
Pertandingan Quen Yu dan Inabe berjalan dengan sengitnya. Kedua pendekar (peserta) saling menunjukan keahlian mereka di mana dunia. Mereka berdua membuat nama Benua Tengah naik.
Kedua sekte menjadi bahan ceritaan orang dalam hal positif. Tanpa di sangka kedua pendekar telah melakukan serangan yang mematikan.
"Ayo lebih hebat lagi Inabe, kita harus naiki nama benua tempat tinggal kita" ujar Quen Yu yang di balas anggukan oleh Inabe.
Kedua pendekar semangkin brutal.
Kerena terlalu lelah menyerang kedua peserta duduk bersila sambil memejam kan. Senjata mereka mengambang di atas permukaan udara.
Tombak milik Quen Yu berpecah menjadi banyak membuat semua orang terbelelak. Mereka tidak menyangka pertandingannya tahun ini akan sehebat dan sebagus ini.
Inabe tidak mau kalah, kapak miliknya seketika melebur menjadi gua bagian. Leburan itu bergabung kembali menjadi ratusan belati yang sengat tajam.
"Aku tidak menyangka Xio Nigt, kau memiliki murid sehebat itu" puji salah satu pendiri benua merah. Aku hanya menoleh sekilas lalu kembali menatap ke-area pertandingan.
__ADS_1
"Kau benar Xio Fang, pertandingan ini tidak membosankan" aku hanya menyungging senyum.
Kembali ke-area pertandingan. "Serang!!!" kedua pendekar memberi perintah secara bersamaan. Tombak yang telah berpecah langsung melesat menyerang ratusan belati milik Inabe.
Tring... tring...tring... suara yang di hasilkan membuat pertandingan menjadi lebih menenganggangkan. Ominous yang melihat dari dekat terpukau akan kehebatan kedua pendekar.
Ia belum melihat kemampuan yang sehebat ini. 'Apa Benua Tengah meningkat secara cepat?' tanyanya pada diri sendiri. Bukan hanya dirinya yang terpukau melainkan seluruh pendiri benua merah dan para guru sekte.
Kedua pendekar masih terus fokus mengendalikan senjata mereka agar tidak hilang kendali. Apa bila senjata itu hilang kendali dampak buruk akan terjadi, bukan langsung jatuh ketanah melainkan melesat tanpa arah dan mengenai seluruh orang yang ada di sekitar.
"Quen Yu, tenaga dalam ku terkuras banyak. Lebih baik kita hentikan saja" ucap Inabe.
"Baik-lah, tapi kita lanjutkan dengan pertandingan tangan kosong!"
"Baiklah"
__ADS_1
Setekah menyatukan kembali senjata yang terpecah. Kedua pendekar langsung menyimpannya dan bergerak cepat dan memberikan serangan tapak.
Serangan tapak berhasil membuat gelombang besar yang mengakibatkan gempa. "Ayo lebih kuat lagi Quen Yu".
Quen Yu yang di tantang langsung bergerak cepat dan memberikan serangan tapak lagi. Kali inu gelombang yang di hasilkan lebih besar dari yang tadi-nya.
Gempa yang terjadi membuat semua-nya panik. "Tidak perlu khawatir, bangunan ini di rancang dengan sedemikian baiknya. Bangunan ini anti dari gempa!!!" suara Ominous yang menggelegar berhasil menbuat ratusan orang menjadi tenang.
Kedua pendekar yang melihat-nya hanya tertawa kecil lalu bergerak cepat. Kali ini mereka berdua tidak memberikan serangan tapak, melainkan serangan dasar yang berubah tendangan, pukulan, pertahanan dan yang lainnya.
Tak.. tak.. tak.. Quen Yu memberikannya tendangan yang mengandung tenaga dalam. Inabe yang mendapatkan serangan dari Quen Yu hanya dapat bertahan dengan kedua lengannya yang ia letakkan di depan dadanya.
Meraka berdua saling menyerang dengan tawa yang membuat para penonton kebingungan. Saat Inabe menyerang Quen Yu, berbagai kata-kata romantis ia berikan untuk Quen Yu.
"Aku juga mencintai Inabe" ucap Quen Yu membuat Inabe tersenyum.
__ADS_1