Pangeran yang terbuang

Pangeran yang terbuang
Chapter 24


__ADS_3

"Apa kau mau masuk menjadi salah satu pendekar dari asosiasi Bulan Purnama?" tanya Koinoin membuat Xio Fang syok tiba-tiba. Ia yang hanya seorang anak kecil, di rekrut ke-dalam kelompok pendekar di asosiasi Bulan Purnama.


"Koinoin, kenapa anda menanyakan hal yang seperti itu?".


"Kenapa kau tanya, aku sudah lihat kemampuan mu, di umur mu yang masih kecil kau dapat menguasai ketiga ilmu pedang itu. Walaupun belum sempurna. Aku juga melihat dirimu memiliki bakat dalam ilmu pedang. Pikiran mu juga begitu dewasa" jawab Koinoin panjang lebar, setiap kata-kata penuh dengan pujian.


Xio Fang mengernyit dahi-nya "tidak, saya tidak sehebat apa yang anda banyang-kan Koinoin" Xio Fang tidak suka di puji-puji, karena itu akan membuat dirinya bisa sombong.


"Tidak, kau begitu hebat. Kalau kau masuk kedalam salah satu anggota asosiasi Bulan Purnama, kau akan mendapatkan apa yang kau inginkan yang ada di asosiasi, seperti pedang, panah, ilmu-ilmu pedang, ilmu seruling, ilmu tangan kosong, ilmu tenaga dalam dan yang lain, seperti tanaman-tanaman yang penuh akan khasiat".


"Dengan tanaman itu, kau bisa menguatkan fisik-mu, kecepatan-mu, dan keahlian-mu, dan banyak yang lain. Apa kau mau?" tanya Koinoin satu lagi.


"Baik-lah kalau anda memaksa Koinoin" Koinoin tampak senang, senyuman-nya merekah begitu saja.


"Ya sudah, ayo ikut saya ke asosiasi" ajak Koinoin yang di balas anggukan oleh Xio Fang.


Keduanya melompati pohon demi pohon, rumah demi rumah dan sampai di asosiasi Bulan Purnama. Koinoin di sambut hangat dan baik oleh para pelayan, karena semua pelayan tau kalau Koinoin salah satu dari lima belas pendekar yang terhebat dari asosiasi.


"Bukan-kah, Tuan yang membeli tiga ilmu pedang tahap menengah?" pelayan itu bertanya dan di balas anggukan oleh Xio Fang.


"Ada yang bisa kami bantu?" tanya pelayan itu, ia begitu sopan dan tutur bicara-nya begitu baik dan sopan.


"Saya membawa-nya kesini ingin menemui pemilik asosiasi" ucap Koinoin.


"Baiklah, saya permisi dulu" pelayan itu tersenyum dengan lembut. Pelayan itu melayani semua orang tanpa pandang bulu.


Koinoin dan Xio Fang kini berada di depan pintu ruangan pemilik asosiasi.


Tok... Tok.. Tok.. Koinoin mengetuk pintu tiga kali secara berurutan. "Siapa?" suara wanita terdengar dari dalam ruangan. "Koinoin" balas Koinoin.


"Masuk aja paman Koinoin".


"Siapa anak muda ini paman?" tanya wanita itu, ia memanggil Koinoin dengan sebutan paman?... Sepertinya ia masih begitu muda.

__ADS_1


"Nona Seling yue, kenalkan ia Fang, seorang pendekar aliran putih" Koinoin mengenalkan Xio Fang kepada Seling yue.


"Salam kenal Fang" ucap Seling yue seraya berjabat tangan. "Salam kembali Nona Seling yue" balas Xio Fang.


"Tidak perlu panggil aku Nona, panggil saja Seling yue" ucap Seling yue dengan ramah.


"Baiklah, kalau itu mau mu" balas Xio Fang.


"Paman ada hajat apa engkau menemuiku?" tanya Seling yue.


"Ini Nona, saya memilih Fang menjadi pengganti saya" ucap Koinoin.


"Kan sudah ku bilang paman, jangan panggilku Nona" Seling yue ber-ucap sambil berdengus.


"Apa kau seorang pendekar?" tanya Seling yue yang langsung di balas anggukan oleh Xio Fang dengan cepat.


"Tidak mudah masuk kedalam kelompok pendekar asosiasi Bulan Purnama. Kau harus melewati tes yang akan di berikan oleh ayahandaku" ucap Seling yue sambil memperhatikan Xio Fang dari bawah sampai ke atas.


