
Xio Fang dan Xio Light yang sedang berjalan-jalan di sekitar sekte lantas terkejut saat jasad wanita yang bersimbah darah jatuh di hadapan mereka.
Xio Fang yang syok akan pemandangan yang begitu mengerikan lantas terduduk lemas dengan tubuh bergetar dengan hebat.
"Quen Yu!" panggil Xio Light yang membuat Quen Yu langsung berada di depan matanya. "Iya ada apa?" tanya yang belum sempat melihat jasad wanita yang bersimbah darah di atas permukaan tanah.
"Kamu bantu bawak Xio Fang tempat yang teduh. Aku akan membawa wanita ini kehadapan ibunda agar di obati dengan segera" ucap Xio Light yang membuat Quen Yu menoleh kearah wanita yang sekarang hilang kesadaran.
Quen Yu langsung membungkam mulutnya karena pemandangan yang tidak mengenakan. Karena ia tau kalau sekarang bukan waktu-nya terkejut. Quen Yu langsung memapah tubuh Xio Fang menuju tempat yang teduh.
***
Xio Light mulai membawa wanita yang sudah tidak berdaya di atas punggungnya. Ia mulai mencepatkan jalan-nya karena deru nafas wanita itu mulai memudar.
"Ibunda!!!" pintu terbuka lebar saat Xio Light mendorongnya. Terlihat wanita yang sedang meneyembuhkan muridnya yang cedera saat latihan tadi, ia adalah Zuanzi.
"Ada apa Xio Light?. Dan siapa wanita yang ada di atas punggu mu?" dua pertanyaan berhasil lolos begitu sahaja dari mulut Zuanzi.
"Tidak tau ibunda, tadi kami sedang berjalan-jalan ingin keluar sekte. Tiba-tiba wanita yang penuh luka ini jatuh di depan kami" jawab Xio Light.
"Ayo baringkan di sini!" titah Zuanzi yang .langsung di laksanakan oleh Xio Light
"Kamu bersihkan tubuh lalu ganti pakaian mu". "Baik ibunda" Xio Light berjalan menuju rumahnya yang tidak terlalu besar.
Ia mulai membuka semua pakaian-nya lalu mandi dengan cepat. Aroma darah sudah tidak menempel lagi di badan Xio Light.
***
Zuanzi dengan cepat membersihkan luka yang ada di tubuh wanita itu, di tangan kanannya terdapat gulungan. Karena ingin tau Zuanzi mengambil gulugan itu lalu membacanya.
"Hah, bukan kah ini ilmu rahasia milik sekte Penyamun" Zuanzi begitu syok saat membaca judul dari ilmu yang tertera pada gulugan.
Karena ia tidak ingin melanggar hukun sekte ia langsung menyimpan gulugan itu di tempat yang aman.
__ADS_1
Dengan tenaga dalam, Zuanzi dengan teliti menyambung kan kembali saluran peredaran darah yang terputus begitu pula dengan urat sarafnya.
"Siapa yang melakukan ini, ini begitu kejam" gumam Zuanzi yang bergidik ngeri melihat luka yang terdapat di tubuh wanita ini.
"Quincey!" panggil Zuanzi. Quincey yang tidak jauh dari Zuanzi langsung berjalan mendekati gurunya ini.
"Iya ada apa guru, ada yang bisa saya bantu?" suara lembut milik Quincey terdengar enak di telinga siapa sahaja.
"Tolong kamu bersihkan tubuhnya ya, lalu kamu pakaikan pakaian. Guru ingin mencari tanaman obat untuk luka luarnya".
"Baik guru" Quincey langsung berjalan untuk mengambil air yang akan di gunakan untuk membasuh darah yang menempel di kulit wanita tersebut. Tidak lupa juga Quincey membawakan pakaian untuk wanita tersebut.
***
Di tempat lain, Xio Fang yang sudah mulai membaik.
"Bagaimana keadaan mu Rayi?" tanya Xio Light yang baru sahaja sampai, ia begitu khawatir dengan keadaan Rayinya ini.
"Rayi sudah mulai membaik Raka" jawab Xio Fang dengan suara yang begitu lemah dan tidak lupa senyuman yang selalu terukir di wajahnya. Xio Fang juga begitu menyayangi Rakanya satu ini.
