
"Teruslah bersama jangan berpencar" ucap Xio Light. "Baik Raka" balas Xio Fang sambil mengeluarkan pedang dari warangkanya.
Cahaya yang begitu menyilaukan keluar dari pedang itu beberapa saat lalu menghilang. "Itu senjata yang di inginkan oleh-nya" ucap salah satu dari mereka sambil menunjuk kearah pedang yang kini sedang di pengang oleh Xio Fang.
"Kalau mau pedang ini ayo maju" tantang Xio Fang. Seketika Xio Light menoleh kearah Rayinya satu ini, mengapa ia berani sekali menantang pendekar aliran hitam yang berjumlah tiga puluh orang ini.
"Tenang cucuku, kalian mundur lah" suara serak khas pria dewasa keluar dari mulut Xio Fang. "Baik" jawab Xio Light. Xio Light sadar bahwa yang ada di tubuh Rayinya bukan Xio Fang melainkan kakek leluhur-nya.
"Semuanya mundur" Xio Light memberi titah.
"Tapi bagai-mana dengan Xio Fang?" pertanyaan terlontarkan dari mulut Lintian. Ia juga khawatir dengan Xio Fang.
"Tidak perlu takut, ia bisa melawan mereka sendiri. Lebih baik kita mundur jangan membuat diri kita sebagai hambatan bagi dia" ucap Xio Light yang berjalan mundur dan menjauh dari pendekar aliran hitam.
Nian Wang dan Lintian yang melihat Xio Light mundur mereka juga ikut mundur.
"Ayo kita bersenang-senang" ucap Xio Fang bukan lebih tepat leluhur-nya. Tatapan tajam seolah ingin mencabik kecil-kecil tubuh mereka.
Para pendekar aliran hitam hanya menatap dengan tajam lalu menelan salivanya. Mereka juga bergidik ngeri.
"Apakah kalian takut sama anak-anak. Dasar lemah" ucap sang pemanah yang langsung melesatkan satu busurnya. Tapi dengan mudah Xio Fang tangkap dengan satu tangannya.
"Hanya segini kemampuan kalian hah, dasar cecu****" ucap Xio Fang yang di susul ketawa yang mengelegar dengan keras.
Para musuh merasa jengkel dengan ucapan Xio Fang langsung menyerang secara bersamaan.
PRANK....Prank... prank...
Suara senjata yang te terbuat dari besi saling beradu. Sepercik api keluar saat senjata saling beradu.
"Aku ingin menyelesaikan semuanya dengan cepat" ucap Xio Fang yang langsung menyerang dengan membabi buta dan begitu berutal.
Para aliran hitam mulai berjatuhan dengan kematian yang begitu tragis dan mengerikan. Siapa sahaja yang melihat-nya akan membuat isi perutnya keluar.
Dari kepala yang han***, badan yang terbel***. Dan badan dan kaki saling terpisah.
__ADS_1
Semua musuh berhasil ia jatuhkan dengan mudah. Sekarang hanya tinggal satu yaitu si pemanah yang berusaha melarikan diri.
"Tidak semudah itu" ucap Xio Fang yang melesat dengan cepat dan menusuk jantung lawannya dengan pedang.
"Aaaakkkkhhhh" teriakan keras keluar dari mulut si pemanah. Darah mulai keluar dari mulut dab kedua telinganya.
Bruk....
Jasad si pemanah jatuh di tanah dengan luka yang begitu mengerikan.
Di tempat lain
"Hah kalian mau kemana gadis kecil" ucap seorang pria dengan senyuman yang menyeringai.
"Aaaaaaaa!!!" teriak Quen Yu dengan keras. "Bisa diam gak gadis siala*" ucap pria itu yang risih dengan teriakan dari Quen Yu.
"Tenanglah, biar aku hadapi dia" Wenyu menenangkan Quen Yu yang tiba-tiba menangis.
"Bolehkah aku meminjam sedikit tenaga dalam mu?" tanya Wenyu yang di balas anggukan oleh Quen Yu.
