
"Kenapa aku tau?, aku hanya seorang anak yang haus akan ilmu pengetahuan. Aku mulai mempelajari ilmu-ilmu di berbagai tempat yang tidak di ketahui oleh orang lain. Dan aku mempelajari ilmu racun dewa api hanya kebetulan saja, aku hanya tau dampak dari racun itu, dan gejalanya saja. Aku tidak tau cara meraciknya" jelas Xio Fang panjang lebar membuat Ling Be kagum.
"Sepertinya aku pernah mendengar nama Ling Be di Benua merah. Dia salah satu pendiri Benua merah" Ling Be yang mendengarkannya hanya tersenyum simpul.
"Apakah kau tau si Ahli Obat benua Merah?" Xio Fang yang di tanya hanya menggeleng.
"Ternyata tidak adq yang mengetahui namanya" Ling Be terkekeh.
"Memang anda tau?" balas Xio Fang dengan senyuman penuh misteri.
"Tau" jawaban yang begitu singkat.
"Bagaimana anda tidak tau Ling Be, orang si ahli obat itu adalah anda" skakmat, Ling Be berusaha menutup ekspresi tapi tidak berhasil.
"Aku sudah tau semenjak anda membicarakan tentang si ahli obat"
__ADS_1
"Tau?" beo Ling Be.
"Iya, karena setiap orang yang menceritakan kehebatannya, ia akan menegapkan badannya"
"Sepertinya memang sudah takdir"
"Takdir?"
"Iya" balas Ling Be.
"Dan engkau yang di bilang oleh gulungan itu. Tapi sebelum aku memberikan kristal merah aku akan mengetes kamu dulu. Naikan lengan baju mu!" pinta Ling Be.
Setelah Xio Fang menaikan lengan bajunya ia ber-kata "silahkan, aku sudah tau apa yang ingin kau lalukan" Ling Be hanya tersenyum lalu menggigit lengan Xio Fang.
Darah yang keluar dari lengan Xio Fang langsung di hisab Ling Be. Setelah menghisab sedikit darah Xio Fang, Ling Be menghentikannya.
__ADS_1
Cahaya kemilau membungkus tubuh Ling Be, dan dalam sekejap seluruh penyakit di tubuh Ling Be sembuh dalam seketika. Dari luka dalam dan luar sembuh dalam sekejap mata.
"Sudah ku duga" Ling Be merasa senang karena telah menemukan orang yang tepat.
"Xio Fang berjanjilah untuk menjaga kristal merah milik ku. Kau bisa menggunakannya sepuas yang kau inginkan. Kau bisa mempelajari semua ilmu pengobatan dan ilmu racun. Dan tolong jaga dia, jangan sampai kristal merah itu jatuh di tangan orang yang salah".
"Aku yakin dengan diri-mu, tolong simpan dan jaga baik-baik kristal ini" Ling Be memegang kedua bahu Xio Fang. Setekah berbicara panjang lebar ia mengeluarkan kristal merah yang menyala-nyala.
Kristal merah juga dapat di bilang sebagai buku, yang di mana kristal merah itu dapat mencatat semua ilmu atau catatan pribadi.
"Mohon maaf aku tidak dapat menerimanya Ling Be. Kristal ini milik benua Merah" tolak Xio Fang dengan lembut.
"Kenapa tidak, kau memang sudah di takdirkan tuhan untuk memiliki ini. Aku yakin kau pasti bisa. Karena hanya kau yang bisa ku percaya di benua lain" pinta Ling Be.
"Kenapa kau bisa memperyai ku, aku saja baru datang beberapa hari yang lalu"
__ADS_1
"Kenapa?, kenapa lagi kau tanya?.. semenjak kedatangan kau, aku sudah mengawasi diri mu. Aku juga dapat merasa-kan ilmu yang kau miliki. Kemampuan yang ada di dalam diri mu, aku yakin".