
Abi sengaja memperpanjang masa liburannya, setelah menghadiri Resepsi pernikahan sahabatnya Deni, Ia menyerahkan tanggung jawab sementara perusahaan kepada Seno asistennya.
Kali ini ia ingin menebus semua waktu yang ia dan Gea sia-sia kan demi Ego masing-masing.
Hari ini Abi menjemput Gea di Rumah Sakit, mereka berencana melakukan semua kegiatan yang biasa dilakukan sepasang kekasih kalau lagi kencan.
Maklum saja Abi yang baru pertama kali pacaran selama hidupnya, merasa sangat canggung dan tidak memiliki pengalaman yang mumpuni seperti kebanyakan orang lain.
Begitu Gea masuk kemobilnya Abi langsung menyodorkan buket bunga mawar yang lumayan besar. Mendapatkan perlakuan yang sangat manis dari Abi Membuat Gea langsung tersipu malu.
"Makasih ya sayang," Ucap Gea dengan suara lembutnya, sambil terus menciumi bunga mawar yang ada dipangkuannya, Gea kembali tersenyum, seperti anak kecil yang baru di berikan orang tuanya hadiah.
"Kita makan dulu ya," Abi memberikan bahasa isyarat kepada Gea.
Gea pun mengangguk menyetujuinya.
Abi memilih restoran mewah yang sangat terkenal di kota ini. Ternyata tempatnya sudah Abi Booking, di ruang VIP hanya ada mereka berdua saja. Gea sedikit tersentuh melihat usaha yang dilakukan kekasihnya.
Abi yang selama ini terlihat cuek dan sedikit kasar ternyata bisa romantis juga bisik hati Gea.
Abi menggandeng tangan Gea, saat mereka berjalan menyusuri taman yang ada di pusat kota.
Gea melirik Abi yang ada disampingnya, lelaki tampan dengan bentuk tubuh atletis sama sekali tidak terlihat ada kekurangan satu pun dari fisiknya, orang tidak akan menyangka kalau kekasihnya seorang Penyandang Tuna Wicara.
Gea menempelkan kepalanya di bahunya Abi. Malam ini ia sangat bahagia, seandainya bisa memutar ulang waktu, Gea akan tetap jatuh cinta dan memilih Abi sebagai kekasihnya.
***
"Sayang.... aku di parkiran mobil ya," Abi mengirimkan pesan singkat ke Gea.
Selama disini Abi sudah menjadwal kan semua kegiatan yang akan ia dan Gea lakukan. Seperti hari ini ia memulai hari dengan menjemput Gea di Rumah Sakit.
"Gua duluan yaaa," Gea pamit pada rekannya.
Setengah bersenandung Gea berlari kearah mobil kekasihnya.
__ADS_1
Abi mengajak Gea ke pantai, sudah lama ia menginginkan hal ini dan akhirnya ia bisa pergi bersama.
Mereka berjalan menyusuri bibir pantai sambil bergandengan tangan, "Rasanya seperti mimpi," Bisik hati Abi.
selama ini ia hanya bisa menghayal dan sekarang semuanya menjadi kenyataan.
Begitupun dengan Gea, begitu besarnya perasaan cintanya kepada Abi, membuatnya bisa melupakan hari-hari menyakitkan yang pernah ia lewati.
Suasana sore hari yang mulai temaram membuat kedua sejoli ini merasakan romantisme yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Matahari yang mulai terbenam di ufuk barat, membuat suasana pantai menjadi terlihat sangat menakjubkan, terlihat di angkasa cahaya yang kemerahan menambah keindahan Pantai yang sedang mereka susuri dengan bertelanjang kaki, deburan ombak yang silih berganti menyentuh kaki mereka, membuat mereka enggan beranjak pergi.
Abi merapikan rambut Gea yang berantakan tertiup angin pantai, di tatapnya wajah Gea begitu lama, Gea yang di tatap oleh Abi membalas tatapannya.
"Begitu Sempurna," Bisik Abi di dalam hati.
Perlahan ia menundukkan wajahnya dan mendekatkan bibirnya ke bibir Gea, Senja di pantai ini menjadi saksi betapa besarnya rasa cinta sepasang insan yang sedang jatuh cinta.
Selama sepekan hari - hari Abi ia habiskan bersama Gea, banyak tempat dan banyak waktu yang sudah mereka habiskan bersama.
