
Srak... Jombuere menghilang dari hadapan Itakashi dan muncul dari sisi kanan. Trang... Itakashi menahan serangan yang sangat dahsyat.
Itakashi terpaksa mundur dan terpojok, karena Jombuere sudah hilang kendali. Ia menjadi semangkin brutal.
"Seperti aku harus melakukannya" Itakashi mulai memejamkan matanya. Siluet yang berwarna jingga mulai membalut tubuhnya. Pupil matanya mulai berubah menjadi pupil naga.
Tenaga dalam mengalir deras di dalam tubuh Itakashi. Pedang yang di pegang mengeluarkan duri-duri yang sangat tajam. Di mana duri itu dapat merobek tubuh manusia.
"Teknik rahasia telah dia gunakan" gumam Jombuere yang langsung duduk. Dengan mata yang di pejamkan dan pedang yang berada di depannya.
Suhu sekitar yang tadinya hangat berubah menjadi dingin. Angin demi angin mulai bermunculan di sekitar Jombuere.
Bluf.. bluf.. angin-angin itu masuk kedalam tubuh Jombuere. Di dalam pakaian Jombuere, terdapat zirah yang sangat tipis dan ringan. Tapi memiliki daya tahan yang begitu hebat.
Pedang yang sedang mengambang di depannya mulai berubah panjang dan memiliki tiga mata.
Setelah selesai meditasi Jombuere bangun dan menatap lawannya yang sudah siap dengan senjata milik-nya.
Sebelum bertarung kembali keduanya tersenyum seram.
__ADS_1
Blar... entah apa itu. Seperti ledakan api tapi ini bukan api. Energi itu berhasil menghancur kubah yang telah di buat oleh Ominous.
"Cih" Ominous berdecih. Ia mulai menyentuh dasar untuk membentuk kubah level dua. Di mana daya tahan kubah level dua lebih hebat.
Kembali ke-pertarungan. Kedua petarung mulai menyerang dengan membabi buta. Tidak memikirkan nasib mereka.
Senjata mulai beradu mengakibatkan ledakan hebat. Suara dentuman terus terdengar memecahkan gendang telinga.
Keringat mulai membasahi pakaian kedua petarung. "Aku tidak akan menyerah" ucap Jombuere sambil menggigit bibirnya. Kekutan Itakashi begitu hebat.
Belum sempat Jombuere berdiri dengan tepat. Itakashi sudah muncul di depannya dan menendang wajah Jombuere sampai terlempar jauh.
"Baiklah pemenangnya Itakashi!" sorak dan tepukan tangan terdengar dengan begitu riuhnya. Jombuere langsung di tangani.
"Baiklah untuk selanjutnya kita panggilkan Nian Wang" Nian Wang langsung bergerak cepat.
"Dan lawan-nya Ikanari" sosok wanita yang memiliki rambut berwarna merah berjalan dengan anggunnya. Di tanganya terdapat belasan jarum yang mengandung racun level terendah.
"Baiklah, pertandingan di mulai" Ominous yang tidak mau berlama-lama langsung memulai pertandingan. Dengan gerakan tangan yang sangat cepat puluhan jarum bergerak di antara angin menuju Nian Wang.
__ADS_1
Tink.. tink.. jarum-jarum itu berjatuhan. Serangan jarak jauh itu berhasil melukai Nian Wang.
Nian Wang melawan menggunakan pedang yang telah menjadi senjata pusaka. "Saatnya giliran ku" Nian Wang hilang dari pandangan Ikanari dan muncul di samping kiri.
Bukh... tendangan Nian Wang di tangkap begitu saja oleh Ikanari. Bruk... Nian Wang di banting dengan mudah.
"Jangan terlalu gegabah tampan" ucap Ikanari seraya tersenyum sinis.
Nian Wang hanya dapat menelan salivanya. Ia mulai bankit lagi dan mulai menyerang Ikanari, tapi kali ini dengan ketenangan hati.
***
Assalamualaikum semua
Selamat siang, malam, sore dan pagi
salam toleransi
Author minta maaf kalau jarang up. Rupanya buat cerita novel dengan genre Fantasi tidak semudah yang di bayangkan. Author juga ucapkan terima kasih banyak kepada para Reader's yang masih setia mendukung cerita author.
__ADS_1
Waalaikumsalam warahmatullah hiwabarakatu. Sampai jumpa lagi di lain hari