
Nian Wang lantas terduduk dengan lemas saat dua lawan berhasi ia kalahkan. Bau amis darah langsung meneyeruak dan menusuk indra penciuman.
Lintian yang tadinya kehilangan kesadaran kini telah sadar secara sepenuhnya.
Karena tubunya ia begitu lemas, ia hanya terduduk sampai pagi tiba.
"Aduh sakit-nya" Quen Yu bangun pertama kali, ia sampai shock dengan pemandangan yang ada di sekitar. Bau darah langsung menusuk indra penciuman-nya.
"Hoeeekkk" Quen Yu mengeluar-kan isi perutnya di luar penginapan.
Saat keadaan mulai membaik, ia langsung membangunkan semua-nya.
Wenyu langsung memeriksa gulungan yang berada di balik jubah "bagus masih ada, apa yang terjadi tadi malam".
Lintian dan Nian Wang langsung menceritakan apa yang telah terjadi. Quen Yu terlihat ketakutan saat mendengar cerita teman-nya itu.
"Dunia pendekar itu adalah dunia yang begitu kejam. Yang hebat dapat melindungi dirinya dan orang yang ia sayangkan. Apa bila ia lemah, ia hanya menjadi bahan serangan bagi yang kuat".
"Dunia pendekar itu sama dengan dunia hewan atau binatang. Banyak orang-orang yang serakah di dunia ini. Orang itu tidak lebih seperti iblis yang haus akan darah".
"Apa bila kalian mau melindungi orang yang kalian sayang mangka kalian harus menjadi lebih kuat dan hebat" Wenyu berbicara panjang lebar membuat kami sadar akan kesadisan dan kekejaman dunia ini.
Dunia yang begitu mengerikan, orang yang lemah sama dengan santapan bagi orang yang hebat.
Siapa yang kuat akan menjadi musuh bagi orang yang licik, orang yang licik itu akan melakukan apa pun demi apa yang ia inginkan, kekusaan, kekuatan mau pun apa pun itu.
Ke-enam pendekar mulai melompat dari satu dahan pohon menuju dahan pohon yang lain, mereka mempercepat perjalanan mereka sebelum matahari terbenam.
Mereka tidak mau hal yang serupa terjadi lagi, hal yang begitu mengerikan. Kalau di ingat-ingat bulu kuduk akan langsung menjadi tegang.
__ADS_1
Wenyu memimpin jalan yang ada di depan, yang lain mengikuti dari belakang sambil mengawasi keaadaan sekitar. Mereka lebih waspada dari pertama kali memulai perjalanan.
Mereka juga berjanji satu sama lain untuk terus bersama walaupun hal pahit harus mereka telan. Mereka harus saling melengkapi dan melindungi.
"Sepertinya kita akan sampai dengan cepat, matahari sahaja belum berada di atas kita" Wenyu memberitahu.
"Apa kiya tidak istrirahat dulu?" Xio Fang memberi pertanyaan di sela-sela lompatan. "Kalau Rayi capek kita bisa istrirahat kok" balas Xio Light.
Semuanya memutuskan untuk beristirahat sebentar. Mereka semua berteduh di bawah pohon yang lebat.
Angin sepoi-sepoi mengelus kulit mereka. "Tidur sebentar pasti enak" Nian Wang menajatuhkan tubuhnya di atas rumput.
"Kalau mau tidur, tidur lah di sekte penyamun. Di sini terlalu berbahaya. Kita harus sampai dengan cepat" ucap Wenyu yang di balas anggukan oleh semua-nya.
Nian Wang yang mendengar penuturan Wenyu langsung bangun dan duduk. Ia juga lansung memakan roti kering yang mereka dapatkan di penginapan.
"Ini tidak ada racun-nya kan?" Nian Wang bertanya dan di balas gelengan kepala oleh Quen Yu.
"Ia benar itu, kalau ada racun pasti ada bau yang tidak sedap keluar dari roti itu" Xio Fang ikut bergabung dalam topik yang di bicarakan.
"Ada juga racun yang tidak ada baunya Xio Fang" Wenyu memberitahu.
