Kenta Ken.


Mendengar perkataan dari Hazuki, Kenta Ken juga tak ingin kalah. Ia malahan dapat ide untuk memenangkan perdebatannya. Sembari menoleh ke arah Sagachi, Furuko dan juga Vitaloka, ia berkata, "Hei kalian bertiga! Lihatlah pria ini! Setelah membunuh pasukan Raja Iblis Totemo Hokori dia jadi sombong."


"Sudah-sudah! Kalian kenapa jadi bertengkar gini sih!" Vitaloka berusaha menghentikan pertengkaran kedua pemuda itu.


Sementara Sagachi dan juga Furuko, mereka berdua hanya diam saja. Karena mereka tidak ingin ikut campur dengan urusan antara Kenta Ken dan juga Hazuki.

__ADS_1


"Kau!" Hazuki mulai merasa kesal dengan apa yang baru saja dikatakan Kenta ken. Tentu saja ucapan pria berjubah hitam itu sukses memancing emosi Hazuki. Sehingga, Hazuki pun langsung melesat ke arah Kenta Ken sembari menghunuskan kedua Dagger-nya.


Melihat itu, Kenta Ken langsung mengaktifkan mata ungunya dan bersiap dengan sigap menangkis serangan Hazuki dengan kuda-kuda dan memposisikan Katana-nya.


__ADS_2