"Kalau itu sulit, saya tetap akan mencoba-nya" kata-kata mantap keluar dari mulut Xio Fang yang membuat Koinoin tersenyum senang.


Grekk.... Grekk... Lemari itu berputar seratus delapan puluh derajat. Tanpa di ketahui Xio Fang, di balik lemari yang tampak tidak terawat terdapat ruangan rahasia.


"Ada apa Seling yue, apa kau mau mengganggu ayahanda?" tanya lali-laki yang memiliki rambut yang terurai panjang tapi sudah memutih.


"Ada seorang pendekar yang ingin masuk dalam kelompok pendekar asosiasi Bulan Purnama ayahanda" jawab Seling yue.


"Hormat saya tuan Armax" Koinoin membungkuk-kan. "Hormat kembali kepada mu pendekar" Armax itu nama laki-laki itu, ia juga membungkuk.


Armax begitu menghargai para pendekar, karena dengan adanya para pendekar asosiasi akan aman dari penyerang orang yang tidak senang.


"Kau memiliki nyali yang hebat anak muda, di umur mu yang segini kau berani ingin masuk kedalam kelompok pendekar asosiasi" Armax terpukau saat melihat tubuh Xio Fang yang kecil.


"Saya memang memiliki nyali sedari dulu, saya masuk ke-kelompok pendekar asosiasi dengan matang, saya sudah berlatih" jawaban yang tidak terduga keluar dati mulut Xio Fang.

__ADS_1


"Kau memang punya nyali, sebelum melakukan tes, kau harus memberikan identitas-mu secara lengkap" ucapan Armax berhasil membuat Xio Fang mematung sementara.


"Itu tidak bisa" jawab Xio Fang dengan cepat.


"Kau tidak perlu takut, kami menjaga identitas para pendekar dengan baik. Saya yakin identitas kamu tidak akan terbocorkan" Armax berkata demikian karena ingin menghilang-kan kegugupan Xio Fang.


"Apa anda dapat saya percaya tuan Armax?".


"Saya yakin kau dapat mempercayai ku" balas Armax dengan suara yang ber-wibawa.


"Baiklah, saya akan memberitahu identitas saya. Kalau sampai bocor saya tidak segan-segan memerangi kalian" ucapan Xio Fang membuat Koinoin dan Seling yue ter-belelak.


Mereka saja tidak berkata demikian, ini orang asing yang belum di ketahui lebih dalam tentang identitas berkata seperti itu.


"Kau cukup berani anak muda, saya yakin seratus persen. Silahkan duduk".


Xio Fang lantas duduk di salah satu kursi kayu yang tidak di tempati. Armax mulai membuka gulungan, dengan ekor merak yang ujungnya telah di basahi dengan tintan yang begitu hitam.


"Sebutkan nama asli mu anak muda?". Xio Fang berdiam diri, ia mencoba untuk memantapkan hatinya untuk menjawab pertanyaan dari Armax.


Ia menarik nafas dalam-dalam lalu menhembuskan-nya dengan sedikit kasar "Nama asli saya Xio Fang" Koinoin, Seling yue dan Armax mebelakkan mata.


Siap yang tidak tau marga Xio. Marga yang memiliki hak penuh akan Kota yang kini mereka tempati. "Apa itu memang nama asli mu Xio Fang?" Armax bertanya lagi.


"Iya nama saya Xio Fan, saya memiliki marga Xio. Pasti kalian sudah tau kan?".


"Bentar... bukan-nya Xio Fang telah mati. Anak sulung dari yang mulia raja Xio Gian" Seling yue berpikir keras.


"Iya" Koinoin ikut menimpali ucapan Seling yue.


****


Author: "*Assalamualaikum semua, salam sejahtera, salam kebahagian, salam toleransi. Author mau ucapin terima kasih banyak kepada Reader's yang masih setia. Author juga tau kalau karya Author tidak sebagua karya author hebat lain. Author ingin sekali memiliki banyak pembaca. Author ingin sekali membaca komentar-komentar para pembaca".

__ADS_1


"Dari yang senang, sampai berkomentar tata cara buat atau nulis novel yang baik. Kalau masalah pendapatan itu masalah belakang, author cuman mau memiliki banyak pembaca. Author mau karya-karya milik author di kenali banyak orang"


"Untuk yang masih setia, author ucapan terima kasih banyak-banyak pokonya. Kalau bisa tinggalkan Like, komen dan vote kalau ada kemudahan bisa si sharw ke orang dekat Reader's. Sampai jumpa di lain hari 👋👋👋*".


__ADS_2