
"Ada yang dapat saya bantu pangeran Xio Light?" tanya Seling yue dengan berhati-hati, ia takut kalau ucapannya akan menyinggung hati Xio Light yang kini sedang menatap dirinya dengan dingin.
"Apa boleh saya menemui tuan Armax?" Xio Light bertanya dengan nada dingin. Ia menatap tajam Seling yue, tidak ada senyum yang melukis wajah tampan milik-nya.
"Boleh pangeran Xio Light, ayo ikut saya" Seling yue berjalan menuju lemari besar yang telah berputar seratus delapan puluh derajat.
"Ada apa lagi Seling yue, apa kau ingin menganggu ayahanda mu hah?" tanya Armax dengan malasnya.
"Pangeran Xio Light ingin menemui ayahanda" jawab Seling yue yang tersenyum tipis. Ayahanda Seling yue yaitu Armax langsung gelagapan, dan berlutut lalu berkata "salam hormat saya pangeran Xio Light" keringat membasahi pelipis Armax.
Ia tau kalau Xio Light adalah salah satu pangeran yang tegas, dan bijaksana. Ia begitu cocok untuk menyandang gelar sebagai seorang Raja seperti Xio Nigt.
"Saya ingin membeli beberapa ilmu atau teknik pedang, toya dan tombak" pinta Xio Light yang di balas anggukan oleh Armax. "Saya juga ingin membeli beberapa tanaman yang berkhasiat tinggi dan beberapa jenis pil" lanjut Xio Light yang membuat Armax tersenyum.
Armax menoleh ke Seling yue lalu berkata "Seling yue suruh semua pelayanuntuk menyiapkan semuanya lalu bawa kesini!" perintah Armax kepada anak bungsu-nya ini.
Tanpa di bilang dua kali Seling yue pergi dan menuju para pelayan yang kini sedang ber-istrirahat.
"Ada yang bisa saya bantu lagi pangeran Xio Light?" Armax bertanya dengan hati-hati. "Jangan panggil aku pangeran, aku tidak menyandang gelar itu. Kita sama-sama rakyat" ucap Xio Light yang berusaha untuk membuat lawan bicara-nya tidak gugup.
Karena sedari tadi Armax terlihat kikuk dan gugup saat berbicara dengan Xio Light. "Baiklah Xio Light" Armax berusaha tidak gugup.
"Apa boleh saya menanyakan tentang apa yang terjadi di kota ini?" tanya Xio Light.
"Boleh Xio Light, dengan senang hati saya menjawab-nya. Kalau menyankut hal pribadi saya tidak bisa" balas Armax dengan nada suara yang begitu berwibawa.
__ADS_1
"Tidak, saya tidak menanyakan hal yang pribadi. Saya hanya ingin nanya tentang apa yang terjadi di kota ini?" Xio Light berkata dengan suara yang tidak kalah ber-wibawa dari Armax.
"Berita yang sedang heboh saat ini, si penasehat kerajaan mendapatkan tiga senjata pusaka bumi. Katanya ia dapat dari leluhurnya. Di saat ia bertapa di bawah gunung Kinaboin" jawab Armax yang membuat Xio Light dan Xio Fang mengangguk.
"Senjata apa itu aja Armax?" Xio Light melontarkan satu pertanyaan kepada lawan bicara-nya.
"Yang saya tau ketiga senjata itu tiada lain ialah dua bilah pedang dan satu panah yang dapat mengeluarkan busur saat tali dari panah itu di tarik" Armax menjawab lagi. Ia juga berusaha berpikir agar orang yang ada di depan-nya [Xio Light] mendapatkan informasi yang akurat.
Xio Light lantas terdiam sejenak dan membuat ruangan itu tidak bergeming. Di mana Xio Light dan Armax yang sedang tenggelam di dalam lamunanya lantas tersentak kaget saat Seling yue masuk dengan barang yang di pinta Xio Light.
Ia membawa semua barang tanpa ada kesulitan. Seling yue membawa dengan hati gembira, di dalam pikiran-nya ia akan mendapatkan banyak keping koin, karena sebelum masuk kedalam ruangan pribadi mikik ayahanda Armax. Ia menghitung harga keseluruhan dari barang yang di mana kala ini berada di tangan-nya.
"Ini barang yang engkau pinta Xio Light" Seling yue meletakkan banyak barang yang di taruh dalam karung yang terbuat dari kain.
"Terima kasih banyak Seling yue, berapa semuanya?" tanya Xio Light.
"Terima kasih banyak Armax, tapi saya tidak mau menerima barang yang begitu banyak ini tanpa ada pembayaran. Kalau tidak saya bayar semua barang yang saya inginkan, sama sahaja itu dengan memalak atau meminta dengan cara halus" tolak Xio Light yang membuat Seling yue tersenyum puas.
"Berapa semuanya Seling yue?" tanya Xio Light. Xio Fang masih menjadi pendengar yang baik, ia sama sekali tidak ikut berbicara.
"Semua-nya berjumlah sekisar lima puluh keping koin emas dengan seratus tiga puluh keping koin perak" jelas Seling yue yang membuat Xio Light mengeluarkan banyak keping koin emas.
"Tolong berikan kami lima ekor kuda yang ber-kualitas".
"Baik Xio Light, akan saya siapkan dengan cepat" Seling meninggal-kan ruangan dengan hati yang berbunga-bunga, bagaimana tidak berbunga-bunga ia akan mendapatkan banyak keping koin.
__ADS_1
Author: "Dasar pikiran uang" mendengus.
Seling yue: "Iri bilang aja thor" tertawa cekikikan.
Author: "Suka-suka mu aja Seling yue".
***
"Terima kasih banyak Xio Light dan Xio Fang, karena telah ber-transaksi dengan asosiasi Bulan Purnama" Armax begitu berterima kasih kepada kedua pangeran yang kini berada di hadapan-nya.
Ketiga pendekar kini sedang menunggangi kuda milik mereka. "Aku tidak menyangka, kalau di kota besar aku akan mendapatkan satu ekor kuda yang ber-kualitas" Nian Wang begitu senang apa yang kini ia dapatkan.
"Iya aku juga tidak menyangka" Quen Yu menimpali ucapan Nian Wang.
"Kami pamit kembali ke sekte kami dulu ya Armax, Seling yue" pamit Xio Fang yang baru membuka suara yang sedari tadi diam sahaja.
"Iya Xio Fang, kalau ada waktu mampir lagi kesini" ucap Seling yue dengan senyuman yang terukir di wajahnya. Tanpa ia rasa, ia telah menempatkan Xio Fang di hatinya setelah ayahanda-nya Armax.
Karena Seling yue egois ia tidak berani mengucap-kan perasaannya.
"Sampaikan salam ku kepada Koinoin ya" lanjut Xio Fang yang di balas anggukan cepat oleh Seling yue.
Armax yang tau kalau anak bungsu-nya ini sedang jatuh cinta kepada seorang yang memiliki kasta tertinggi, tapi ia hanya diam dan pura-pura tidak tau.
***
__ADS_1
Author: "*Assalamualaikum semua, salam sejahtera, salam toleransi. Author mau minta maaf karena tiga hari tidak up, author juga masih sekolah. Author juga kini sedang belajar mengatur waktu, untuk sekolah dan bekerja"
"Author masih kelas tiga SMP, jadi kalau gak up berarti author sibuk dengan sekolah. Mana gak lama lagi bakalan ujian kelulusan. Sampai jumpa di lain hari, author cuman mau bilang itu aja 👋👋👋😊😊😊*".