
Setelah cukup istrirahat. Ke-lima pendekar lanjut memacu kuda-nya. "Ingat semua-nya apa yang kita rencanakan tadi malam!" Xio Light mengingatkan semuanya.
Xio Light hanya mendapat-kan anggukan dari ke-empat anggotanya, itu lebih dari pada cukup. Kuda ter-pacu dengan cepat dan hanya meninggalkan jejak saja di tanah yang lembab.
Tepat matahari berada tepat di tengah kepala mereka, mereka semua telah sampai di desa tujuan.
Tanpa banyak basa-basi Xio Light langsung menunjukan tanda pengenal atau identitas. "Silahkan masuk pendekar" ucap sang penjaga sambil tersenyum lembut.
"Akhir-nya ada pendekar yang ber-siap membantu kita" sang penjaga tersenyum tipis. "Iya itu benar" balas teman-nya.
***
Pemilik desa menceritakan apa yang terjadi selama ini. Banyak para warga jadi korban, ada juga warga yang jadi sepertinya mereka. Pemilik desa menceritakan sambil berlinang air mata.
Macam mana tidak ber-linang air mata, dari awal-nya berdiri desa ini, para warga saling membahu membangun desa, menjadi desa yang darinya kecil menjadi lebih besar.
Tidak terhitung lagi berapa tetes keringat para warga dengan semangat bahu-membahu membangun desa. Para wanita bercocok tanam di sebuah ladang yang begitu luas, tidak ada rasa letih bagi mereka.
Para laki-laki membangun tempat tinggal, membuat irigasi membangun tempat pendidikan.
"Baik, kami mengerti. Tapi sungguh di sayang sekali mereka tidak dapat di sembuhkan kecuali di bunuh. Karena ingatan mereka telah hilang secara sepenuh-nya" ucap Xio Light dengan nada yang begitu lesu.
'Mereka bisa sembuh, tapi bahan yang di perlukan begitu sulit di cari' entah dari mana kata itu muncul . Xio Fang lantas tersentak saat mendengar-kan, membuat ia jatuh dari kursi kayu.
'Kau tidak perlu terkejut' suara itu bergema lagi di pikiran dan hati Xio Fang membuat diri-nya bertanya-tanya.
__ADS_1
'Kamu tidak perlu tau, siapa aku. Aku tau bagaimana cara meneyembuh-kan mereka semua yang telah di cuci otaknya' Xio Fang semangkin tidak mengerti.
'Bahan-nya tiada lain ialah daun sujion, enam ginseng emas dan cairan yang kini bersama mu' Xio Fang mengingat semua bahan yany di sebut oleh seseorang yang tidak ia ketahui.
"Raka, Rayi izin pamit sebentar" ucap Xio Fang di balas anggukan oleh Xio Light.
'Ikut saja kata-kata ku, mangka kamu akan menemukan bahan yang kamu butuhkan' suara itu muncul lagi, tapi kali ini Xio Fang hanya mendengar-kan sahaja.
Petunjuk demi petunjuk di beritahu oleh-nya. Bahan dekil bahan mulai terkumpul dari daun sujion, ginseng emas, dan beberapa tanaman penambah energi yang akan di campur-kan di dalam obat yang akan di buat.
'Racik saja di dalam hutan menggunakan tungku emas' suara itu bergema di dalam kepala Xio Fang. "Di mana tungku emas itu?" tanya Xio Fang memberanikan diri.
Tiba-tiba di ruang terbuka muncul tungku emas yang berkilau. 'Tungku itu ku berikan untuk mu'.
"Terima kasih banyak atas pemberian-mu, hari ini aku tidak mengenal-mu tapi suatu saat aku pasti mengenal mu" Xio Fang ber-kata dengan senyuman.
Xio Fang lantas mengeluarkan tenaga dalam dan menujukan kepada tungku emas yang asa di depan-nya. Api yang berwarna hitam membara membakar tungku itu 'kendalikan api itu dengan tenaga dalam mu, sebelum bahan yang telah kau racik hangus terbakar' suara itu bergema dengan kepanikan.