Merasa sudah cukup istrirahat, semuanya langsung melanjutkan perjalan yanh sudah tidak jauh lagi. Tepat matahari mau terbenam semuanya telah sampai di depan sekte penyamun.
Di depan gerbang sekte penyamun terdapat seorang wanita yang kini sedang gelisah. Ia berjalan kearah barat dan timur berulang-ulanh kali. Sepertinya ia sedang menunggu sesuatu atau seseorang yang sudah lama tidak kembali.
"Guru!!" Wenyu berlari menghampiri wanita yang gelisah itu. Hah... guru?.
"Wenyu kamu kenapa lama sekali, guru menkhawatirkan dirimu" wanita itu menangis senang, karena murid-nya yang ia sayangi selamat, tanpa luka di tubuhnya.
__ADS_1
"Murid ke buru sama aliran hitam Guru, sekte Xio yang telah melindungi ku. Mereka sahaja sampai mengutus pendekar-pendekar hebat untuk mengawalku sampai ke sekte. Mereka melindungi murid sampai akhir" Wenyu berucap panjang lebar membuat wanita itu melihat ke arah kelima anak yang sedari tadi diam sahaja.
"Salam hormat kami kepada pemilik sekte penyamun" kelima anak itu berucap lalu membungkuk memberi hormat.
"Salam hormat kembali pendekar sekte Xio, perkenal-kan nama ku Sian Mo" balas wanita itu yang bernama Sian Mo.
"Saya ucapkan terima kasih banyak karena telah melindungi murid ku sampai kesini" Sian Mo berterima kasih. Ia begitu senang karena murid pemungkas-nya masih selamat dari incaran para pendekar aliran hitam.
"Itu sudah memang kewajibam kami sebagai pendekar aliran putih. Guru Xio Nigt dan guru Zuanzi mengirim salam untuk anda nona Sian Mo" Xio Light berkata dengan lancar membuat Sian Mo tersenyum.
"Salam kembali untuk guru kalian. Alangkah baiknya kalian beristirahat di sekte kami, malam sudah merebat dan hampir menutupi terang-nya matahari" ucap Sian Mo dengan lembut yang di balas anggukan oleh mereka berlima.
***
Xio Fang dan Xio Light di antar di paviliun angsa, mereka berdua ingin terus bersama. Kedua-nya tidak mau di pisahkan. Begitu pula dengan Nian Wang dan Lintian mereka di paviliun merpati putih.
Quen Yu di antar menuju paviliun milik Wenyu. Wenyu sendiri yang memintanya, Sian Mo tidak merasa keberatan jadi mengizinkan.
Di tempat lain, di bawah tanah ter-dapat dua wanita yang saling berbincang.
"Ini gulungan-nya guru" ucap wanita itu yang tidak lain ialah Wenyu dan satunya adalah pemilik sekte penyamun ia tiada lain adalah Sian Mo.
Sian Mo menerima gulungan yang di berikan oleh Wenyu, ia mulai melihat dari sisi kanan gulugan sampai habis sisi kiri.
"Akhirnya, ilmu legenda yany kini sekte inginkan sudah ada. Mulai besok Wenyu kami pinta semua guru yang ada di sekte untuk berkumpul. Malam ini kamu panggil mereka dan bawa ketaman!" pinta Sian Mo yang langsung di patuhi oleh Wenyu.
Yang pertama kali yang di panggil oleh Wenyu adalah Quen Yu, lalu di lanjutkan dengan Xio Fang dan Xio Light.
Dan yang terakhir Nian Wang dan Lintian.
__ADS_1
Mereka semua kini telah berada di taman yang begitu indah, lentera terdapat di mana-mana kunang-kunang mengitari taman. Siapa sahaja yang melihat-nya akan terpukau.
"Saya kumpulkan kalian di sini, tiada lain untuk berterima kasih kepada kalian. Sebagai ucapan terima kasih kepada kalian. Kalian semua boleh memiliki ilmu legenda milik sekte penyamun. Kalian akan aku ajarkan sampai bisa satu malam ini juga" Sian Mo berkata dengan lantang-nya.