
Xio Fang akhirnya memutuskan untuk meningkatkan atau menambahkan lingkaran tenaga dalam, dalam jangka waktu beberapa hari.
Ia pun mulai membaca satu demi satu gulungan. "Akhirnya ketemu" senyuman mulai menghiasi wajah Xio Fang, ia menemukan cara agar dapat menambah lingkaran tenaga dalam dengan cepat.
Cara pertama ialah dengan cara menyerap tanaman energi "tanaman energi, di mana aku minta. Kalau minta sama ayahandal tidak mungkin" Xio Fang bermonolog sendiri.
Cara kedua dengan menyerap energi kehidupan dari kristal siluman. "Ini lagi, di mana coba aku mendapatkannya" Xio Fang mulai prustasi.
"Hah, akhirnya aku menemukan cara yang mudah" mata Xio Fang berair katena begitu senang, apa yang ia cari akhirnya di temukan.
Dengan cara membaca mantra lalu bermeditasi. Setiap tarikan nafas lingkaran tenaga dalam bertambah sekitar 30 lingkaran.
Tanpa banyak membuang banyak waktu, Xio Fang berjalan menuju lempengan batu yang di buat khusus untuk meditasi. Ia mulai duduk dengan kaki saling menyilang, kedua mata tertutup.
Bibir mungilnya mulai bergerak saat mantra mulai di baca dengan pelan-pelan.
Setelah mantra di baca sampai selesai, Xio Fang dapat merasakan udara yang masuk lewat hidungnya begitu berbeda. Udara yang masuk begitu dingin dan memadatkan tepat di dada Xio Fang.
Lingkaran tenaga dalam menambah dengan cepat, dari yang lima ratus kini telah bertambah menjadi lima ratus sembilan puluh.
***
Xio Light yang masih berkutat dengan gulungan miliknya kini tersenyum senang. Ilmu dasar panah ia temukan, walaupun ilmu dasar daya serangnya begitu hebat.
Bisa sahaja satu busur yang lepas dari panah akan menimbulkan suara ledakan yang amat kuat. Tapi di sini Xio Light harus dapat betul-betul memadatkan energi matahari yang ia miliki.
Trang.. trang.. trang...
Suara senjata saling beradu, di mana kedua pendekar muda saling menyerang dengan kemampuan mereka masing-masing.
"Kita serius saja Lintian!" ucap Nian Wang yang mulai serius menyerang Lintian menggunakan pedang yang ia pilih dari gudang senjata.
__ADS_1
"Baiklah, kalau itu mau mu. Akan aku ladeni" senyuman mulai terukir di wajah Lintian. Lintian mulai memutar tongkat toya nya di atas permukaan tanah lalu menhempaskan (memukul) ke tanah.
Di saat ujung toya menyentuh tanah, di situlah getaran hebat terjadi.
Nian Wang yang hilang keseimbangan lantas terjatuh dan terduduk di atas permukaan tanah, begitu pula dengan Lintian ia juga jatuh ketanah karena kehabisan tenaga.
"Hah huh hah huh" nafas Lintian memburu dengan hebat, nafasnya tidak beraturan lagi.
"Kau begitu hebat Lintian" ucap Nian Wang yang masih terduduk tapi kini posisi duduknya berubah menjadi terlentang.
"Terima kasih Nian Wang, kau juga begitu hebat" balas Lintian yang di susul dengan ketawa kecil.
"Xio Light apa yang di lakukan oleh Rayi mu itu. Bukannya berlatih malah duduk santai di atas lempengan batu?" Xio Light yang kini sedang fokus memadatkan busurnya, malah pecah dan hilang bak di telan udara.
"Entah, aku pun tidak tau. Coba kau lihat sendiri Nian Wang" Xio Light menahan amarahnya agar teman baiknya tidak terluka.
"Maaf karena aku telah mengganggu latihan mu Xio Light" Nian Wang menyesal saat Lintian memberitahukan bahwa latihan temannya ini gagal total.
Nian Wang bangun lalu berjalan mendekati Xio Fang, di depan Xio Fang terdapat gulugan yang tidak asa tulisan sama sekali.
"Gulungan apa ini kok tidak ada bacaan atau gambarannya" Nian Wang bermonolog sendiri saat ia melihat gulungan kuno yang tidak ada apa-apa.
Quen Yu yang ingin tau apa benar gulung yang di pegang Nian Wang tidak ada apa-apa nya, akhirnya mendatanginya.
"Iya tidak ada apa-apa" ujar Quen Yu yang membuat Lintian dan Xio Light mendekatinya.
Mereka mulai melihat gulugan yang ada di tangan Quen Yu. "Ada kok ini" ucap Xio Light menunjukan kata demi kata yang terdapat di gulugan.
Teman-teman-nya yang memang tidak dapat melihat berkata "apa hanya kalian berdua yang dapat melihat gulungan itu".
"Bisa jadi, tapi aku juga gak tau. Ayo lanjutkan latihannya" Xio Light pergi meninggalkan teman-teman-nya yang kini masih sibuk melihat gulungan milik Xio Fang.
__ADS_1
'Memadatkan dalam jumlah banyak, harus memiliki banyak energi matahari. Tapi bagaimana caranya ya" Xio Light mulai mengeluarkan beberapa gulungan dari dalam cincim ruang.
Tidak lama ia cari, akhirnya ia menemukan juga. Caranya sama seperti Xio Fang tapi berbeda bacaan mantranya.
Xio Light langsung melakukan apa yang tertulis di gulungan kuno itu.
Ia juga merasakan sensasi lain dari udara yang hirup. Sensasi hangat yang ia dapatkan.
Pikiran mulai tenang, tubuhnya mulai rileks. Energi matahari mulai bertambah dengan cepat, yang tadi hanya tiga ratus lingkaran kini menjadi enam ratus lingkaran.
Tidak sampai di situ aja, ia mulai mempelajari pembentukan di alam bawah sadarnya, ia juga di bimbing langsung oleh leluhurnya.
Dengan sabar dan telaten leluhur mengajarkan Xio Light dan Xio Fang.
Kelebihan dari arwah leluhur, ia dapat memecahkan diri dengan mudah dan masuk kedalam alam bawah sadar milik keturunannya.
Bukan hanya Xio Light dan Xio Fang yang latihan dengan giat, melain semua yang berada di taman itu.
Nian Wang mulai menguasai beberapa teknik pedang tahap dua. Lintian yang menambahkan tenaga dalamnya.
Quen Yu yang melatih bidikan anak panahnya, yang di mana ketajaman matanya meningkat drastis.
Tempat bidikan-nya terus berubah-ubah, dari barat ke timur, dari selatan ke utara. Dari yang dekat ke yang paling jauh.
Mereka berlima memiliki tekad yang begitu hebat, dengan niat mereka berlatih tanpa ada rasa kelelahan. Padahal tubuh mereka masih begitu kecil dan lemah.
Tapi dengan seiringa waktu, daya tahan tubuh mereka meningkat, bagu laki-laki otot-otot mulai terlihat dengan jelas.
***
Di tempat lain, seorang wanita bangun dari tidurnya yang lumayan lama. Ia adalah pendekar dari sekte Penyamun.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan anda" tanya Quincey yang kini sedang berjalan menuju wanita yang masih begitu lemas. Warna kulitnya begitu pucat, mungkin karena kehilangan banyak darah.