PANGGIL AKU GEA

PANGGIL AKU GEA
Masa Muda...


__ADS_3

"Ge, cabut yuk!!!"


Malam minggu adalah waktunya Gea, Orang tuanya mengizinkannya keluar asal pulangnya tidak larut malam.


"Pulangnya nggak boleh larut yaaa..." Mamanya Gea memberi pesan saat Gea dan sahabatnya berpamitan.


Wina sahabat satu-satunya Gea. Rumahnya yang berada persis di sebelah rumah Gea membuat mereka selalu bersama.


Berangkat sekolah bareng, les bareng,main bareng bahkan untuk urusan pinjam-meminjam baju.


"Tiiiiiiiinnnnnnnn...."


Gea memencet klakson mobilnya, hampir saja ia menabrak pengendara motor yang tiba-tiba melintas.


Weekand begini jalanan sudah pasti ramai dimana-mana.


"Gini nih... yang suka bikin gua sebel," Gea menggerutu, kalau sudah begini Wina tau betul Mood nya Gea bakalan buruk.


Gea adalah gadis yang


cantik, perawakkannya yang imut banyak membuat lawan jenis meliriknya.


Terlahir dari keluarga yang kaya, apapun yang ia inginkan selalu dapat dimilikinya.


"Yang lain pada kemana sih?," tanya Gea ke Wina disela hingar bingarnya suasana didalam Klub.


Malam ini mereka janjian sama teman-teman sekelasnya untuk menikmati malam mingguan di Klub yang banyak didatangi oleh anak-anak muda.


"Tau nih Ge, pada kemana sih????," Wina malah balik nanya.


Malam ini mereka banyak menenggak minuman beralkohol, sampai-sampai Wina jadi mabuk berat.


"Wueeeekkkkk...."


Wina muntah di dalam mobil Gea.


"Gila lu yaaa," Pekik Gea, saat melihat Dashboard mobilnya dipenuhi muntah Wina.


Wina yang setengah sadar malah menampar pipi Gea.


Gea membopong tubuh Wina yang sempoyongan. Dilemparkannya tubuh Wina keatas kasurnya. Bau muntah bercampur Bir membuat perut Gea mual.


Wina sudah biasa menginap dirumahnya kalau lagi Weekand begini.


Beruntung Mamanya sudah tidur, karena mereka sudah melewatkan jam malam dari orang tuanya, kalau tidak mereka bakalan dilarang keluar malam lagi.


"Geeee!!!! buruan turun," Suara Mamanya terdengar dari kamar Gea.


"Geeeaaaaaa!!!," Sekali lagi panggilan Mamanya terdengar lebih nyaring.


Sebenarnya Gea dan Wina sudah setengah terjaga, karena tubuh mereka terasa lemas membuat mereka malas buat beranjak dari tempat tidur.


"Bangun Win..." Gea menendang tubuh Wina yang ada di sebelahnya.


"Heeemmmmm....." Jawab Wina dengan malasnya.

__ADS_1


Sebelum Mamanya berlari keatas dan berteriak lagi, mereka cepat-cepat turun.


"Anak gadis kok bangunnya siang," Omel mama.


"Ayooo makan," Sambil mama membuka semua tutup tempat lauk yang ada diatas meja.


"Ini bukan sarapan lagi lho... ini udah makan siang," Lanjut mamanya.


Gea dan Wina pun mulai menyantap makananya, walaupun mereka tidak ada selera sama sekali.


***


Senin pagi adalah hari yang sangat tidak disukai anak-anak sekolah. Termasuk Gea dan Wina, setelah weekand biasanya kalau mau masuk sekolah pasti bawaannya malas, belum lagi harus datang ke sekolah lebih pagi karena harus mengikuti Upacara Bendera.


"Kalian lagi....Kalian lagi...." Pak Sapto Satpam di sekolah mulai mengomeli kedua sahabat ini.


Hampir setiap senin mereka berdua selalu terlambat masuk sekolah.


Alhasil hukumannya disuruh membersihkan kamar mandi. Senin ini anak-anak lumayan banyak yang terlambat sehingga pekerjaan membersihkan WC cepat beres.


Gea menyeruput Teh botol dinginnya, jam istirahat adalah waktu yang selalu mereka manfaatkan untuk nongkrong di kantin.


Saking terlalu lamanya, terkadang anak yang lain suka kesal, karena tidak bisa mendapatkan tempat duduk.


"Jadi les renang nggak Ge?," Tanya Dita teman satu kelasnya.


