Pahlawan Di Dunia Lain

Pahlawan Di Dunia Lain
MENGINAP DI ISTANA KERAJAAN ZEPHYRA


__ADS_3

"Nisaaaan!" ujar Furuko karena sedikit kesal, sebab ia dan Vitaloka jadi dianggap seperti makan terlalu banyak gara-gara perkataan Sagachi pada Hazuki.


Namun beda halnya dengan Vitaloka, gadis bermabut ungu itu tampak biasa-biasa saja dengan ucapan Sagachi.


Pandangan Hazuki dan yang lainnya pun langsung tertuju ke arah Furuko dan Vitaloka yang berada di sebelahnya. Ternyata, Furuko dan Vitaloka mendengar dengan apa yang Sagachi ucapkan kepada Hazuki, meskipun mereka baru saja datang dari ruang makan.


"Oh, kalian sudah selesai makan, ya?" tanya Hazuki pada kedua gadis tersebut.


"Ya sudah dari tadi-lah," jawab Furuko dengan segera. "Tapi, kami baru saja ke sini karena tadi ngobrol-ngobrol dulu."


"Ooh, jadi begitu, ya."


"Sebaiknya, kita menginap di istana ini dulu. Besok pagi kita lanjutkan perjalanan lagi," kata Kenta Ken mengalihkan topik pembicaraan agar suasana tidak terlalu ribut.


"Iya, aku juga setuju. Pastinya, di Istana Zephyra ini banyak kamar yang besar-besar," kata Hazuki merespon ucapan Kenta Ken.


"Baiklah, aku juga setuju," ucap Sagachi.


Begitu juga dengan yang lainnya. Mereka semua setuju dengan yang dikatakan oleh Kenta Ken. Setelah itu mereka semua memilih kamar yang akan mereka tempati.


Pada akhirnya, mereka semua memilih kamar yang berada di lantai atas. Karena, di lantai atas menurut mereka tempat yang paling nyaman.


Mereka berjalan menuju ke lantai atas. Di lantai atas ada banyak sekali kamar-kamar kosong. Sagachi satu kamar dengan Kenta Ken; Hazuki satu kamar dengan Ezio; dan Furuko satu kamar dengan Vitaloka. Jadi, totalnya tiga kamar untuk istirahat mereka.


Di kamar yang ditempati Sagachi dan Kenta Ken. Terlihat, mereka berdua telah merebahkan tubuhnya masing-masing di atas ranjang besar di Istana Zephyra ini. Namun anehnya, kamar ini tidak begitu kotor dan seperti baru saja dibersihkan. Padahal, setahu mereka istana ini seperti tidak ada siapa pun.


Karena sebelum mereka mengalahkan Raja Iblis Totemo Hokori, penghuni Istana Zephyra yang mereka lihat hanyalah ribuan prajurit dan Raja Iblis Totemo Hokori sendiri.


"Ken-san." Sagachi menyebut nama Kenta Ken dengan niat untuk mengajaknya bicara.


"Iya, ada apa?" kata Kenta Ken merespon.


"Kenapa ya, kok di istana ini sepertinya sepi sekali? Apakah Ken-san tahu penyebabnya?" Sagachi bertanya pada Kenta Ken, karena siapa tahu, pemuda berjubah hitam itu mengetahui penyebabnya.


Kenta Ken memiringkan tubuhnya yang masih dalam keadaan rebahan ke arah Sagachi, kemudian ia berkata, "Aku juga heran, apakah di istana kerajaan iblis lainnya juga seperti ini?"

__ADS_1


"Tapi, ribuan prajurit yang semua lenpa mata mereka berwarna merah itu ... itu mempertandakan, jika mereka ada dalam pengaruh kekuatan jahat Raja Iblis Totemo Hokori." sambung Kenta Ken menjelaskan.


"Lalu, dari mana Ken-san bisa tahu, jika lensa mata para prajurit yang berwarna merah itu disebabkan oleh pengaruh kekuatan jahat Raja Iblis Totemo Hokori?" tanya Sagachi penasaran.


"Karena aku mengaktifkan skill mode mata ungu-ku waktu itu, dan bisa kulihat aliran tenaga hitam yang sama persis dengan tenanga hitam yang dillmiliki Raja Iblis Totemo Hokori," jawab Kenka Ken menjelaskan.


"Aliran tenaga hitam?" Sagachi bertanya karena ia heran dengan apa yang dimaksud oleh Kenta Ken. "Seperti apakah itu bentuknya?"


"Itu terlihat seperti efek aura hitam di sekitar mereka, dan efek aura hitam itu sama persis dengan efek aura hitam yang ada pada Raja Iblis Totemo Hokori saat waktu kita bertarung tadi," ujar Kenta Ken menjelaskan.


