
"Tentu saja dengan senang hati saya bersedia, Yang Mulia. Karena itu sudah menjadi misi saya di dunia ini." Sagachi menerima tawaran dari sang raja yang memberikan tugas atau misi kepadanya untuk mulai pergi ke kerajaan raja iblis besok.
"Baiklah. Sekarang, kalian beristirahat terlebih dahulu." Ucapan sang raja ini tertuju kepada Sagachi dan Kenta Ken. Kemudian, sang raja menatap Kenta Ken dan berkata, "Ken, kau ajaklah Sagachi untuk makan! Setelah itu, antarlah dia ke kamar istana yang masih kosong!"
"Baik, Yang Mulia," ucap Kenta Ken menyanggupi perintah sang raja. Setelah itu, ia menatap Sagachi dan berkata, "Ayo, ikut aku sekarang, Sagachi-san!"
Sagachi hanya menanggapinya dengan menganggukkan kepalanya, kemudian mereka berjalan menuju ke istana, lebih tepatnya ke ruang makan Istana Kerajaan Alcazar Sevilla.
Di ruang makan Istana Alcazar Sevilla.
Di sini Sagachi disuguhkan berbagai jenis makanan yang lezat-lezat. Ia pun teringat dengan adiknya di saat akan menggigit daging ayam bakar ke mulutnya. "Furuko!"
Sagachi teringat di saat ia makan bersama dengan adiknya itu. Ada rasa kejanggalan di dalam hatinya. Dalam hatinya ia bergumam, "Makanan paling enak itu adalah, ketika aku makan bersama adikku."
Kemudian, ia bergumam lagi dalam hati, "Andai Furuko juga ikut denganku le istana ini, dia pasti senang sekali melihat banyak makanan selezat ini."
Sementara Kenta Ken yang duduk di samping kirinya Sagachi, ia memperhatikan pemuda berambut biru itu yang terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu. "Sagachi-san, apa yang kamu pikirkan? Apakah kau tidak suka dengan makanan seperti ini?"
Sagachi pun sedikit tersentak dan kemudian ia menjawab, "Oh, bukan apa-apa. Tentu saja aku suka, makanan di sini enak-enak kok."
"Kuperhatikan, kamu barusan seperti sedang memikirkan sesuatu," ucap Kenta Ken, kemudian ia mengambil nasi dengan centong, dan setelah itu menaruh nasi itu ke piringnya. "Apa yang sedang kamu pikirkan?"
Sagachi yang sedang mengunyah makanannya. Ia pun segera menelan makanan yang dikunyahnya itu, dan kemudian menjawab pertanyaan Kenta Ken dengan jujur. "Aku sedang memikirkan adikku."
"Oh, begitu ya," kata Kenta Ken merespon ucapan Sagachi.
Setelah itu, tidak ada lagi pembicaraan di antara mereka berdua sampai mereka selesai makan malam.
Setelah mereka selesai makan, Kenta Ken mengantarkan Sagachi ke kamarnya, agar remaja berambut biru bisa beristirahat dan memiliki cukup tenaga di saat besok berangkat menuju ke kerajaan yang kuasai raja iblis.
__ADS_1
"Ini kamarmu. Beristirahatlah! Besok kita menuju ke Kerajaan Zephyra untuk menyerang raja iblis Totemo Hokori," ucap Kenta Ken sembari membukakan pintu kamar untuk Sagachi.
"Raja iblis Totemo Hokori?" tanya Kenka. Ia penasaran dengan raja iblis yang diucapkan oleh Kenta Ken barusan ini.
"Ya, raja iblis Totemo Hokori adalah raja iblis yang memiliki sifat sombong. Bisa dibilang, tidak ada orang di dunia ini yang lebih sombong darinya. Semakin ia sombong, maka kekuatannya akan semakin meningkat," ucap Kenta Ken menjelaskan. "Ya sudah, kau beristirahatlah terlebih dahulu, besok kita akan berangkat pagi-pagi."
"Baiklah," ucap Sagachi sembari memasuki kamar itu. Namun, ia teringat ingin menanyakan sesuatu, sehingga hal itu membuat ia menghentikan langkahnya dan kemudian berbalik ke arah Kenta Ken. "Eh, aku ingin menanyakan sesuatu."
"Ingin bertanya soal apa? Besok saja," ucap Kenta Ken kemudian langsung beranjak pergi.
Sagachi langsung bergegas mengejar Kenta Ken belum begitu pergi jauh dari sini, "Eh, tunggu! Aku cuma tanya sebentar."
Kenta Ken pun menghentikan langkahnya, kemudian ia membalikkan tubuhnya dan berkata, "Baiklah, kamu ingin bertanya soal apa?"