"Lihat nanti deh," Jawab Gea singkat.


Les renang sudah menjadi rutinitas mingguan Gea dan teman-temannya.


"Teeeeeeeeeeetttttt....Teeeeeeeeettttttt...." Bel tanda berakhirnya sekolah sudah berbunyi.


Gea dan Wina seperti biasa langsung menuju perkiran mobil.


Sekolah ini adalah sekolah favorit kaum elit, hampir seluruh siswanya punya kendaraan roda dua, tetapi ada juga yang diantar jemput sopirnya dan ada juga beberapa siswa yang membawa kendaraan bermotor dengan CC yang besar.


Sementara Wina, bukan berarti dia tidak punya kendaraan, tetapi dia sama sekali tidak bisa mengendarai mobil, alhasil ya nebeng Gea.


Disini para siswa sering kali berlomba-lomba memamerkan kekayaan orang tua mereka.


Dan otak bukan jadi ukuran standar pergaulan mereka tetapi sebanyak apa kekayaan orang tuanya.


Berbeda dengan Gea dan Wina, mereka memang dari kecil lebih memilih mengasah otak dan prestasi dari pada membanggakan milik orang tuanya.


"Tiiiiiin...Tiiiiin..." Gea memencet klakson mobilnya.


Wina setengah berlari keluar rumahnya.


"Sorry...."


Dengan wajah tanpa dosa, Wina masuk ke mobil Gea.


Di ruang loker teman- teman Gea yang lain sudah mengganti bajunya dengan baju renang.


"Kok telat sih ?," Tanya Dita.

__ADS_1


"Nih.... Miss lelet," Jawab Gea, sambil bibirnya menunjuk kearah Wina.


"Okeeeee Guys, Kita pemanasan dulu yukkk,"


Pelatih renang putri sudah mulai mengistruksikan para siswi untuk bersiap pemanasan.


Sementara di seberang kolam renang Khusus Putri, Para siswa putra sudah memulai pemanasannya terlebih dahulu.


Sesekali para siswa putri melirik ke arah siswa laki-laki.


Suara berbisik-bisik perlahan mulai terdengar.


"Eheeemmm... Eheeemmm..."


Pelatih mulai membaca situasi, "Konsentrasi," Sambil membunyikan peluitnya Pelatih Novi memulai kembali sesi pemanasannya.


Gea memulai sesi latihannya dengan berenang sebanyak dua putaran.


Nafasnya terengah-engah membuat hidung bangirnya kembang kempis. Sesekali siswa putra meneriakinya dengan memanggil namanya.


Kebanyakan dari mereka sudah tau setiap nama-nama siswa putri yang ikut Les renang disini, sama halnya dengan Gea dan teman- temannya.


Gea keluar dari kolam renang setelah latihannya selesai.


Setelah Les renang ini mereka mau langsung hangout ke Kafe, tempat biasa mereka nongkrong.


Ini adalah bulan terakhir mereka bersantai, karena sebentar lagi mereka akan Ujian Nasional.


"Kok baru pulang Ge???," Tanya mama.


"Tadi sekalian main sama temen-temen ma," Jawab Gea, Sambil berlari kekamarnya di lantai atas.


***


Sore ini Gea ke toko buku bersama Wina, Tujuannya kesini untuk membeli buku soal-soal ujian nasional anak SMA.


Sebelum ke kasir Gea berkeliling toko sambil melihat buku lain yang ada di rak buku, Gea biasanya kalau lagi senggang suka membaca novel fiksi, karena kesibukkanya akhir-akhir ini, harus mengikuti banyak Bimbel, membuatnya menunda hobinya dahulu.


Tiba-tiba Gea menabrak seseorang yang sedang jengkok mengambil buku di rak bagian bawah.


"Bruuukkkkk..." Kalau tidak segera ditangkap oleh orang itu, mungkin Gea sudah jatuh terpental kelantai. Sekilas Gea melihat kalau yang ia tabrak cowok yang berperawakkan tinggi dan lumayan ganteng.


"Maaf yaa," Dengan sopan Gea meminta maaf.


Bukannya menerima permintaan maaf Gea, Cowok itu langsung pergi begitu saja.


Gea menggerutu, "Sialan Gua di kacangin."


Wina menepuk pundaknya,


"Pulang yuk Ge."


Gea pun menuju ke meja kasir untuk membayar bukunya. Mata nya masih mencari-cari cowok yang ia tabrak tadi.


Entah mengapa, ia penasaran dengan cowok itu.

__ADS_1


__ADS_2