Pangeran yang terbuang

Pangeran yang terbuang
Chapter 46


__ADS_3

Sesampainya di sekte, Seling yue langsung membuat identitas dan menjadi salah satu murid dari sekte Xio.


"Bagaimana ayahanda?... hadiah-nya dapat meningkat sekte Xio menjadi lebih baik" Xio Light memohon. Xio Light juga di temani oleh anggota-nya.


"Iya tuan guru, saya siap ikut serta dalam pertandingan itu" Seling yue berbicara dengan lantang membuat Xio Nigt mengusap wajah secara kasar.


Perasaan-nya tidak enak sama sekali, ia takut terjadi apa-apa kepada mereka semua. Perasaan yang begitu gaduh di dalam relung hati dan pikiran-nya.


"Berikan ayahanda untuk berbicara dengan ibunda-mu dulu. Apa ibunda-mu akan mengizinkan-nya?" Nian Wang yang semangat seketika menjadi lesu saat mendengar jawaban dari Xio Nigt.


Ke-enam pendekar keluar dari ruangan pribadi Xio Nigt dengan wajah yang begitu masam. Wajah yang begitu kusut.


***


"Bagaimana menurutmu Zuanzi?" tanya Xio Nigt yang merasa lelah. "Kalau engkau izinkan aku juga akan izinkan" balas Zuanzi membuat Xio Nigt memejamkan mata-nya.


"Perasaan gundah ini akan hilang, ia hanya singgah sementara" Zuanzi menyentuh dada bidang milik suami-nya. Xio Nigt hanya tersenyum yang penuh paksaan.


"Kalau kau izinkan, utuslah Linke Sang sebagai penjaga mereka".


Setelah satu malaman Xio Nigt memikirkan-nya, ia teguh-kan hatinya untuk mengirimkan ke-enam pendekar-nya untuk mengikuti pertandingan lima tahun sekali ini.


Ia langsung membuat surat yang berisi nama dan identitas para pendekar yang akan mengikuti pertandingan itu. Setelah selesai membuat surat itu.


Xio Nigt langsung mengutus burung elang milik-nya untuk mengirim surat yang telah ia buat. Butuh beberapa hari surat itu akan sampai, jadi Xio Nigt akan mendidik ke-enam pendekar dengan keras.


Yang wanita akan sama Zuanzi dan yang laki akan sama diri-nya. Latihan terus di lakukan sampai di mana surat dari Benua Merah sampai di sekte Xio.


Isi surat :


"Salam hormat saya teman lama, saya sudah mendaftarkan anak didik anda untuk ikut lomba, jadi sebelum pertandingan di adakan mereka semua sudah sampai di Kota Lingga (Benua Merah). Jadi dalam beberapa hari mereka sudah ada di sana".


"Mereka juga dapat di dampingi oleh pendekar senior kelas atas"

__ADS_1


-Teman lama


"Terima kasih teman lama" gumam Xio Nigt setelah membaca isi surat. Ia langsung menyiapkan apa yang akan di butuhkan oleh anak-nya dan pendekar yang akan ia kirim-kan ke-benua Merah.


Hari keberangkatan tidak lama lagi, ke-delapan pendekar telah menyiapkan apa yang akan di butuh-kan. Sebenarnya yang ikut hanya enam pendekar, tapi Xio Nigt mengutus dua pendekar senior untuk menjaga dan mengawal ke-enam pendekar.


Hari yang di tunggu telah tiba, "ayahanda doa-kan kami ya. Ibunda doa kan kami juga agar dapat memenangkan pertandingan ini" ucap Xio Light mewakili semua-nya.


"Kami akan terus mendoakan yang terbaik untuk kalian" jawab Xio Nigt dengan perasaan yang begitu gaduh datang secara tiba-tiba.


Xio Nigt tetap mematung menatap anak didik dan anak kesayangan yang pergi menjauh dari hadapan-nya, perasaan gundah ini membuat dia semangkin takut.


Takut kehilangan, takut terjadi sesuatu takut sungguh takut. Pikirannya penuh dengan tanda tanya 'apa yang akan terjadi, kenapa perasaan gundah ini membuat aku semangkin sesak' Xio Nigt memegang dadanya yang begitu sesak.