"Ayo kita selesaikan ini pria lici*!" tantang Wenyu sambil melepaskan pedang dari warangkanya. "Baiklah gadis manis" goda pria itu yang membuat Wenyu memanas.
"Dasar pria tua, sudah mau mat* aja masih belagu" ujar Wenyu yang melesat menyerang pria itu.
Tubuh Wenyu yang belum prima, mulai tidak seimbang saat pukulan tapak mengenai dada belakangnya.
"Akkhhh" darah keluar dari mulut Wenyu. "Ayunda Wenyu" teriak Xio Light sambil melepaskan busur dengan energi matahari yang belum padat secara sepenuhnya.
Busur lantas mengenai tangan pria tua itu. "Akkkhhh" jeritan keluar dengan lantang dari pria itu.
Tidak sampai di situ sahaja Xio Light melepaskan tiga busur energi matahari. "Yang lain serang dari sisi yang berbeda" Xio Light memberi arahan kepada Lintian dan Nian Wang.
Mereka berdua yang dapat arahan dari Xio Light langsung menyerang dari sisi kanan dan kiri. Tapi dengan mudah serangan itu di tangkis dengan dua belati milik sang pendekar aliran hitam.
"Hanya anak kecil yang ingin melawan ku, bukan kah ini hanya lelucon" ucapnya dengan nada yang begitu meremehkan. Dari atas pohon seorang anak melesat dengan pedang yang ia tuju kearah pria tua itu.
__ADS_1
"Teman-teman mu sudah jadi mayat selanjutnya kau" senyuman seringai membuat kaki pria itu bergetar. Tapi ia ingat bahwa lawannya ini hanya anak-anak.
"Kalau kau bisa anak bod**" makinya.
Serangan tanpa tenaga dalam di lontar-kan oleh Xio Fang ke pria tua itu. Pria tua itu langsung mengigit bibit bawahnya saat serangan demi serangan mau mengenai dirinya.
"Raka tolong ayunda Wenyu, ia kehabisan tenaga dalam" ucap Xio Fang dengan kesadaran penuh, kali ini ia tidak di bantu oleh leluhurnya.
"Baik" ucap Xio Light yang langsung berlari menuju Wenyu yang ada di pangkuan Quen Yu. Tubuhnya begitu pucat.
"Quen Yu berikan pil ini kepada ayunda Wenyu" Xio Light menyerah-kan satu pil yang berwarna hijau daun. Quen Yu lantas menerima dan langsung menyuruh Quen Yu untuk menelan-nya.
Kembali ke-tokoh utama kita:
Serangan demi serangan terus di lontar-kan dari dua kubu, awalnya pertarungan ini begitu sengit, tapi sekarang menjadi tidak stabil.
Tubuh pria tua itu penuh dengan luka tapi tidak dengan Xio Fang, tubuhnya masih tegap berdiri dengan senyuman yang siapa sahaja yang melihat-nya bergidik ngeri.
"Kau boleh juga anak kecil" walaupun tubuhnya penuh dengan luka, ia masih tetap berdiri tegak. Ia juga siap menerima serangan dari Xio Fang.
"Aku akan menyelesaikan ini dengan cepat" ujar Xio Fang sebelum melesat menyerang pria tua itu. Sasarannya empuk yang ia pilih ialah jantungnya.
Xio Fang pikir ini akan mudah tapi itu keterbalikan. Pria tua itu masih sahaja menahan serangan yang terus di lontarkan kan.
Lima belas serangan berhasil di tahan oleh-nya. Sekarang Xio Fang menarik nafas dalam-dalam sebelum kembali menyerang. Kali ini ia menyerang dengan bantuan dari tenaga dalam yang masih ia miliki.
"Tepat di hutan ini, kematian yang tidak terhormat kau dapatkan".
Xio Fang langsung menyerang dengan membabi buta dan brutal. Tujuannya tiada lain membuat pria itu lengah.
Xio Light, Nian Wang dan yang lain melihat Xio Fang memainkan pedang-nya, hanya dapat menelan saliva.
Ini adalah pertarungan yang begitu sengit.
NOTE : Update slow aja ya 🤗🤗
__ADS_1