Pangeran yang terbuang

Pangeran yang terbuang
Chapter 28


__ADS_3

..."Dunia pendekar sama seperti dunia para hewan, yang kuat akan berkuasa, yang lemah akan menjadi santapan yang kuat"...


...-Xio Fang...


Ke-lima kuda yang di tunggangi oleh ke-lima pendekar melaju dengan cepat, melawati jalan setapak yang penuh akan batu kerikil. Tanpa ada rasa gentar mereka juga melewati tebing yang curam.


Perjalan kali ini meningkat kemampuan mereka. Xio Nigt memberikan tugas untuk ke-lima pendekar pemula yaitu untuk mengumpul-kan banyak keping koin, dengan cara menyelesaikan misi di berbagai pusat.


Tugas yang di berikan oleh pusat kota besar yaitu membunuh hewan buas yang kini sedang meneror Desa kinjuomi. Desa Kinjuomi berada di dekat hutan Lokonium.


Di mana hutan Lokonium terdapat hewan-hewan buas. Biasanya hewan buas dari hutan Lokonium tidak akan menyerang warga, karena adanya mereka hutan milik para hewan menjadi lebih baik.


Banyak tanam-tanaman yang di tanami, seperti pohon pinus, pohon beringin dan berbagai pohon lain. Mereka juga memperkembang biak-kan ikan yang ada di danau.


Ikan dari danau itulah di berikan kepada hewan buas sebagian, dan sebagian untuk para penduduk.


Hewan buas yang di lakukan dengan baik membalas budi para penduduk dengan melindungi para warga dari serangan pendekar aliran hitam.


Tapi entah kapan hewan-hewan buas itu menjadi menggila dan liar. Siapa saja yang mereka lihat sebagai makanan kecuali para hewan.


Para hewan buas itu telah menjatuhkan sekurang-kurang-nya tiga puluh warga, delapan belas anak-anak dan lebihnya ialah orang dewasa. Hanya itu informasi yang di berikan oleh pusat kota.


"Sepertinya ada racun yang bersarang di tubuh mereka" ucap Quen Yu di sela-sela lamunan.


"Racun seperti apa itu Quen Yu?" tanya Xio Light yang tidak pernah belajar akan ilmu racun dan obat-obatan.


"Racun yang biasa di gunakan tiada lain adalah racun Bujoin, racun yang dapat mengenadalikan manusia dan hewan. Racun ini juga mengandung ilusi yang hebat. Cara mengeluarkan racun itu dengan cara membunuh di pemberi racun" jelas Quen Yu panjang lebar.

__ADS_1


Kalau masalah racun dan obat-obatan jangan di elak-kan lagi, Seling yue adalah murid pemungkas Zuanzi. Di mana semua ilmu milik Zuanzi di berikan kepada murid kesayangan-nya. Quen Yu juga bersumpah untuk menggunakan ilmu yang di berikan guru-nya Zuanzi kejalan yang benar.


"Rayi nanti saat hewan buas menyerang gunakan teknik ilusi yang membuat mereka tertidur!" titah Xio Light kepada Xio Fang.


"Baik Raka serahkan ssemuanya kepada Rayi" balas Xio Fang dengan tekad yang kuat.


"Quen Yu tugas mu, ambil sampel dari racun itu. Korbankan satu hewan buas!" Xio Light kini memeberikan titah kepada Quen Yu yang di balas anggukan.


"Tugas kami apa ketua" tanya Nian Wang yang sedari tadi hanya menyimak percakapan ketuanya dengan anggota yang lain.


"Tugas kalian ikat semua hewan buas yang terkena ilmu ilusi milik Xio Fang" jelas Xio Light yang membuat Nian Wang dan Lintian mangut-mangut.


"Tugas mu apa Xio Light?" tanya Quen Yu.


"Tugasku, akan mencari si pemilik racun. Pasti dia tidak jauh dari per-kampungan" jawab Xio Light, yang menjelas-kan akan tugas yang akan ia kerjakan.


Di saat kelima pendekar mau masuk kedalam per-desaan, dua golok langsung berada tepat di leher Xio Fang.