Dengan cepat Xio Fang menarik lagi tenaga dalam yang ia keluar-kan. Tidak lama kemudian, api yang membakar tungku redup. Di dalam tungku terdapat banyak pil kecil, lebih kecil dari pil biasanya.
'Cepat kembali ke desa, di sana sedang terjadi kekacauan' suara itu bergema lagi membuat Xio Fang mengangguk.
Dengan kelihaian Xio Fang berlari dan melompati dahan pohon. Tidak lama kemudian Xio Fang telah berada di desa, tepatnya ia kini sedang berada di salah satu pohon.
Kekacauan telah terjadi, para pendekar mulai kekualahan. "Bagaimana ini Xio Light, Xio Fang belum kembali!" seru Lintian dari jauh sambil menangkis serangan yang begitu dahsyat.
__ADS_1
Apa bila tubuhnya terkena serangan itu mangka tamat lah riwayat-nya. "huuuuuppppp.... haaaahhhhh" Xio Fang menarik nafas lalu mengeluar-kan-nya dengan lembut.
Trak.....Dahan pohon yang di pijak oleh Xio Fang patah. Dengan tenaga dalam Xio Fang bergerak licah menyerang para pendekar aliran hitam.
Diri-nya seperti sekelebat banyangan yang bergerak ke-sana dan ke-sini. Serangan totok ia berikan, tapi hasilnya nihil tidak ada yang berhasil ia lumpuhkan.
"Baiklah dengan satu cara yang dapat ky lakukan" Xio Fang bergerak cepat menuju Raka-nya Xio Light lalu ber-ujar "lumpuhkan saja mereka Raka, lalu masukan pil ini kedalam mulut mereka" Xio Fang meneyerah-kan berapa puluh pil yang telah ia buat.
Xio Light yang tidak tau apa-apa hanya menerima dan melumpuhkan lawan demi lawan. Xio Fang juga melakukan hal yang sama dengan Nian Wang, Quen Yu dan Lintian.
Ia juga bergerak dengan cepat dan menghadang pendekar aliran hitam yang berusaha membunuh penduduk desa. Pedang Giok keluar keluar dari dalam cincin ruang, pedang yang di berikan oleh Asosiasi di saat ia resmi menjadi sakah satu keluarga Asosiasi.
Dengan sigap Xio Fang menahan serangan yang amat brutal, mereka semua menyerang secara bersamaan membuat Xio Fang kewalahan.
Bisa saja diri-nya membunuh lawanya, tapi itu hal yang ia larang. Ia berusaha menjaga serangan-nya, jangan serangan itu membunuh lawan-nya yang tak bersalah sama sekali.
Mereka semua hanya alat pembunuh yang di buat untuk menghancur-kan desa-desa hebat.
Pil demi pil masuk kedalam mulut pendekar aliran hitam. Dalam seketika para pendekar aliran hitam itu tumbang dan jatuh ketanah. Tubuh yang begitu pucat.
Dari pori-pori kekuar darah yang berwarna hitam dan berbau busuk.
Di lain sisi ke-empat pendekar yang di utus oleh pusat kota berhasil melumpuhkan banyak pendekar aliran hitam. Ke-empat pendekar itu tampak begitu senang, karena tugas yang mereka emban selesai dengan cepat tanpa harus membuat desa ini menjadi lautan darah.
Tidak sampai di situ saja para pendekar aliran hitam mulai bermunculan dari dalam hutan, mereka lebih ganas dari pada tadi. Membuat ke-lima pendekar harus ber-kerja extra. Malam berganti pagi.
__ADS_1
Di saat munculnya matahari, di saat itulah semua pendekar aliran hitam tumbang semua.
"Hahhhh.... Capek-nya" Nian Wang dan Lintian mengeluh seraya menghembuskan nafas dengan kasar.