
"Sudah-sudah! Kalian kenapa jadi bertengkar gini sih!" Vitaloka berusaha menghentikan pertengkaran kedua pemuda itu. Akan tetapi, kedua pemuda itu tidak menggubrisnya sama sekali, dan malahan mereka berdua melanjutkan pertengkarannya.
"Sepertinya mereka akan melakukan duel kalau bertengkarnya sudah separah ini. Aku harus mencegah mereka!" Vitaloka berucap dalam hati sembari menyiapkan kedua Kunai yang kini telah ia genggam di tangannya.
Ketika gadis berambut ungu itu melihat Hazuki melesat ke arah Kenta Ken dengan kecepatan tinggi, ia langsung berucap, "Kuiku Tenso!"
Dalam sekejab, tiba-tiba saja Vitaloka telah berada di tengah-tengah antara Kenta Ken dan Hazuki. Tangan kanannya yang memegang sebuah Kunai menangkis Dagger Hazuki, begitu pula dengan tangan kirinya yang memegang Kunai juga menangkis Katana Kenta Ken. Ternyata, gadis itu sudah berencana untuk menghentikan duel yang akan mereka lakukan dengan menggunakan jurus teleportasi ala ninja-nya.
"Tolong hentikan! Apakah kalian tidak bisa rukun barang sebentar saja? Dan lagi kau, Ken-san? Apa yang terjadi padamu? Biasanya kau yang pendiam dan dingin, lalu kenapa setelah bertemu Hazuki-san malah seperti anak kecil saja yang selalu saja bertengkar?" Vitaloka berucap dengan intonasi tinggi kepada mereka berdua, setelah berhasil mencegah keduanya yang akan berduel itu.
Keduanya hanya diam mendengarkan ucapan dari Vitaloka, walaupun wajah dari masing-masing keduanya masih tersulut emosi.
"Tidak ada gunanya kalian bermusuhan, apalagi sampai mau berkelahi. Ingatlah tujuan kita ke sini!" sambung Vitaloka.
"Nisan, mereka itu sebenarnya kenapa sih?" Furuko berbisik kepada Sagachi yang berada di sampingnya.
"Nisan juga tidak tahu, nisan gak mau ikut campur urusan mereka. Biarlah Vita-san yang mengurusnya." Sagachi menjawab dengan berbisik juga.
Vitaloka kembali berucap, "Sekarang, kalian berdua berjabat tanganlah! Rukunlah sebagai teman satu tim!"
Hazuki pun mengulurkan tangan kanannya ke arah Kenta Ken untuk mengajaknya berjabat tangan. "Kita sudahi saja perkelahian ini. Benar seperti yang dikatakan Vita-san, jika sesama teman satu tim itu tidak baik bermusuhan."
Sembari menghela napas beratnya, akhirnya pun Kenta Ken membalas jabatan dari Hazuki. "Baiklah-baiklah."
Vitaloka menghela napas lega setelah berhasil membuat keduanya rukun. "Nah, gitu dong. Sekarang kita—"
Tiba-tiba saja sebuah suara dari arah lain mengejutkan mereka. "Berani-beraninya kalian memasuki istanaku dan membunuh seluruh prajuritku!"
Sontak saja mereka langsung menoleh ke arah sumber suara.
"Itulah Raja Iblis Totemo Hokori. Bersiaplah kalian untuk bertarung!" Kenta Ken langsung menyiapkan kuda-kuda bertarung sembari mengaktifkan mode mata ungunya.
__ADS_1
"Baiklah!" sahut mereka serempak bersamaan.
"Ken-san, mari kita lakukan kombinasi seperti dulu lagi!" ajak Hazuki.
Kenta Ken pun kembali teringat ia pernah melakukan kombinasi yang sangat kuat saat bersama dengan Hazuki. "Baiklah, ayo!"
"Secepat itukah mereka baikan? Vita-san memang hebat bisa mempersatukan mereka," ucap Furuko kagum.
"Iya, Furuko. Bersatu teguh, bercerai runtuh. Dengan begini, kekuatan tim kita akan bisa maksimal!" kata Sagachi merapon ucapan Furuko. "Mari Furuko, kita juga harus semangat!"
"Baik, Nisan!" jawab Furuko dengan penuh semangat.
Raja Iblis Totemo Hokori itu mengacungkan pedangnya ke arah mereka. Dengan santai Raja Iblis itu berkata, "Apakah kalian orang yang sangat mudah untuk dikalahkan?"
"Sombong sekali dia berkata seperti itu!" Sagachi mengratkan genggaman tangannya pada pedangnya.