"Oh, jadi begitu, ya?"


"Ya sudah, lebih baik kita istirahat dulu, untuk memulihkan kondisi dan stamina tubuh kita. Besok kita akan menyeleksi Rakyat Kerajaan Zephyra yang cocok untuk menjadi raja penerus di Kerajaan Zephyra," ujar Kenta Ken.


"Baiklah."


Setelah itu, mereka memjemkan kedua mata mereka masing-masing. Sagachi yang masih dengan memikirkan apa yang akan terjadi besok, dan apa yang akan ia lakukan?


"Baru kali ini, aku membunuh Raja Iblis di dunia ini. Dan bagiku, pertarungan itu ternyata sangat mengerikan. Hanya di saat di dunia inilah, aku merasakan kekuatan dari Pedang Naga Es. Dan ternyata, pedang itu begitu kuat sekali." Sagachi berkata dalam hati dalam keadaan sedang memejamkan kedua matanya.


Keesokan harinya.


Sorot cahaya matahari pagi masuk melewati jendela kamar Sagachi. Hal itu membuat pemuda berambut biru itu terbangun dari tidurnya karena silaunya cahaya itu.


Saat Sagachi bangun dari tidurnya, ternyata, Ia melihat Kenta Ken telah bangun lebih awal darinya.


"Ternyata, kamu sudah bangun lebih dulu, Ken-san?" ujar Sagachi sembari mengucek kedua matanya.


"Iya, ayo kita bangunkan yang lain dan kemudian melanjutkan misi kita selanjutnya!" ajak Kenta Ken.


"Baiklah, ayo!" kata Sagachi merespon.


Kemudian, mereka pun keluar dari kamar dengan tujuan untuk membangunkan teman satu tim yang lainnya.


Saat Kenta Ken membuka pintu kamar tersebut, tiba-tiba saja ia melihat Hazuki dan Ezio yang sedang berada di depan pintu kamarnya.

__ADS_1


"Hazuki?"


"Ooh, ternyata kalian sudah bangun," ucap Hazuki. Kemudian, ia meyapa, "Ohayou Gozaimasu, Ken-san, Sagachi-san,"


"Ohayou," jawab Sagachi dan Kenta Ken secara bersamaan.


Setelah itu pun, Vitaloka dan Furuko juga keluar dari kamarnya. Melihat Sagachi dan yang lainnya sudah sudah berkumpul di depan pintu kamar, mereka langsung menyapa, "Ohayou Gozaimasu, Mina-san."


"Ohayou," kata mereka yang di situ balik menyapa.


"Sekarang, ayo kita lakukan misi selanjutnya!" ajak Kenta Ken.


"Baiklah, ayo kita lakukan misi yang selanjutnya!" kata Sagachi dengan semangat.


"Yuk!" kata Furuko merespon ucapan Sagachi, sementara yang lainnya hanya mengangguk sebagai jawaban.


Setelah itu pun, mereka keluar dari Istana Kerajaan Zephyra. Di luar istana, lebih tepatnya di halaman, mereka mencium bau busuk yang asalnya dari mayat-mayat para prajurit yang semalam mereka bantai.


"Hieeek, bau banget!" Rasanya Furuko seperti ingin muntah mencium bau bangkai yang menyengat itu. Apalagi bau anyir darah dari mayat Raja Iblis Totemo Hokori.


"Kita langsung terbang saja menaiki Ezio," ujar Hazuki memberi saran. "Ezio, berubahlah ke wujud elangmu dan bawa kami ke Area Kota Kerajaan Zephyra!"


"Baiklah, Master." Ezio menyanggupi permintaan dari masternya, kemudian ia pun langsung merubah wujudnya menjadi seekor Elang Raksasa seperti di saat waktu itu.


"Baiklah, ayo naik!" Hazuki langsung meloncat ke atas punggung Ezio.


"Hmmp." Sagachi dan juga yang lainnya pun juga menyusul naik atas punggung Ezio.


Beda dengan yang waktu itu, sekarang Ezio sudah tidak perlu lagi menyuruh mereka untuk berpegangan pada bulunya, karena tanpa disuruh pun sekarang mereka sudah tahu.


Setelah itu pun, Ezio langsung melesat terbang dengan cepat ke atas.


Tak berselang waktu lama, akhirnya pun Ezio mendaratkan mereka pada suatu kota yang masih termasuk wilayah Kerajaan Zephyra yang banyak penduku desa-nya.


"Baiklah, kita sudah sampai, ayo kita seleksi mereka!"

__ADS_1


__ADS_2