Pangeran yang terbuang

Pangeran yang terbuang
Chapter 53


__ADS_3

"Kenapa kau bisa memperyai ku, aku saja baru datang beberapa hari yang lalu"


"Kenapa?, kenapa lagi kau tanya?.. semenjak kedatangan kau, aku sudah mengawasi diri mu. Aku juga dapat merasa-kan ilmu yang kau miliki. Kemampuan yang ada di dalam diri mu, aku yakin".


"Baiklah kalau kau memaksa Ling Be" Xio Fang menerima dengan berat hati. Bukan karena apa, benda yang di tangganya sekarang ialah benda pusaka milik Benua Merah.


"Aku yakin kau pasti bisa" Ling Be bersuha membuat hati Xio Fang yakin secara seratus persen.


"Huh.. sepertinya kita sama-sama memiliki ikatan batin"


"Ikatan batin?"


"Iya, tadi kau bilang, dari beberapa hari yang lalu hati mu gundah kan?... Aku juga begitu, aku mulai gundah saat memijakan kaki di benua merah" Ling Be hanya tersenyum merespon ucapan Xio Fang.


"Sepertinya pertandingan sudah di mulai dari tadi, ayo kita lihat. Tapi kali ini ikut bersama ku lah menuju tempat yang telah di siapkan" Xio Fang hanya menggaguk saja.

__ADS_1


Di tempat lain (Area pertandingan) dua pendekar saling beradu kekuatan, keduanya sama-sama menggunakan senjata pusaka langit yang memiliki daya serang yang sangat hebat.


Lintian dengan tongkat toyanya, dan Inomuru lawannya menggunakan cambuk yang memiliki pembekuan yang hebat.


Splas.. splas.. splas... cambuk di kibas berulang kali oleh Inomuru untuk Lintian. Tapi usaha Inomuru hanya sia-sia saja, seragan itu dapat di tahan dengan tongkat toya.


"Kau hebat juga Lintian!!" Lintian hanya tersenyum saja, ia tau kalau sedari tadi dia di remehkan oleh Inomuru lawan-nya, yang sebenarnya tidak ada apa-apa-nya.


"Sekarang giliran ku untuk menyerang" ucap Lintian.


Sreks.. Lintian hilang dari hadapan Inomuru, dan muncul di belakangnya di saat ia lengah.


Tidak dapat di elak-kan, Inomuru mulai memejamkan matanya sedikit demi sedikit dan pingsan.


"Baiklah pemenang untuk ronde kali ini adalah Lintian!!!" seru Ominous dengan lantangnya.

__ADS_1


"Baiklah selanjutnya kita panggilkan Quen Yu dari benua Tengah" Quen Yu yang namanya di panggil langsung melesat cepat memasuki area pertandingan. "Dan untuk lawannya Inabe dari benua Tengah" Inabe adalah perwakilan dari benua Tengah juga seperti Quen Yu, tapi ia berasal dari sekte Alam.


"Mohon bimbingannya Quen Yu" Inabe membungkuk bandan.


"Mohon bimbingannya kembali Inabe" Quen Yu juga ikut membungkuk badan, tanda menghormati.


Di tempat penonton yang sangat berkelas, Ling Be dan Xio Fang kini menatap area pertandingan yang tidak mencekam. "Sepertinya pertandingan kali ini tidak akan mencekam seperti pertandingan yang lalu" simpul Ling Be.


"Sepertinya tidak seperti itu Ling Be" ucapan Xio Fang berhasil menarik semua pandangan para pendiri benua Merah.


Xio Fang yang di tatap hanya masa bodoh, ia tidak membalas pandangan mereka. Ia fokus melihat pertandingan temannya.


Pertandingan kali ini ialah pertandingan yang mendominasikan senjata pusaka. Quen Yu dengan tombak pusaka langitnya dan Inabe dengan kapak puasaka bumi.


Walaupun senjata pusaka milik Inabe lebih rendah dari punya Quen Yu. Ia tidak kalah hebatnya, dengan kapak yang sangat berat ia saja masih dapat bergerak dengan lincahnya.

__ADS_1


Para penonton yang melihatnya terkagum. "Selain memiliki paras yang cantik, kau juga memiliki bakat yang hebat" puji Inabe.


Quen Yu yang di puji lantas memerah wajahnya bak kepiting rebus. Ia tersenyum malu-malu.


__ADS_2