Pangeran yang terbuang

Pangeran yang terbuang
Chapter 8


__ADS_3

Di tempat lain. Seorang pria tua sedang menahan amarahnya terhadap semua bawahannya, yang kini masih berlutut karena takut akan tuannya.


"Maafkan kami tuan, orang kami telah gagal" ucapnya dengan badan yang terus bergetar dengan hebat. "Dasar bodo*" ucapnya sambil mememukul meja kayi yang ada di depannya.


"Bruuukk" meja kayu itu lantas hancur berkeping-keping. Pria tua itu masih aja tidak tenang karena semuanya rencananya hancur seketika.


Dalam seketika cahaya keluar dari ruang hampa, cahaya itu mengeluarkan sosok pria tua dengan jengkot yang putih, sosok itu yang tiada lain ialah leluhur.


Leluhur itu tersenyum lalu berkata "kau tidak dapat melakukannya rubah tua, semuanya telah ku atur dengan sedemikian. Dan aku dapat menghancurkan segel yang kau pasangkan pada cucuku".


"Kau tunggu sahaja kematian mu hahahahhahahk" tawa leluhur terdengar dengan lantang yang membuat amarah si tua itu memuncak.


"Pergi kau sana orang mati" ucapnya sambil mengayunkan pedang yang mengandung tenaga dalam, tanpa ia sadar yang ia bunuh adalah jiwa atau ruh musuhnya.


Hasilnya semua bawahannya mati dengan badan yang terpisah dengan kaki. "Kau masih sama seperti dulu, hahahahah" ucap leluhur sambil menghilang bak di telan angin.


***


Dalam keadaan sekujur tubuh penuh darah Xio Fang dan Xio Light bangun dan duduk. Tidak lama mereka duduk mereka bangun dan berdiri dengan tegak.


"Kalian memang cucuku yang paling hebat, Xio Fang ayo kesini" ucap leluhur yang begitu kagum karena kedua cucunya dapat bangun dari melakukan ritual pergabungan antara senjata dan zirah.

__ADS_1


"Baik leluhur" ucap Xio Fang yang berjalan mendekati leluhur. Leluhur pun langsung menyentuh dada Xio Fang dengan telapak tangannya.


Dalam seketika bunyi retakan dari dalam tubuh Xio Fang, Xio Fang mulai menringis kecil. Rasa sakit yang ia tahan, semangkim lama semangkin sakit.


Lebih sakit dari saat melakukan ritual. Darah mulai keluar dari sudut bibir Xio Fang, Xio Fang yang melihat darah yang keluar dari mulutnya langsung menelan lagi, karena begitu berbahaya kalau darah yang ada di dalamnya habis.


Ucapan yang sebenarnya kebohongan, tapi di anggap benar olehnya. "Jangan kau telah darah itu, kalau bisa mun**hkan semuanya!" ucap leluhur yang tau bahwa cucunya sedang menelan darah yang telah di pasang segel atau mantra oleh si penasehat atau julukannya si rubah tua.


Xio Fang yang mendengarkan titah leluhur-nya langsung memasukan jari telunjuk-nya sampai tenggorokan. Saat jari telunjuk berada di awal tenggorokan, segumpal darah yang berwarna hitam keluar.


Bau yang begitu busuk langsung menyeruak kehidung mereka, Xio Fang lantas terduduk di tanah lalu memu**ahkan semuanya, sampai-sampai makan malam juga ikut termun**hkan.


Note :"Maaf ya, kalau jorok atau menjijikkan 🙏🙏🙏"


"Zuanzi siapkan makanan dan minuman untuk Xio Fang!" titah leluhur kepada Zuanzi. Zuanzi yang mendapatkan titah dati leluhur suaminya langsung bergerak cepat.


"Xio Nigt ambilkan pil penyembuhan!" titahnya lagi kepada Xio Nigt. "Baik leluhur" jawab Xio Nigt yang langsung berjalan menuju peti yang penuh akan pil penyembuh tingkat SSS atau bisa di sebut tingkat tertinggi.


Xio Nigt telah mengambil tiga pil yang berbagai warna, ada yang berwarna merah darah, biru laut dan hijau daun. "Telan semua pil ini cucuku" ucap leluhur yang langsung di patuhi oleh Xio Fang.


Xio Fang yang kini memengang tiga pil, lantas memasukan semua pil kedalam mulutnya. Cahaya merah, biru dan hijau lantas menbalut tubuhnya.

__ADS_1


"Leluhur, kalau boleh tau apa yang terjadi sama Xio Fang?" tanya Xio Nigt yang tidak tau apa yang terjadi. "Cucuku satu ini telah di segel seluruh lingkaran tenaga dalamnya, bukan hanya menyegel lingkaran tenaga dalam. Melainkan melahap atau menghancurkan satu demi satu tenaga dalamnya, yang kini hanya tinggal satu lingkaran sahaja".


"Jadi aku sebagai leluhur, meminta kepada-mu Xio Nigt untuk kau latih kedua pendekar yang ada di hadapan mu ini. Yang paling serius ialah Xio Fang, karena senjata pusaka yang ia pilih ialah pedang Kegelapan. Kau latih ia dari mengumpulkan lingkaran tenaga dalam, apa bila sudah genap lima ratus tenaga dalam, baru kau ajarkan ilmu pedang" ucap leluhur panjang lebar yang membuat Xio Nigt mengaruk kepala lalu menganguk beberapa kali.


"Cucuku Xio Light kemarilah" ucap leluhur yang membuat Xio Light beranjak dari duduknya. Dengan langkah gontai dan lemah Xio Light berjalan menuju leluhur.


"Kamu ingin pilih yang mana?" tanya leluhur yang di tapak tangannya terdapat sepuluh butir pil yang bermacam warna. "Cucu pilih yang ini leluhur" ucap Xio Light yang mengambil satu butir pil yang berwarna emas.


"Kau memang memiliki mata yang jelih" ucap leluhur sambil tersenyum senang. Xio Nigt yang melihat anaknya mengambil pil yang dapat mengubah tenaga dalam menjadi energi matahari.


Di mana energi matahari ialah sebuah elemen yang begitu langkah yang dapat di jumpai. Hanya seribu tahun sekali, akan muncul seorang pendekar yang memiliki energi matahari.


Biasanya pendekar yang memiliki energi matahari akan menjadi buronan. Lah kenapa jadi buronan?... Karena energi matahari ialah raja atau ratu para elemen. Siapa sahaja yang dapat memiliki energi matahari, ia akan dapat menguasai dunia.


Energi matahari akan bersarang pada jasad yang bersih tanpa ada keserakahan akan hidup, mangkanya para manusia yang serakah tidak akan memilikinya, kecuali energi hitam.


Energi hitam ialah sebuah elemen kejahatan yang dapat mengusai wadah atau jasad milik seseorang, biasa-nya energi hitam ini akan berpindah wadah, apa bila wadah yang ia tempati mati membusuk.


"Tubuh mu masih begitu lemah, jadi telan lah pil ini besok pagi" ucap leluhur yang di balas anggukan kepala oleh Xio Light.


Xio Light yang berjalan menuju tempat duduk yang tersedia, malah jatuh di atas permukaan tanah, begitu pula dengan Xio Fang.

__ADS_1


"Xio Nigt, bawa mereka ketempat tidur, karena mereka akan melewati tiga hari dengan tidur. Aku kembali dulu" ucap leluhur yang langsung menghilang dari hadapan Xio Nigt dan Zuanzi.


__ADS_2