Gea merengek manja saat Abi memeluknya sebelum keberangkatannya.
"Nggak bisa di tunda aja keberangkatannya Bi," Rengek Gea.
Abi menggelengkan kepalanya, lalu menarik Gea kembali ke pelukannya.
Banyak pasang mata yang melirik kearah mereka.
Mungkin orang yang menyaksikan mereka sedikit heran melihat cara berkomunikasi mereka yang menggunakan bahasa isyarat.
Abi yang menyadarinya mulai merasa terganggu, seperti biasa sifat sensitif nyalah yang membuat ia gampang tersinggung, Abi kemudian melepaskan pelukannya dan memberi Gea pengertian dan berjanji akan kembali kesini secepatnya.
Sekembalinya Abi, Gea merasa ada yang hilang dari dirinya, semangatnya hilang entah kemana, walaupun komunikasi mereka terus berlanjut via ponsel, namun Gea merasa ada yang kurang dalam dirinya.
"Ge, makan dulu," Panggilan mamanya, membuat Gea tersentak dari lamunannya.
__ADS_1
Gea pun beranjak dari sofa ruang keluarga menuju meja makan.
Walaupun mereka mempunyai ART, tetapi untuk urusan menyiapkan makanan, Mamanya lah yang berkuasa penuh dirumah ini.
Dari Gea dan Kakaknya masih kecil, Mamanya selalu menyiapkan semua makanan mereka, Mamanya adalah ibu rumah tangga biasa, sebelum menikah dengan Papanya, ia bekerja sebagai sekretaris di perusahaan Papanya. Setelah menikah Papanya melarang Mamanya untuk bekerja, sejak saat itu sampai sekarang rutinitas Mamanya hanya di Rumah dan sesekali berkumpul dengan teman arisannya.
"Papa pulangnya kapan ya Ma?," Gea bertanya pada mamanya sambil menyantap makanannya.
"Besok Papa pulang Ge, barusan Papa telpon Mama," Jawab Mamanya.
Sudah hampir sepekan Papa nya tugas Luar ke Jepang, biasanya Mamanya ikut kalau Papanya tugas keluar negeri, tetapi karena Mama nya harus ke kota Solo untuk
mengunjungi keluarganya yang sakit, jadi hanya Papanya yang berangkat sendiri.
Gea baru mau memejamkan matanya, suara ponsel membuatnya kembali membuka matanya.
Seperti biasa Abi selalu mengabarinya setiap hari.
Seperti malam ini Abi mulai menceritakan apa saja aktivitasnya hari ini.
Gea yang membaca pesan Abi tersenyum sendiri saat membaca tulisan Abi, "Sayang aku kangen."
Gea membuka matanya yang masih terasa berat, Entah sampai jam berapa mereka selesai saling berbagi pesan satu sama lain.
Pagi ini ia harus menemani Mamanya ke Bandara untuk menjemput kepulangan Papanya, sebenarnya ada sopir mereka, tetapi Mamanya mau mereka berdua yang menjemput Papa, Kata Mama sih... mau ngasih kejutan buat Papa.
Papa dan Mamanya adalah contoh pasangan yang dari dulu sampai sekarang masih tetap menjaga keharmonisan hubungan mereka. Gea dan Kakaknya hampir tidak pernah melihat adanya pertengkaran diantara mereka, bukan berarti mereka tidak pernah punya masalah, tetapi mereka lebih memilih menyelesaikan masalah bukan di depan umum apalagi di depan kedua anaknya.
Ada rasa bangga di dalam diri Gea, ia merasa kedua orang tuanya adalah salah satu contoh orang tua yang lebih memilih mementingkan kepentingan keluarga nya dari pada ego mereka.
Hubungan mereka pun sepertinya di tiru oleh Kakaknya, melihat keharmonisan Kak Ben, membuat siapapun yang melihatnya menjadi ikut bahagia. Cara Kakaknya memperlakukan Kakak iparnya sangatlah lembut dan manis, Gea berharap semoga kelak ia bisa mencontoh hubungan mereka juga.
"Buruan Ge," Teriak Mama nya. "Ntar macet loh."
Mendengar Mama nya yang terus ngomel, Gea buru-buru bergegas turun kebawah menemui Mamanya.
__ADS_1