"Sagachi, jangan terkecoh dengan sifatnya. Dia adalah rajanya sifat sombong. Semakin dia sombong, maka dia akan semakin kuat. Jadi, sebisa mungkin kita harus membuat dia marah agar tidak bisa sombong lagi," ucap Kenta Ken menjelaskan.
"Jangan cuma omong saja kau!" Raja Iblis Totemo Hokori melesat ke arah Kenta Ken dengan kecepatan tinggi dan hawa membunuh yang kuat.
"Sekarang, Hazuki!" Kenta Ken berucap dengan santai di belakang Raja Iblis. Meskipun demikian, tapi ucapannya itu tetap bisa didengar dan ditangkap dengan sangat jelas oleh indera pendengaran Hazuki.
Karena, sekarang ini mereka sedang merencanakan untuk menggunakan skill kombinasi duo maut.
"Baiklah," jawab Hazuki sembari mempersiapkan skill yang akan ia kombinasikan dengan Kenta Ken. Tampaknya, mereka telah menyusun strategi mematikan.
"Rantai Dimensi ... aktifkan!" Hazuki mengucapkan kata kunci yang membuat pergelangan gagang Dagger-nya terpisah. Namun, di sela-sela terpisahnya gagang Dager dan Dager itu, terlihat ada sebuah lubang Dimensi. Dari Lubang Dimensi itu, muncullah sebuah rantai yang menghubungkan antara Dagger dan gagangnya.
"Benang Tenaga!" Kenta Ken membuat jalur tenaga dalam dengan mana-nya, jalur itu berputar dengan cepat mengitari Raja Iblis Totemo Hokori.
"Hubunkan!" ucap Kenta Ken dan Hazuki serempak bersamaan dalam pengucapan kata kunci kombinasi mereka. Hal ini membuat Rantai Dimensi Hazuki langsung melingkar tepat di jalur tenaga yang telah Kenta Ken buat, dan setelah itu rantai itu langsung mengikat Raja Iblis Totemo Hokori dengan erat sekali sampai tak bisa berkutik.
__ADS_1
"Sial! Berani-beraninya kalian mengikatku!" ucap Raja Iblis Totemo Hokori sembari berusaha melepaskan diri dari ikatan rantai itu.
"Sekarang habisi dia, Ezio!" titah Hazuki pada servant-nya.
"Baiklah, Master." Ezio langsung mempersiapkan skill-nya.
"Sagachi, Furuko, Vitaloka. Ayo! Kalian juga keluarkan kemampuan kalian untuk menghabisi Iblis ini!" Kenta Ken juga berseru pada ketiga-nya.
"Baiklah!" Jawab Sagachi, Furuko dan juga Vitaloka secara bersamaan. Mereka pun langsung mempersiapkan skill yang menurut mereka akan mematikan Raja Iblis Totemo Hokori.
"My mana is the arrows from my bow!" Furuko berucap sembari menarik benang busur-nya.
"Fuma Suriken!" Vitaloka berucap sembari memainkan suriken lipat yang ia putar-putarkan hingga membentuk seperti suriken raksasa.
"I'm not a terrorist, and I'm not a killer. However, it all happened because I was slandered by the real killer. That was the beginning of why I was fated to come to this world. And the beginning of the power that I obtained was the power of the Ice Dragon. So with this power, then show me great magic and might, O Ice Dragon Sword!" Sagachi mempersiapkan skill yang akan ia lancarkan.
"Apakah itu mantra? Nisan bisa melakukan sihir?" Furuko berucap dalam hati. "Dia kan Swordman?"
Sementara Ezio, ia telah menyiapkan ratusan lubang dimensi, dan kali ini, dari lubang dimensi itu akan akan ada serangan hujaman tombak.
"Cepaat! Sebelum rantai ini terputus!"ujar Kenta Ken.
Mereka pun langsung memulai melancarkan serangannya masing-masing.
"Discharge!" Furuko melesatkan anak panah petirnya.
"Rasakan ini!" Vitaloka melesatkan suriken besarnya.
"Killing Spear Shot!" Ezio melepaskan hujaman tombak yang muncul dari lubang-lubang dimensi yang dibuatnya.
"Slayer Ice Dragon Sword Slash!" Sagachi melesatkan sebuah tebasan jarak jauh, dan tebasan itu terlihat seperti bayangan Naga Es terbang dengan cepat ke arah Raja Iblis Totemo Hokori yang kini masih terikat dengan skill Rantai Hazuki.
__ADS_1
Di saat semua serangan itu menuju ke arah Raja Iblis yang terikat rantai itu, Kenta Ken dan juga Hazuki langsung melesat dari situ agar tidak terkena ledakan dari dahsyatnya empat serangan teman mereka yang secara bersamaan.
Alhasil ....