
Sesampainya di tempat pengobatan. Xio Fang langsung berjalan tanpa memikirkan semua orang yang menatapnya dengan rasa aneh.
Srek... lengan baju ia naikan dan menampakkan tangannya yang putih dan begitu mulus. "Ada apa rayi?" tanya Xio Light yang masih tidak tau apa-apa.
"Huh" Xio Fang menghela nafas.
"Gigit tangan rayi raka, lalu isap lah darahnya!' pinta Xio Fang yang membuat Xio Light menggeleng dengan cepat. "Gak, kalau raka gigit tangan rayi, nanti rayi akan kesakitan" tolak Xio Light.
"Tidak perlu khawatir raka, rayi tidak akan kesakitan" Xio Fang berkata seraya tersenyum manis. "Baiklah kalau itu mau rayi" akhir-nya Xio Light mengalah dan mengigit tangan Xio Fang.
Xio Fang sedikit merintih karena kesakitan. Wajahnya juga mulai memucat, walaupun tidak terlalu pasih.
"Uhuk... uhuk.... uhuk.." darah yang sangat hitam, kotor dan juga bau keluar dari mulut Xio Light.
"Hoek" karena terlalu bau, Xio Light mengeluarkan semua isi perutnya. Cairan yang berwarna merah yang bercampur kuning seketika hilang.
Setelah Xio Light mengeluarkan isi perutnya ia jatuh pingsan.
__ADS_1
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Linke Sang yang sangat kebingungan. "Apa yang harus ku bilang dengan tuan guru" Linke Sang ketakutan bukan main, dirinya menggigil seketika.
"Tidak perlu takut raka Linke Sang, raka Xio Light hanya terkena racun dewa api" jawaban Xio Fang membuat sosok tua berbicara, yang sedari tadi diam dan memperhatikan apa yang terjadi.
"Hah racun dewa api" beonya.
"Iya" jawab Xio Fang dengan singkat.
"Boleh kita berbicara berdua saja?" tanya nya yang di balas anggukan.
"Ayo kita bicara di tempat lain, aki takut ada yang mendegarkannya" ajak pria itu.
Xio Fang berjalan di belakang pria tua, mengikutinya sampai di tempatnya tujuan.
Pria itu berhenti di depan pohon yang sangat besar dan memiliki daun yang berwana merah. Di bawah pohon itu terdapat beberapa tempat duduk, yang masuk kedalam kategori nyaman.
"Silahkan duduk!" Xio Fang pun langsung duduk di kursi yang kosong.
__ADS_1
"Sebelum kita memulai perbincangan ini perkenal nama ku Ling Be" pria tua itu mengenalkan dirinya.
"Salam kenal tuan Ling Be, perkenal kembali nama ku Xio Fang" ucap Xio Fang dengan dua tangan ia tautkan dan kepala yang menunduk.
"Jangan panggil ku Tuan, panggil saja nama ku"
"Baiklah" jawab Xio Fang.
"Apa yang ingin anda bicarakan Ling Be?" tanya Xio Fang the tho point.
"Hanya ingin berbicara tentang racun dewa Api. Dari mana kau tau itu. Bukannya di Benua Tengah tidak ada organisasi para peracik racun?"
"Di Benua Tengah memang tidak ada, kalau pun ada itu hanya ilmu dasar saja"
"Kalau memang tidak ada, kenapa kau tau?"
"Kenapa aku tau?, aku hanya seorang anak yang haus akan ilmu pengetahuan. Aku mulai mempelajari ilmu-ilmu di berbagai tempat yang tidak di ketahui oleh orang lain. Dan aku mempelajari ilmu racun dewa api hanya kebetulan saja, aku hanya tau dampak dari racun itu, dan gejalanya saja. Aku tidak tau cara meraciknya" jelas Xio Fang panjang lebar membuat Ling Be kagum.
__ADS_1