Pangeran yang terbuang

Pangeran yang terbuang
Chapter 14


__ADS_3

"Keaadaan saya sudah membaik, kalau boleh tau ini sekte apa ya?" tanya wanita itu kepada Quincey.


"Ini sekte Xio" Quincey menjawab pertanyaan wanita itu dengan membawa satu mangkuk penuh dengan bubur.


Perempuan itu ingin bangun dari tempat tidur, langsung di tahan oleh Quincey "tubuh mu masih begitu lemah, beristirahat lah dulu".


Perempuan itu hanya menurut apa yang di ucapkan Quincey, mungkin ini karena ingin sembuh.


Dalam lamunanya, ia langsung teringat dengan gulungan yang berisi ilmu pusaka milik sekte Penyamun. Dengan glapapan ia memeriksa gulungan itu, tapi hasilnya nihil.


"Ini gulungan milik mu, aku hanya menyimpan-nya sahaja agar tidak hilang" ucap Zuanzi yang tiba-tiba berada di samping wanita yang tidak di kenali itu.


"Terima kasih" menerima gulungan yang di berikan oleh Zuanzi, ia juga langsung melihat isi dari gulungan itu.


"Nama mu pasti Wenyu, pendekar pemungkas dari sekte Penyamun" teka Zuanzi yang di balas anggukan lalu berkata "iya benar apa yang anda bilang, apakah saya boleh tau nama anda?" tanya wanita itu yang bernama Wenyu dengan sopan dan lemah lembut.


"Nama ku Zuanzi, pemilik sekte Xio" balas Zuanzi yang membalas jabatan tangan Wenyu.


"Kamu istrirahat dulu selama tiga hari, baru kamu boleh kembali ke sekte mu. Luka-luka yang kamu miliki harus di sembuhkan terlebih dahulu" ujar Zuanzi yang berjalan meninggalkan Wenyu dan Quincey.


Wenyu hanya diam sahaja apa yang di katakan oleh Zuanzi, memang benar luka yang ia dapat-kan begitu banyak. Bukan hanya satu sayatan tapi berpuluh-puluh sayatan ia dapat-kan.


Tanpa di sadari, satu mangkuk yang penuh dengan bubur yang hangat habis tidak tersisa. Bubur itu mengandung tenaga dalam yang membuat siapa yang memakannya akan merasa segar kembali atau memiliki tenaga lagi.


***


Di ruangan yang tidak terlalu besar suami istri sedang berbincang-bincang. "Lebih baik ia di kawal dengan anggota sekte kita" Zuanzi memberi saran kepada suaminya yang kini sedang berfikir.


"Iya tapi kita akan menyuruh mereka" ucap Xio Nigt dengan nada sedikit dingin.


"Kenapa harus mereka, mereka kan masih anak-anak. Belum tau betapa kelamnya dunia pendekar" Zuanzi terlihat begitu khawatir terhadap kedua anaknya dan ketiga muridnya.


"Tidak perlu takut, mereka sekarang sedang latihan dengan giat di taman" ucap Xio Nigt yang berjalan menuju jendela lalu melihat pemandangan yang begitu asri.

__ADS_1


***


Detik demi detik, menit demi menit. Jam demi jam, hari demi hari. Pagi berganti malam.


Ini sudah seminggu, kelima pendekar masih aja latihan dengan giat.


Kekuatan mereka-pun bertambah seiringan dengan waktu. Di saat mereka fokus dengan latihan, mereka berlima terpaksa menghentikan-nya karena harus menemui Xio Nigt di ruangan pribadinya.


"Ada apa ayahanda" tanya Xio Light kepada ayahandanya.


"Kalian memiliki misi penting, yaitu melindungi salah satu wanita dari sekte Penyamun" ucap Xio Nigt.


"Apakah wanita yang kami temukan di depan gerbang sekte?" Xio Light membuka suara.


"Iya, dia adalah murid pamungkas dari sekte penyamun. Karena ia belum sembuh secara sempurna ia harus di kawal" balas Xio Nigt.