"Siapa kalian, berani-berani-nya masuk kedalam per-desaan kami!" sergah salah satu dari keduanya. "Kami di utus oleh pusat kota untuk menyelesaikan masalah yang kini kalian hadapi" jelas Xio Fang yang rada kikuk, karena dua golok masih berada tepat di lehernya.


Kalau Xio Fang bergerak sedikit saja, mangka ia akan mendapatkan dua goresan yang besar.


"Apa benar, kami tidak mempercayai-nya. Orang yang kesini hanya menginginkan kekuatan yang berada di desa ini" sambung-nya yang kini mulut-nya di bekap oleh temannya.


"Bisa gak jangan membocorkan rahasia desa kepada orang yang tidak di kenal!" temannya menatap dengan sadis, karena dengan ceplas-ceplos-nya memberikan rahasia yang tidak di ketahui kepada ke-lima pendekar.


Kelima pendekar kini menatap keduanya dengan bingung. Xio Light lantas langsung menunjukan tanda pengenal yang telah di buat secara resmi saat di pusar kota besar.

__ADS_1


"Baiklah, silahkan masuk. Tapi ingat langsung lapor kepada pemilik desa" ucap mereka secara serempak dengan tatapan yang begitu sadis membuat Quen Yu bergidik ngeri.


"Baiklah" jawab Xio Light yang langsung memacu kudanya dan ikuti oleh ke-empat pendekar dari belakang. Mereka ber-lima kini telah sampai di depan rumah pemilik desa.


Tok... tok.. tok.. Nian Wang mengetuk pintu tiga kali yang langsung membuat pria paruh baya dengan janggut putih keluar dari rumah itu. Ia menatap semua-nya dari atas sampai bawah.


"Kalian siapa dan ada keperluan apa?" pemilik desa itu bertanya dengan nada dingin. "Kami dari kelompok Darah Biru, perkenalkan nama saya Light" Xio Light memperkenalkan diri tanpa menyebutkan marga.


"Iya, kami dari kelompok Darah Biru. Kami di utus oleh pusat kota" timpal Xio Fang yang berusaha mengatur suara agar tidak terdengar cempreng. "Tunjukan penanda kalian!" suruh pemilik desa yang kini Xio Fang yang menunjuk-kan-nya.


"Baiklah, silahkan masuk kedalam gubuk yang tidak seberapa saya" pemilik desa menyuruh ke-lima pendekar itu masuk. "Terima kasih banyak tuan" ucap semua-nya secara bersamaan.


"Jangan panggil saya tuan, panggil aja saya Lionin" ucap pemilik desa yang memiliki nama Lionin.


"Baik Lionin" ucap Xio Light mewakili semuanya. Pemandangan pertama kali mereka dapat ialah struktur rumah yang begitu klasik. Tapi ada satu wilayah dari rumah itu mengeluarkan energi hebat.


Setiap tarikan nafas energi itu masuk lewat hidung dan merubah-nya menjadi tenaga dalam di saat energi itu berada di paru-paru.


Segar rasanya. Siapa sahaja yang berada di tempat seperti ini akan begitu betah. "Kalian sudah tau" ucap Lionin terkekeh-kekeh.


"Hiruplah sesuka kalian" ucap Lionon membuat Xio Fang, Xio Light, Nian Wang, Lintian dan Quen Yu mendadak gelagapan.


***


Author: "*Assalamualaikum semua-nya, author minta maaf kalau chapter demi chapter cerita-nya begitu singkat atau sedikit. Sebenarnya author kelelahan banget karena harus sekolah sampai jam satu siang. Belum lagi nanti ada kerjaan pribadi di sore dan malam hari"


"Nanti juga author harus sekolah sampai jam enam sore. Author juga buatnya malam-malam. Sampai kurang tidur (eh malah curhat, maaf ya 🙏🙏). Author minta maaf banget kalau tidak bisa update setiap hari. Author juga cuman mau ngingetin tetap jaga kesehatan ya. Sampai jumpa di lain hari 👋👋👋*"

__ADS_1


__ADS_2