"Xio Light, Xio Fang aku pamit pergi dulunya" Quen Yu bangun dari tempat duduknya lalu berjalan meninggalkan mereka berdua.
"Apa tubuh mu masih lemas Rayi?" pertanyaan Xio Light hanya di bals anggukan oleh Xio Fang.
"Kamu tunggu disini dulu ya, Raka mau mengambil ramuan agar tubuh tidak lemas lagi" kata Xio Light yang langsung pergi meninggal Rayinya.
Tidak lama kemudian Xio Light datang dan menemani Xio Fang, ia juga tidak lupa untuk menyuruh Rayinya untuk minum ramuan yang di berikan oleh Quincey.
"Rayi, apa kamu sudah bisa ilmu dasar pedang?" Xio Light mulai pembukaan bicara di mana kali tadi diam sahaja.
"Sudah Raka" jawab Xio Fang.
"Bagus, jadi nanti kalau kamu sudah tidak lemas lagi, kita akan latihan ilmu yang lain. Leluhur banyak meninggalkan gulugan kuno begitu banyak. Kata ayahanda itu adalah ilmu dari kedua pusaka yang sekarang kita pegang masing-masing satu senjata" ucap Xio Light panjang lebar.
__ADS_1
"Ayo Raka, tubuh Rayi sudah tidak lemas lagi" Xio Fang beranjak dari duduknya lalu merenggangkan otot-otot tubuhnya. Bunyi tulang terdengar jelas saat gerakan demi gerakan di lakukan.
Kedua anak muda itu langsung berjalan sampai di depan ruang pribadi milik Xio Nigt. Mereka berdua tanpa minta izin langsung masuk.
"Ayahanda, Rayi sudah dapat menguasai ilmu dasar pedang, sesuai perkataan ayahanda, kalau kami akan di berikan gulugan titipan dari leluhur" ucap Xio Light saat bokongnya menyentuh kursi kayu.
"Baiklah" Xio Nigt mulai mengibaskan tangannya, dalam sekejap muncul berbagai gulugan kuno yang sudah berwana coklat.
"Ini ambillah, kalian simpan sendiri. Pelajari dengan baik ya" ucap Xio Nigt dengan senyuman yang begitu merekah.
"Baik ayahanda, terima kasih" kedua anak muda itu berterima kasih bersama, sebelum mereka keluar dari ruangan itu.
***
Di taman yang begitu asri, terdapat tiga anak muda yang sibuk dengan latihan mereka, ada yang menggunakan Toya, pedang dan juga tombak.
Di atas permukaan bumi terdapat tiga gulugan. "Yang semangat latihannya" suara ketawa kecil keluar dari mulut Xio Fang saat Xio Light mengucap kata tadi.
"Ya semangat lah, katanya juga mau jadi pendekar yang hebat" balas Lintian yang di tangannya terdapat tongkat Toya.
"Kalian berdua ngapain kesini?" tanya Nian Wang yang matanya masih fokus kepada gulugan kuno yang di berikan oleh Xio Nigt.
"Mau latihan juga" jawab Xio Light yang mengeluarkan satu gulugan di ruang tanpa dinding.
Xio Fang yang melihat Rakanya kini sibuk dengan gulugan yang di berikan oleh leluhur, ia juga ikutan.
Ia pilih yang paling tebal gulungannya.
[Ilmu meringankan tubuh tingkat satu]
Ilmu meringankan tubuh ialah salah satu ilmu yang dapat membuat tubuhn menjadi ringan bagaikan kapas di atas permukaan angin, jadi saat berlari pengguna ilmu itu tidak akan kesusahan.
Apa lagi si pengguna dalam keadaan di kejar oleh musuh. Ia dapat melarikan diri dengan mudah.
__ADS_1
Di gulungan tersebut, setiap langkah atau jangkah kaki memerlukan sekitar sepuluh lingkaran tenaga dalam.
'Hah, setiap langkah membutuhkan sepuluh tenaga dalam, jadi aku hanya dapat berlari kurang lebih lima puluh langkah' Xio Fang begitu terkejut saat tau kalau dirinya harus memiliki banyak tenaga dalam.