
Xio Fang mulai bercerita apa yang telah terjadi. Ia juga yakin bahwa mereka bertiga dapat menyimpan rahasia-nya.
"Hormat kami pangeran, maaf kalau kami tidak sopan sama sekali kepada anda" Armax berlutut yang di ikuti oleh anaknya Seling yue dan Koinoin.
"Eh, tuan Armax, Seling yue, Koinoin bangun. Saya bukan lagi seorang pangeran, saya sudah di buang" Xio Fang menekan kalimat saya sudah di buang.
"Tolong jangan panggil saya tuan pangeran".
"Baiklah Armax, saya juga tidak ingin di panggil dengan sebutan pangeran, saya ingin di panggil Fang" balas Xio Fang dengan senyuman.
'Ganteng banget' Seling yue melamun, ia merasa tenang saat melihat senyuman Xio Fang.
"Maaf, saya kesini hanya ingin menjadi salah satu pendekar asosiasi, bukan malah mencerita-kan hidup saya yang rumit ini" Xio Fang minta maaf karena tujuan-nya ke-asosiasi ingin menjadi pendekar.
"Tidak apa-apa Fang" ucap Armax yang seketika langsung berjalan cepat menuju peti yang sudah usang ia mulai mengambil selembar kertas yang terlihat sangat lama.
"Kertas apa itu ayahanda Seling yue tidak pernah melihat-nya?" tanya Seling yue yang begitu penasaran akan kertas yang kini di genggam oleh ayah-nya Armax.
"Ini adalah kertas takdir atau ramalan yang di berikan oleh ibunda" ucap Armax sambil meletakkan di atas meja. Ia membuka kertas yang telah di gulungan, tulisan yang tidak di mengerti penuh di kertas itu. Kertas itu juga tergambarkan gambar seorang anak yang memiliki senjata pusaka yang berada di tangan kanannya. Zirah pusaka yang terbuat dari sisik naga Qolam dan banyak lagi.
"Ini adalah ramalan yang di berikan oleh ibu-ku dulu. Ia menyuruh-ku untuk membuat asosiasi, karena suatu saat akan datang seorang pendekar hebat dari salah satu anggota kerajaan yang di kucilkan. Dan ramalan itu terjadi" Armax menjelaskan panjang lebar.
'Ibu aku berjanji akan melindungi ia, sampai akhir hayat-ku' Armax berjanji dalam hati. Ia tersenyum lalu menoleh ke Xio Fang lalu berkata "Fang, kau boleh masuk kedalam kelompok pendekar asosiasi tanpa harus melewatkan beberapa tes" ucapan Armax membuat Xio Fang mengernyitkan dahinya.
"Saya tidak mau, saya ingin melewati tes sebagai mana pendekar yang sudah senior lakukan di kala dulu" Xio Fang berkata dengan penuh wibawa dan lantang membuat Armax tersenyum.
__ADS_1
"Baiklah Fang, ayo ikut aku" Armax berjalan menuju ruangan yang begitu luas, ruangan itu khusus untuk tes masuk menjadi salah satu pendekar asosiasi.
Xio Fang terdiam sejenak lalu melihat sekeliling. "Ayo Fang, apa lagi yang kau tunggu!" tantang Armax dengan senyuman. Xio Fang hanya membalas dengan anggukan.
Xio Fang memulai pertandingan dengan salam hormat, begitu pula dengan Armax. 'Xio Fang tenangkan dirimu, kamu pasti bisa. Jangan jadi budak nafsu mu" hembusan nafas keluar dengan lembut.
Xio Fang mulai bergerak dan menghasilkan banyangan-banyangan dirinya. Armax terpukau akan apa yang ia lihat, ia tau ini adakah ilmu pusaka dari sekte penyamun. Walaupun ia tidak pernah mempelajari sama sekali.
Ia bertambah semangat, karena lawan-nya begitu tangguh. "Anak itu dapat menguasai ilmu pusaka milik sekte penyamun?" Koinoin bertanya kepada dirinya sendiri, ia tidak percaya akan apa yang ia lihat.