"Ya tuhan, ku serahkan anak kesayangan ku kepada mu. Aku yakin kamu akan menjaga mereka" setelah mengucap-kan kata itu dengan pelan, Xio Nigt berjalan menuju tempat pelatihan.


***


Perjalan terus berlangsung sampai ke perairan bebas. "Berapa untuk delapan orang dan delapan kuda?" tanya Komush Hie sebagai pemegang koin yang di berikan oleh Xio Nigt.


"Delapan orang satu koin emas, delapan kuda lima puluh keping perak". "Baik ini" Komush Hie menyerahkan koin sesuai dengan nominal yang di pinta.


Perjalan air yang berombak membuat Nian Wang mengeluar-kan seluruh isi perutnya. "Baru segini aja udah munta* hahaha" Lintian tertawa dengan keras membuat Nian Wang marah.


Nian Wang langsung mengangkat tubuh kurus Lintian dan mencampak-kan kedalam air. Lintian yang tidak siaga ketelan air yang membuat diri-nya hampir tenggelam.


Sebelum satu tubuh Lintian tenggelam Linke Sang bergerak dengan cepat dan memijak air, lalu langsung menangkap tangan Lintian.


"Nian Wang jangan main-main, ia perairan bebas. Kita tidak tau apa yang ada di dalam-nya" Linke Sang berjalan dan mengendong tubuh Lintian di pundak-nya.


Jrass... entah makhluk apa itu. Makhluk yang menyeramkan muncul dari dasar laut. "Aaaaaaaa.... aaaaaaaa.... aaaaaaaa!!!" jeritan demi jeritan terdengar. Para penumpang kapal bergemetar dengan hebat.


"Ada apa" Xio Light langsung keluar dari dalam kapal. "Apa itu" Xio Light juga terkejut saat melihat makhluk besar.

__ADS_1


"Itu siluman yang berumur seratus tahun" jawab Xio Fang sambil bergerak cepat menuju siluman dan menyerang dengan dua bilah pedang tembaga.


Tras... tras... tras... serangan Xio Fang telak mengenai tubuh penuh lendir milik siluman. "Arrggg" siluman itu mengerang.


"Seperti-nya ia banyak kehilangan kekuatan" guman Xio Fang yang berpindah tepat di mana letak dari jantung sang siluman.


Jras... satu tebasan besar membuat tubuh sang siluman tewas seketika. Tubuh siluman itu langsung jatuh ke air, sebelum siluman itu tenggelam Xio Fang cepat-cepat mendekati siluman dan mengambil keristal kehidupan yang ada pada tubuh siluman itu.


Trap.. "Hah akhir-nya" Xio Fang mengelap keringat yang ada di keningnya dengan pakaian yang ia kenakan. "Sejak kapan kau tau Rayi, kalau siluman itu berumur seratus tahun?".


"Dari buku ini, dan papan penanda yang ada di seberang sana" jawab Xio Fang.


"Lalu itu apa?".


"Itu kristal kehidupan milik siluman, kalau kristal itu masih bersarang tubuh siluman, tidak dapat di elak-kan kalau siluman itu akan hidup kembali" kali ini Linke Sang yang menjawab.


"Tadi sungguh hebat Xio Fang" puji Linke Sang.


"Terima kasih Raka Linke Sang" balas Xio Fang.


Pemilik kapal dan para penumpang berterima kasih kepada Xio Fang. Sebagai hadiah sang pemilik kapal menjamu ke-delapan pendekar itu untuk makan gratis.


Makanan yang di hidangkan pasti makhluk laut. Makanan itu menyerbak aroma yang membuat perut siapa saja kelaparan.


Ke-delapan pendekar itu makan dengan lahap-nya.


***


...Assalamualaikum semua, salam sejahtera salam toleransi. Maaf kalau author jarang up, author sibuk akhir-akhir ini, banyak kegiatan di sekolah author, jadi author minta maaf ya. ...


Oh ya mulai bab ini ketegangan mulai terjadi, jadi terus baca dan tunggu up-nya


Waalaikum salam

__ADS_1


__ADS_2