Sagachi yang telah sampai di dekatnya pun berkata, "Aku ingin bertanya, kata kunci untuk skill dari Kristal Energi Alam yang kamu berikan ini apa?"
"Mana Regen ... ON. Itu kata kunci untuk meregenerasi manamu. Semisal kamu kehabisan mana, ucapkanlah kata kunci itu. Maka dengan begitu, kekuatan Kristal Energi Alam yang sudah menyatu dengan pedang-mu itu akan menghisap Energi Alam. Dan tentunya, Energi Alam itu jumlahnya bisa dibilang tanpa batas karena saking banyaknya." Kenta Ken menjelaskannya dengan detail, dan kemudian ia langsung beranjak pergi dari situ.
Kenta Ken tidak menoleh dan masih terus berjalan menatap dengan, ia hanya merespon Sagachi dengan mengisyaratkan tangan kanannya yang diangkat. Setelah itu, pria berjubah hitam itu telah hilang dari pandangan Sagachi.
Sagachi pun kemudian langsung bergegas menuju kamarnya. Ia kemudian menutup pintu itu dan beranjak mendekati ranjang dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan kasur yang empuk itu. Tentu saja, ini lebih empuk daripada kasur di penginapan Vitaloka.
Sagachi berusaha memejamkan matanya, dengan tujuan untuk mengistirahatkan tubuhnya. Sempat terpikirkan olehnya, tentang raja iblis yang akan dilawannya.
"Totemo Hokori. Semoga saja, aku bisa mengalahkannya."
Tak berselang lama kemudian, remaja berambut biru itu pun akhirnya terlelap dalam tidurnya.
...---...
__ADS_1
Keesokan harinya.
Sorot cahaya matahari menerobos masuk melalui celah jendela, meskipun jendela itu tertutup, akan tetapi cahaya matahari pagi masih bisa menerobos masuk ke dalam kamar yang Sagachi tempati ini. Tentu saja, hal itu membuat remaja berambut biru itu terbangun dari tidurnya,?lp karena sorot cahaya matahari pagi ini membuat matanya yang terkena sinar itu kesilauan.
"Aaah ... sudah pagi, ya?" tanyanya entah pada siapa. Karena, di kamarnya ini ia hanya sendiri dan tak ada siapa pun di sini.
Sagachi kemudian beranjak turun dari ranjang besar itu, kemudian ia berjalan mendekati jendela dan kemudian membukanya. Angin pagi yang menerpa wajahnya setelah ia membuka jendela itu, membuat wajahnya merasa segar, walaupun itu sedikit membuatnya merasa kedinginan.
"Ternyata benar, sekarang memang sudah pagi," gumamnya sembari melihat beberapa prajurit berlalu lalang dari jendela kamarnya.
Tak berselang lama, tiba-tiba saja ada seseorang mengetuk pintu kamarnya.
"Sagachi-san, apakah kamu belum bangun?" ucap seseorang yang mengetuk pintu kamar Sagachi.
Tentu saja Sagachi tahu siapa orang yang mengetuk pintu kamarnya, karena ia sudah bisa menduganya dari suaranya. Dengan segera, ia pun langsung bergegas menuju ke arah pintu kamarnya untuk membukakan pintu yang terkancing itu. "Aku sudah bangun kok. Sebentar, aku bukakan pintunya."
Sagachi pun membukakan pintu tersebut, dan menampakkan kalau orang yang tadi mengetuk pintu kamarnya itu tak lain adalah Kenta Ken.
"Langsung berangkat sekarang?" tanya Sagachi setelah membukakan pintu.
"Iya, secepatnya. Ayo, kita bergegas ke ruang singgasana!" ajak Kenta Ken.
"Aku cuci muka dulu, ya! Eh, tapi di mana tempat untuk cuci muka di sini?" tanya Sagachi.
Kenta Ken pun kemudian mengantar Sagachi pergi ke tempat cuci muka. Setelah itu, mereka langsung bergegas menuju ke ruang singgasana untuk menemui sang raja.
Di ruang singgasana.
Kini Kenka Ken dan juga Sagachi telah menghadap sang raja. Sang raja pun langsung beranjak dari singgasananya, medekati Sagachi dan menepuk pelan pundak remaja bermabut biru yang sedang berjongkok memberi hormat padanya. "Berhati-hatilah, dan bawalah kemenangan! Dan jika kamu telah berhasil mengalahkan raja iblis di kerajaan yang dikuasai raja iblis itu, jadikanlah salah satu rakyat yang pantas di kerajaan itu untuk menjadi raja untuk memimpin kerajaan itu!"
__ADS_1
"Baiklah, Yang Mulia."