Balik lagi ke pertadingan yang mulai liar. Xio Fang muncul dari berbagi arah sambil melontarkan serangan tapak yang mengandung tenaga dalam. Armax menangkis serangan itu dengan mudah.
Armax juga adalah salah satu pendekar terhebat yang ada di kota besar. Ia sudah di ajarkan sejak kecil oleh ibunya. Di saat ia beranjak remaja ia menjadi pendekar yang hebat, ia dapat mengalahkan teman seperjuangan-nya dengan mudah.
Armax juga mengeluar-kan senjata kesayangan miliknya, senjata yang telah ada di tangan-nya di umur delapan tahun. Ia di berikan oleh ibunya. Tanpa ia sadari pedang yang ia pegang sejak dulu ialah pusaka bumi yang melegenda.
Ia tau saat umur dua puluh lima tahun.
Trang... trang...trang... percikan api juga keluar dari peraduan kedua bilah pedang. Pertarungan yang begitu sengit membuat kedua penonton menjadi tidak bosan.
"Paman bukan-kah pangeran Xio Fang begitu hebat" ucap Seling yue di sela-sela pertarungan yang begitu sengit. "Iya ia begitu hebat, kalau saja kau bersama ku di luar asosiasi, kau juga akan terpukau apa yang aky lihat" balas Koinoin yang membuat Seling yue penasaran.
Mereka berdua akhirnya terbawa arus akan topik pembicaraan mereka.
Di sisi lain kedua petarung masih saja berusaha untuk menjatuhkan lawannya, tapi hasilnya nihil. Keduanya begitu hebat, jangan di tanya kalau mereka baik-baik saja.
__ADS_1
Xio Fang menerima tiga puluh sayatan. Armax menerima kurang lebih dua puluh delapan. Sayatan itu mereka berikan saat lawan terkecoh.
Kedua bilah pedang kini sedang beradu di jarak dekat "sudah cukup, kau begitu hebat pangeran" Armax berkata dengan pelan tapi masih dapat di dengar oleh Xio Fang.
"Anda juga hebat tuan Armax" balas Xio Fang yang masih dapat tersenyum. Mereka berdua kini berada di atas permukaan dasar bangunan dengan keadaan tubuh yang penuh akan luka. Mereka tertawa kecil, saat mendapatkan luka yang lumayan besar.
Kedua-nya sama sekali tidak merasakan sakit. Keduanya malah ter-tawa dengan senang. "Seling yue panggilkan para tabib untuk menyembuhkan mereka berdua!" perintah Koinoin yang langsung di patuhi oleh Seling yue.
Seling yue sudah menganggap Koinoin sebagai paman-nya, karena ia di jaga oleh Koinoin saat umur sepuluh tahun sampai sekarang.
Keduanya di bawa oleh Koinoin. Xio Fang dan Armax telah kehabisan tenaga dalam saat mereka tertidur tidak lebih tepatnya hanya berbaring di atas permukaan bumi. Tanpa di sadari kedua pingsan karena kehabisan banyak darah.
Begitu lah para lelaki, kalau sudah menemukan teman yang hebat, luka semacam mana mu akan tidak terasa, begitu pula dengan wanita.
***
"Armax saya pamit pergi dari asosiasi, sepertinya Raka saya khawatir karena sedari tadi malam tidak kembali kepenginapan" pamit Xio Fang yang kini telah menjadi salah satu keluarga asosiasi.
Kenapa di bilang keluarga, Armax tidak pernah membandingkan siapa saja yang bekerja kepadanya, seperti para pelayan. Ia menganggap semua-nya adalah keluarga.
"Baiklah Xio Fang, ini ada beberapa tanaman yang penuh akan khasiat" Armax memberikannya satu karung lumayan besar. "Ini terlalu banyak Armax".
"Kau bawa saja, aku ingin kau datang dalam keadaan kuat dan bugar" Armax berkata seraya ter-tawa kecil.
Setelah di pikir-pikir, Xio Fang memutuskan untuk di panggil nama lengkap sahaja. Karena ia yakin, identitas-nya tidak akan ter-bongkar.
__ADS_1