"Baik lah" jawab mereka secara bersamaan. "Ini adalah stok makanan untuk kalian di perjalanan, jadi simpanlah di cincin ruang" jari Xio Nigt ter-arah ke makanan yang berada di atas meja kayu miliknya.


***


"Iya, sama sama" jawab sepasang suami istri.


"Untuk kalian ber-lima, harus saling melindungi dan melengkapi iya" ucap Zuanzi dengan senyuman yang begitu lembut, siapa sahaja yang melihat senyuman-nya akan terpana.


"Iya guru" ucap mereka bersamaan lalu di susul dengan ketawa kecil.


"Apakah kalian murid baru sekte Xio?" Wenyu membuka topik pembicaraan yang sedari tadi hanya diam sahaja. "Iya, kami murid baru" Balas Nian Wang.


Tap... tap.. tap..


Suara tapak kali saling bersahutan saat kaki mereka menginjak pepohonan. Mereka berlari menggunakan teknik atau ilmu meringankan tubuh agar cepat sampai ke sekte Penyamun.


"Kalau boleh tau Ayunda (panggilan untuk kakak wanita) Wenyu, siapa yang meyerang anda?" tanya Quen Yu.

__ADS_1


"Aku kurang tau, tapi guru pernah bilang. Ada seorang penasehat dari suatu kerajaan yang mengincar senjata pusaka, ilmu atau teknik pusaka dan sebagainya" jawab Wenyu.


"Pasti ini ulah si rubah tua itu" geram Xio Fang. "Rubah tua siapa?" Wenyu sedikit bingung pada ucapan Xio Fang.


"Rubah tua yang di maksud oleh Xio Fang ialah penasehat dari kerajaan Xio" Xio Light langsung menjawab pertanyaan Wenyu.


"Bukankah kalian juga dari kerajaan Xio. Marga kalian Xio kan?" perempuan itu semangkin bingung apa yang telah terjadi dengan kedua anak yang ada bersama dia.


"Iya kami dari keluarga Xio. Tapi kami telah di fitnah oleh dia sampai di singkirkan dari kerajaan" Xio Fang mulai menunduk saat menjawab pertanyaan itu, ia berusaha menahan tangis. Ia juga begitu rindu kepada ibunda-nya yang setia menjaganya.


"Kejam-nya" gumam Wenyu.


Wenyu juga sampai syok saat mendengar -kan pengakuan kedua anak itu.


"Sabar, kita pasti bisa mengalahkan-nya" Wenyu memberi semangat kepada dua anak tersebut. Kedua anak yang tadinya bermuka murung mulai tersenyum waluapun tidak selebar seperti biasanya.


Mereka berdua juga yakin, kalau si rubah tua atau si penasehat akan mati di tangan mereka.


Di saat asik mengobrol satu busur melesat dengan cepat dan mengenai ujung daun telinga milik Wenyu.


"Ada pendekar aliran hitam, tetap hati-hati. Ini pasti utusan si rubah tua itu" Xio Light memberi peringatan.


"Quen Yu jaga ayunda Wenyu, jaga ia sebaik-baik-nya!" titah Xio Light kepada Quen Yu. Quen Yu yang mendapatkan titah dari Xio Light langsung mematuhinya.


"Yang lain jaga-jaga" sambung Xio Light sambil menarik tali panahnya, dalam seketika busur yang terbentuk dari pemadatan energi matahari. Saat pemadatan selesai busur itu langsung melesat dengan cepat dan menancap di salah satu pohon.


Busur itu langsung meledak dan menumbangkan pohon yang menutupi sejati diri si pemanah.


Pemanah itu tersenyum seram sebelum berkata "serang semua-nya" sekelompok pria yang mengenakan pakaian serba hitam mengelilingi mereka.


"Quen Yu bawa lari ayunda Wenyu secepatnya!!!" teriakan lantang keluar dari mulut Xio Light.


Tanpa banyak membuang waktu Quen Yu membawa lari Wenyu dengan cepat.

__ADS_1


Keempat anak muda itu akan menghalangi si pendekar suruhan si penasehat.


__ADS_2