
Xio Fang berjalan sendiri menuju penginapan yang telah di pesan oleh Xio Light. Di penginapan itu juga ada Nian Wang, Quen Yu dan Lintian.
Tidak lama kemudian ia sudah tiba di depan pintu penginapan, ia masuk dan menampakkan Rakanya Xio Light yang kini sedang sarapan pagi dengan semangkuk sup hangat.
Xio Fang lantas duduk di hadapan Raka yang ia sayangi. "Dari mana aja Rayi, satu malaman enggak kembali?" tanya Xio Light yang masih sibuk dengan sup yang ada di handapan-nya. "Emm... maaf Raka, Rayi dari asosiasi" Xio Fang menjawab pertanyaan Xio Light dengan gugup.
Ia takut Rakanya ini marah kepadanya. "Apa yang kamu dapatkan?" Xio Light bertanya dengan nada yant begitu lembut, ia tau kalau Xio Fang Rayinya sedang ketakutan. Mungkin di pikiran Rayinya ia akan merah, sungguh lucu.
"Ini Raka" ucap Xio Fang seraya menyodorkan tiga gulungan ilmu pedang dan tumpukan tanaman yang berkhasiat tinggi, selain meningkat-kan lingkaran tenaga dalam, tanaman itu juga dapat meningkat-kan daya tahan otot kaki dan otot tangan.
"Gulungan apa ini Xio Fang" Nian Wang ikut bergabung dala percakapan Xio Fang dan Xio Light.
"Gulungan ilmu pedang Nian Wang" jawab Xio Fang yang masih sibuk dengan tanaman yang berkhasiat tinggi. Ia mencari tanaman obat dan penambah tenaga dalam.
"Apa aku boleh melihat-nya?" tanya Nian Wang yang di balas anggukan oleh Xio Fang. Dengan antusias Nian Wang mulai melihat dan membaca gulungan itu.
"Apa aku boleh mempelajari-nya" Nian Wang bertanya yant kedua kalinya, tapi ini bukan di jawab dengan anggukan tapi dengan satu kalimat yang membuat Nian Wang antusias ingin mendatangi tempat itu.
__ADS_1
"Silahkan, aku juga telah mempelajari-nya tadi malam, kalau kau ingin memiliki ilmu pedang tahan menengah bisa langsung pergi ke asosiasi Bulan Purnama" Nian Wang lantas menghitung koin miliknya.
"Sepertinya cukup untuk membeli beberapa ilmu pedang. Yang lain kapan-kapan saja. Ketua kita ke asosiasi dulu ya" pinta Nian Wang yang begitu berharap.
"Iya, tapi selesai sarapan. Aku juga ingin membeli beberapa pil obat dan pil penambah lingkaran tenaga dalam di saat genting (terpaksa, terdesak dan sebagai-nya)" jawab Xio Light.
Setelah sarapan semuanya pun berjalan menelusuri setiap jalan yang ada di kota besar. Tujuannya tiada lain ialah asosiasi.
Di depan pintu masuk terdapat orang yang sangat di kenal oleh Xio Fang, walau-pun hanya satu malaman. Ia adalah Koinoin, Koinoin menyapa Xio Fang dengan senyuman khasnya.
"Mau kemana pangeran, apa ingin bertemu dengan Seling yue?" tanya Koinoin dengan lembut dan di balas anggukan oleh Xio Fang. Xio Light tampak terkejut.
Xio Fang tau apa yang ada di pikiran Raka-nya. Ia mulai menjelaskan dengan pelan-pelan sampai Raka-nya paham. "Ayo Raka, biar Rayi kenalkan dengan Armax" Xio Fang langsung menarik tangan Xio Light dan berlari kecil agar cepat sampai di asosiasi.
Xio Fang langsung menunjukan kartu identitas-nya kepada salah satu pelayan. "Ayo pengeran Xio Fang lewat kesini" pelayan itu dengan baiknya ingin mengantar-kan kedua saudara yang kini sibuk dengan melihat hal-hal yang hebat.
Tok.. tok... tok... Pelayan itu mengetuk pintu tiga kali langsung di sambut dengan satu pertanyaan dari dalam ruangan "siapa, dan apa kehendak-mu?".
__ADS_1
"Saya seorang pelayan, saya hanya ingin mengantarkan pangeran Xio Fang" Seling yue langsung membuka-kan pintu, ia juga langsung memperbaiki rambutnya.
Xio Fang dan Xio Light di suruh masuk. Seling yue menatap Xio Light dari atas sampai kebawah, dari bawah sampai keatas.
"Seling yue kenalkan ini raka ku Xio Light" Seling yue terbelelak saat mendengar nama Xio Light. Siapa sih yang tidak kenal dengan Xio Light, anak dari raja yang begitu bijaksana, dan di segani oleh semua-nya.
Tapi kini sudah tidak lagi, saat si rubah tua atau penasehat kerajaan memfitnah Xio Nigt dan Zuanzi dengan tuduhan yang begitu kejam.
Para rakyat lantas memak* dan menghina kedua pasang suami istri yang sudah tidak menyandang gelar Raja dan Ratu kerajaan Xio.
Di saat itu juga ayahanda dari Xio Fang langsung di nobatkan menjadi seorang Raja. Bukan seorang Raja lebih tepatnya hanya pijakan awal bagi si penasehat.
Di kala itu yang mulia Raja Xio Gian tidak mengerti sama sekali dengan hal yang namanya politik. Tapi dengan bantuan si penasehat ia mulai paham dikit deki sedikit. Si penasehat juga di tobat-kan sebagai tangan kanan dan asisten dari yang mulia Raja Xio Gian.
Si penasehat tidak masalah, ia tambah senang. Ia dapat dengan mudah mencuci otak Rajanya yang bodo* ini.
Ia juga mulai membuat drama yang begitu menjijikan. Dari di-usir-nya Xio Fang, gulungan-gulungan pusaka kini berada si tanganya.
__ADS_1
Gulungan pusaka itu berisi dengan ilmu panah dan pedang tahap tinggi di mana kini kedua senjata pusaka itu berada di tangan orang yang tepat.
Kedua senjata itu juga salah satu dari sepuluh senjata pusaka langit yang di turun-kan oleh tuhan.