
Di pagi hari yang begitu dingin kedua anak bangun dalam keadaan lemah, mereka saling bergandengan tangan, di tangannya satu lagi terdapat senjata pusaka yang masih menempel sedari tadi malam.
Dengan tidak ada tenaga mereka berdua berjalan sampai di depan pintu, saat pintu terbuka lebar, kaki mereka yang tidak bisa menopang lagi akhirnya jatuh.
"Zuanzi, tolong kesini!" teriak Xio Nigt dengan lantang yang membuat Zuanzi berlari dari dapur menuju depan kamar Xio Light.
Zuanzi yang baru tiba di depan kamar anaknya langsung berkelelabat mengambil tubuh kecil milik Xio Fang. "Bawa mereka Xio Fang kedanau" ucap Xio Nigt yang langsung beranjak dari depan pintu kamar anak semata wayangnya.
***
Setibanya mereka di depan danau. Kedua pasang suami istri melepaskan pakaian Xio Fang dan Xio Light. Tangan kanan Zuanzi menyentuh air, di saat telapak tangan nya menyentuh air. Air yang tadinya warna biru kini langsung berubah menjadi begitu jernih.
Tidak hanya air yang berubah jernih, melainkan bunga kembang muncul dalam seketika. Air yang di danau lantas mengeluarkan wangi bunga yang membuat siapa yang menciumnya menjadi segar.
Tubuh Xio Fang dan Xio Light di masukan secara perlahan, dari telapak kaki - ke paha. Dari paha langsung naik ke bahu, saat tiba di bahu seluruh tubuh mereka di tenggelamkan di Dalam danau.
"Mas, lebih baik kamu kedepan sahaja. Bukan kah hari ini menerima murid baru?" ucap Zuanzi yang membuat Xio Nigt beranjak pergi.
"Zuanzi aku titip Xio Light dan Xio Fang" ucap Xio Nigt sebelum pergi dari hadapan sang istri. Zuanzi hanya membalasnya dengan anggukan dan senyuman manis khas miliknya yang terukir di wajah putih dan lembutnya.
***
Di depan aula pendaftaran terlihat ada tiga orang anak yang sedang bersenda gurau. "Kalau boleh tau yang lain mana?" tanya Xio Nigt kepada anak-anak.
Anak-anak yang di tanyai langsung menoleh ke Xio Nigt. Sanhking terkejutnya mereka langsung berlutut dengan cara menjatuhkan lutut mereka di tanah.
"Hormat kami kepada yang mulia raja Xio" ucap mereka serentak. Lutut mereka yang tadinya bertambrakkan dengan tanah kini mengalirkan darah segar.
__ADS_1
Dari mereka ada yang meringis, dan ada juga yang menahan tangisan. "Bangunlah jangan terlalu formal, sekarang diriku bukan raja melainkan guru kalian" ucap Xio Nigt dengan senyuman yang begitu manisnya.
Mereka bertiga pun langsung bangun dari berlutut. Anak perempuan yang melihat Xio Nigt yang tersenyum manis langsung berkata "tampannyaaaa".
Tanpa ia sadari ucapan itu terlontarkan dengan sendirinya, yang membuat dua teman lakinya menyenggol bahunya. "Terima kasih" ucap Xio Nigt yang kini Senyumannya bertambah manis.
"Eh, sebentar" ucap Xio Nigt yang langsung berjongkok. Ketiga anak itu langsung melihat lututnya yang kini di pandang oleh Xio Nigt.
Telapak tangan Xio Nigt kini berada si lutut salah satu dari mereka. Tenaga dalam mulai mengalir dan menutup luka di lutut mereka.
Ketiga anak tersebut kini telah sembuh dari luka luar mereka. Mereka duduk bersama Xio Nigt.
"Teman, teman kalian pada kemana bukannya kemarin ramai yang mendaftar?" tanya Xio Nigt lagi kepada ketiga anak itu. Ketiga anak yang di tanya langsung menunduk dengan suara isakan tangis terdengar walaupun samar-samar.
