
..."Aku ingin menjadi kuat karena ingin melindungi orang yang kusayang, dan orang yang pantas aku tolong" -Xio Fang...
Lionin menceritakan apa yang terjadi dengan desa kinjuomi beberapa hari yang lalu, di mana hewan buas yang bersahabat kini malah menjadi musuh.
Liar dan begitu brutal. Para hewan buas akan memburu siapa sahaja yang ia lihat, dengan bantuan penciuman yang begitu tajam, hal yang mudah untuk memburu atau memangsa para warga.
Di saat malam hari, ke-lima pendekar di sungguhi dengan makanan yang tidak terlalu mewah tapi dapat membuat siapa sahaja akan tergiur.
Wangi dari makanan langsung menyeruak dan menyerang indira penciuman semua orang yang berada di meja makan yang terbuat dari kayu jati, kayu yang memiliki kualitas paling bagus.
Di saat sela-sela menyantap makanan. Xio Fang menangkap suara jeritan wanita yang berada di arah Basat desa. Tanpa menunggu yang lain Xio Fang langsung berlari menuju asal suara.
Ia berlari dengan bantuan tenaga dalam yang menyelimuti tapak kakinya. Ia berlari dengan cepat.
"Apa perlu kita bantu Xio Fang, Xio Light?" tanya Lintian yang di balas gelengan kepala oleh Xio Light. Lalu Xio Light berkata "tidak perlu, dia dapat menyelesaikan-nya sendiri" Lintian yang mendegarkan ucapan ketuanya hanya mengangguk paham.
Di sisi lain, seorang wanita berlari dengan cepat menghindari terkaman serigala yang haus akan darah si wanita. Wanita itu menjerit dengan keras meminta tolong tapi hasilnya nihil. Tidak ada satu warga pun yang berani keluar dari rumahnya.
Di saat wanita itu berlari, asap muncul tiba-tiba yang membuat siapa sahaja yang menghirupnya akan pingsan. Wanita yang di kejar oleh serigala itu kini telah pingsan di atas tanah.
"Sudah ku duga" pemuda itu bergumam lalu menggunakan teknik ilusi tahap awal. Serigala yang terkena teknik ilusi itu lantas linglung dan jatuh di atas permukaan tanah, tubuhnya tidak dapat ia gerakan lagi, karena serigala itu tertimpa batu besar di dalam halusinasi-nya.
"Bagus" ucap pemuda itu senang, tanpa ia sadari ada seorang yang memakai jubah cokelat kehitaman yang mengintai yang sedari tadi.
__ADS_1
Ia lantas tersenyum dengan smirk lalu bergumam "jangan senang dulu anak kecil" kunai melesat dengan cepat menuju pemuda yang di anggap-nya sedang lalai.
Xio Fang yang sedang berdiri di dahan pohon langsung peka dengan keaadaan sekitar. Dua senjata yang tidak yang tidak di ketahui namanya melesat dengan cepat menuju kepada-nya.
Di saat senjata itu berada satu senti dari Xio Fang, Xio Fang lantas lompat ke udara dan berputar bagaikan roda. Senjata itu tertancap di dahan pohon.
"Ternyata ada orang yang sedari tadi di belakang ku" Xio Fang bergumam lalu menghilang dari tempat pijakan-nya.
Bashhhh.... Hembusan angin terjadi di saat Xio Fang menyerang orang yang tidak ia kenal menggunakan kakinya. Dengan sigap orang itu menahan serangan itu dengan tangannya.
"Kau lumayan hebat juga anak kecil" ia tersenyum lalu mengeluar-kan senjata di balik jubah-nya. "Kunai" guman Xio Fang.
Kunai adalah senjata yang memiliki panjang sekisar sepuluh cm sampai dengan dua puluh cm. Senjata Kunai ialah ciri khas dari benua sakura. Kenapa benua itu di sebut dengan sakura, karena di benua itu terdapat banyak sekali pohon sakura.
"Orang dari benua sakura ternyata" lanjut Xio Fang yang langsung menggunakan senjata yang di kasih oleh Asosiasi Bulan Purnama.
Serangan tapak juga di luncurkan oleh lawan Xio Fang. Xio Fang tidak terkejut dengan aura membunuh yang di keluarkan lawannya, begitu pekat. "Lebih baik kau menyerah-kan saja nyawa mu anak kecil" ucap lawan Xio Fang yang meremehkan dirinya.
"Kalau aku tidak mau, apa boleh buat!" ucap Xio Fang yang langsung hilang dari pandangan lawan-nya. Xio Fang menggunakan ilmu atau teknik pusaka milik sekte penyamun. Ilmu ilusi tahap tinggi.
Ilmu ilusi yang memiliki lima tahap, yang paling lemah ialah tahap lima. Kini Xio Fang menggunakan ilmu ilusi tahap tiga.
Lawan-nya mulai siaga karena takut Xio Fang akan menyerang-nya di saat ia lalai.
__ADS_1
Trang... Bukan hanya suara peraduan senjata yang ber-material besi, melainkan percikan api yang keluar membuat lawan-nya menjerit dengan keras "aaaaarrrgggg" percikan api itu adalah teknik ilusi yang di pelajari Xio Fang di saat di sekte Xio.
Percikan api itu sebenarnya adalah jarum kecil. "Tempat mu di neraka pendekar aliran hitam" Xio Fang mengucap-kan kata itu sebelum ia menebas kepala lawan-nya dengan pedang pusaka.
Aura membunuh yang ada di lawan Xio Fang, kini berpindah di tubuh-nya.
****
Di tempat lain terdapat tiga laki-laki dan seorang wanita yang ber-gidik ngeri. "Rayi mu ngeri sekali ketua" Nian Wang menelan saliva-nya ia masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
Xio Fang yang di anggap polos ter-nyata memiliki nafs* membunuh yang begitu mengerikan. Mungkin ia tidak akan cari perkara dengan Xio Fang.
"Itu sudah biasa Nian Wang dalam dunia pendekar" jelas Lintian yang ikut menelan saliva-nya. Ia masih tidak habis pikir dengan apa yang di lakukan oleh Xio Fang.
Menebas kepala lawan-nya dengan santai tanpa ada rasa ber-salah sama sekali.
Xio Light yang dari tadi mengawasi keaadaan sekitar lantas melompat di saat lima belas kunai melesat dengan cepat.
"Kalian tidak perlu melihat lagi, ayo lawan kami!" empat orang yang memakai jubah hitam muncul di hadapan mereka. Kunai yang melesat hancur begitu saja saat busur panah di lepaskan oleh Xio Light.
"Nian Wang, Lintian, Quen Yu lawan mereka masing-masing satu!" titah Xio Light yang langsung menyerang satu dari ke-empat musuh yang ada.
Quen Yu langsung mengeluar-kan tombak ke sayangan-nya yang telah di upgrade di Asosiasi Bulan purnama. Ujung tombak lebih tajam dari yang pertama, ujung tombak di tempa oleh penempa senior atau yang sudah mengusai teknik menempa.
__ADS_1
Lintian juga ikut mengeluar-kan tongkat Toya yang telah di upgrade di Asosiasi. Tonkat Toya yang menjadi lebih ringan dari pada sebelum-nya. Walaupun riangan, tongkat Toya dapat menghantam lawan dan memundurkan atau menjauhkan sejauh tiga puluh lima meter. Jarak yang begitu jauh.
Nian Wang dengan pedang yang telah di tempa. Pedang yang begitu tipis tapi memiliki daya tahan yang begitu hebat. Satu tebasan saja dapat mengoyakkan batang pohon yang memiliki diameter seratus sepuluh cm.