
"Ini bayaran untuk kalian, kalau kurang bilang saja" pedagang (panggilan-nya pedagang aja, kalau pria terlalu aneh) itu menyerah-kan satu kantung kain yang berisi sekisar tiga puluh keping emas dan tujuh ratus empat puluh delapan keping koin perak.
"Terima kasih banyak, ini sudah cukup kok" ucap Xio Light dengan tersenyum.
Selesai makan malam mereka berpisah dari kedai makan. "Raka, Rayi mau pergi ke asosiasi bulan purnama boleh gak?".
"Ini beberapa koin untuk mu Rayi, mana tau kamu mau beli barang" ucap Xio Light menyerahkan seratus keping koin perak kepada Xio Fang. Xio Fang menerima dengan senang lalu berkata "terima kasih banyak Raka".
Xio Fang menelusuri kota besar sendirian, begitu banyak orang yang belalu lalang. "Kalau tidak salah, asosiasi bulan purnama berada dekat di kedai arak" ia terus jalan dan memperhatikan keadaan sekitar.
Ia mulai membaca satu demi satu nama kedai, dan menumakan kedai yang menjual Arak. Tepat sekali di samping kedai Arak, terdapat asosiasi bulan purnama.
"Selamat datang tuan, ada yang bisa saya bantu" ucap salah satu pelayan. "Di mana letak gulungan ilmu pedang?" Xio Fang bertanya kepada pelayan itu.
"Ayo ikut saya, biar saya antar" pelayan itu memimpin jalan. Xio Fang mengikuti dari belakang.
Tidak lama kemudian mereka telah berada di depan rak yang penuh akan gulungan ilmu pedang. Satu demi satu Xio Fang membaca ilmu-ilmu yang mengajarkan teknik pedang.
Banyak yang ia baca, tapi hanya tiga yang ia ambil. Yang pertama ilmu pedang senggorok bumi, yang ke-dua ilmu pedang basurong goulond. Dan yang ke-tiga adalah ilmu pedang babat nogo.
Ketiga gulungan itu seharga delapan puluh keping koin perak. Sedikit mahal.
Tapi bagi Xio Fang itu harga yang biasa untuk ke-tiga ilmu tahap pertengahan. Xio Fang ingin meningkat-kan kemampuan pedang-nya agar dapat membalaskan dendam kepada si rubah tua atau penasehat kerajaan.
Karena ia Xio Fang di usir dari kerajaan oleh ayah kandung-nya, sungguh tragis. Penasehat kerajaan juga memiliki naf** membunuh yang membuat Xio Fang tidak berani melawan di kerajaan milik ayahanda-nya.
Ia memiliki tekad ingin menjadi yang lebih kuat, bukan karena ingin di sanjung tapi ingin membawa perdamaian di dunia pendekar yang kini riuh akan peperangan antara pendekar aliran putih dan pendekar aliran hitam.
__ADS_1
Pendekar aliran netral juga ikut termasuk kedalam konflik ini. Ada sebagian yang membantu pendekar aliran putih dan ada sebagian yang membantu pendekar aliran hitam.
Xio Fang berjalan keluar dari kota besar, karena ia begitu benci dengan keributan. Ia memilih ke-sepian, karena di kala sepi, jiwa dan raga akan menjadi tenang.
Ketenangan adalah pondasi dari berdirinya seorang pendekar. Karena apa?..karena ketenangan akan membawakan hasil yang memuaskan.
Seperti saat melawan lawan-nya, ia tidak gegabah. Sesungguhnya ke-gabahan awal terjadinya kesalahan yang fatal.
Xio Fang kini sedang berada di atas bukit, dengan lentera yang ia bawa. Ia mulai duduk lalu mem-pelajari ketiga ilmu yang ada di gulungan.
Xio Fang juga sudah bilang kepada Xio Light untuk tidak mencarinya, karena ia akan pulang larut malam.
Satu demi satu ilmu ia perakrekan. Suara merdu dari burung hantu, membuat malam ini menjadi lebih tenang, suara lembut-nya membuat Xio Fang menjadi semangat.