"Kalau kalian tidak menjawabnya tidak apa kok" ucap Xio Nigt yang berusaha untuk menenangkan mereka.
"Mereka semua telah tewas di tangan para pendekar aliran hitam tadi malam" jawab anak perempuan yang masih terus mengelap buliran air mata di pipinya.
"Nama-nya siapa?" tanya Xio Nigt kepada anak perempuan yang kini berada di depan-nya. "Nama saya Quen Yu guru" jawab anak perempuan itu.
Dengan keahliannya, Xio Nigt dengan mudah mengukir nama anak perempuan itu di atas plat yang terbuat dari besi yang begitu tebal dan kuat, tapi begitu ringan.
"Ini plat nama mu Quen Yu" ucap Xio Nigt dengan senyuman yang merekah, karena dapat merasakan aura semangat dari gadis kecil ini.
"Nama saya Nian Wang".
"Nama saya Lintian".
__ADS_1
Ketiga plat nama kini telah penuh dengan nama murid baru dari sekte senjata Xio.
Tidak lama setelah itu Xio Fang dan Xio Light berjalan menuju ayahandanya. "Ayahanda kami ingin membuat plat nama juga" ucap Xio Light yang di balas anggukan oleh Rayinya yang tidak lain ialah Xio Fang.
"Tunggu sebentar ya" ucap Xio Nigt sambil mengeluar-kan dua plat dari balik jubahnya.
"Yang lain pada kemana Quen Yu?" tanya Xio Fang yang sudah akrab. "Mereka tewas tadi malam di tangan para pendekar aliran hitam" jawaban Quen Yu bagaikan belati yang menusuk jantung Xio Fang dan Xio Light.
Bagaimana tidak terkejut, padahal kemarin sore mereka masih dapat bersenang-senang tapi kini.
"Padahal baru kemarin kita tertawa riang bersama" ucap Xio Light yang berusaha tegar agar air matanya tidak tumpah ruah. Xio Light sendiri telah menganggap mereka sebagai saudara, karena saling melindungi dan melengkapi.
"Sudah jangan bersedih lagi, ayo kita latihan. Agar menjadi kuat. Agar dapat melindungi sesama" ucap Xio Nigt sambil menyerah dua plat nama kepada kedua anaknya.
"Iya, ayo semangat lagi" ucap Nian Wang yang membuat mereka semua mengangguk.
***
Di tempat persenjataan, Xio Fang dan Xio Light menemani temannya untuk memilih senjata yang dapat mereka gunakan. "Kalian dapat memimilih sebanyak tiga senjata yang berbagai ragam" ucap Xio Nigt yang membuat Quen Yu, Nian Wang dan lintian pergi untuk memilih senjata.
"Apakah kalian sudah memilih senjata yang kalian gunakan?" tanya Xio Nigt kepada tiga orang anak yang kini telah berada di depannya.
"Sudah guru" jawab mereka bertiga dengan serentak.
"Senjata apa itu, sebutkan. Biar guru dapat memberikan kitab senjata untuk kaian" ucap Xio Nigt yang membuat Lintian membuka mulut terlebih dahulu "Lintian, senjata yang saya pilih ialah tongkat toya" ucap Lintian dengan lantangnya membuat Xio Nigt tersenyum, tapi berbeda dengan yang lain.
Mereka malah tertawa kecil karena mendengarkan suara cempreng milik Lintian. "Lanjutkan" ucap Xio Nigt.
__ADS_1
"Quen Yu, senjata yang saya pilih ialah tombak" ucap Quen Yu yang penuh wibawa, yang langsung di ikuti oleh Nian Wang "Nian Wang, senjata yang saya pilih ialah pedang".
Setelah memberikan kitab kepada ketiga murid barunya. Kini Xio Nigt akan berfokus kepada anaknya, yang mana Xio Light akan mengubah tenaga dalamnya menjadi energi matahari dan Xio Fang akan menambahkan lingkaran tenaga dalam.