Entah sejak kapan Xio Fang begitu menyukai suara burung hantu, mungkin sejak ia pergi keluar dari kerajaan di kala malam hari.
Xio Fang menyantap makanan dengan begitu lahapnya, sampai tidak tersisa sama sekali. Setelah perutnya di isi ia mulai melanjutkan latihan-nya untuk menguasai tiga ilmu pedang malam ini juga.
"Anak muda yang memiliki tekad yang hebat" suara berat terdengar di telinga Xio Fang. Xio Fang pun menoleh dan menemukan seorang pria tua yang sedang bersandar di batang pohon.
"Tidak perlu takut, saya bukan orang jahat. Ayo duduk di sini" orang yang tidak di kenal itu berbicara kepada Xio Fang.
"Kalau boleh tau anda siapa ya?" tanya Xio Fang dengan sopan.
"Saya Koinoin. Saya salah satu pendekar dari asosiasi bulan purnama. Tapi saya sudah pensiuan. Umur saya hampir genap sembilan puluh empat" pria tua yang bernama Koinoin membalas pertanyaan Xio Fang.
"Kalau boleh tau nama kamu siapa anak muda?" Koinoin bertanya.
__ADS_1
"Nama saya Fang" Xio Fang sengaja tidak menyebutkan marga-nya yaitu Xio. Siapa yang tidak kenal dengan marga Xio?, marga Xio adalah salah satu marga yang terkuat yang ada di dunia, tapi sekarang tidak sekuat dulu. Di mana pemimpinnya memiliki kemampuan pedang yang hebat.
"Nama yang indah" puji Koinoin. "Terima kasih pak Koinoin" balas Xio Fang.
"Panggil Koinoin sahaja, tidak usah pakai pak. Itu tidak enak di dengar" ucap Koinoin yang di balas anggukan oleh Xio Fang.
"Ayo duduk di sini" Koinoin menepuk tempat yang kosong yang berada di sebelah-nya.
Xio Fang pun lantas duduk di samping Koinoin.
"Kamu tau gak dunia pendekar itu seperti apa?" Koinoin membuka awal topik pembicaraan. Xio Fang menganguk lalu berkata "dunia pendekar ialah dunia yang kejam, yang kuat ia bertahan, yang lemah hanya menjadi santapan bagi yang kuat. Yang kuat maupun yang lemah akan menjadi boneka si yang licik" Xio Fang menjelaskan panjang lebar.
Koinoin tersenyum sesaat sebelum ia membuka mulut-nya "iya itu benar sekali, jadi kamu ingin kuat untuk apa?".
"Saya ingin kuat karena ingin melindungi orang yang saya sayangi, orang yang lemah dan orang yang pantas saya lindungi" jawaban Xio Fang membuat Koinoin tersenyum.
"Pikiran mu sudah begitu dewasa anak muda. Padahal fisik mu sahaja belum genap dua puluh tahun" Koinoin begitu senang dengan jawaban Xio Fang jawab.
"Kalau orang yang kau sayangi malah jadi penghianat bagaimana?" Koinoin memberi pertanyaan yang di luar batas untuk seorang anak kecil seperti Xio Fang.
"Kalau bisa saya akan menasihati-nya, kalau tidak bisa saya siap melawannya. Karena di dunia ini tidak ada setia selain pencipta" jawaban yang begitu mantap keluar dari mulut Xio Fang.
Koinoin sampai terpukau akan jawaban yang tidak pernah ada di benak-nya.
***
Author: "Assalamualaikum semua, salam sejahtera, salam toleransi, selamat pagi, siang, sore dan malam. author cuman mau ucapin terima kasih banyak, untuk para reader's yang masih setia dengan cerita abal-abal milik author. Kalau bisa berikan like, tinggal kan komen. Kalau boleh tolong di share keteman terdekat kalian ya. Sampai jumpa di lain hari, author akan berusaha menyajikan cerita yang bagus dan menarik untuk kalian 😊😊😊👋👋👋".
__ADS_1