PANGGIL AKU GEA

PANGGIL AKU GEA
Berbeda...


__ADS_3

Gea kembali disibukkan dengan aktivitas kuliahnya.


materi perkuliahan semakin banyak saja, belum lagi harus praktek di Laboratorium dan tumpukan tugas makalah dari Dosen.


Sekarang hidupnya lebih banyak dihabiskan di Kampus, di perpustakaan dan toko buku.


"Ge, besok jangan lupa tugasnya ya," Nisa mengingatkan Gea.


Tugas mata kuliah Anatomi Fisiologi adalah tugas yang lumayan rumit, karena harus menghapal bagian-bagian dari seluruh anggota tubuh dan sistem kerjanya.


Seperti biasa akan selalu ada tugas-tugas dari Dosen hampir setiap hari.


***


"Gea Ananda Putri," Dosen memanggil namanya.


Gea pun maju ke depan untuk mempresentasikan tugas ilmiah yang sudah hampir satu minggu ini ia kerjakan.


Proyektor pun mulai menayangkan slide demi slide.


Gea berharap hasil pemaparannya hari ini membuahkan hasil yang bagus.


"Ke kantin yuk Nis," Gea menyeret tangan Nisa menuju kantin.


Nisa heran melihat Gea yang kelaparan, "Kok lo makan kayak orang yang udah satu tahun gak makan sih Ge?,"


Gea tidak menoleh sedikitpun ke Nisa, dia hanya fokus pada makanannya. Pagi ini karena buru-buru kekampus Gea tidak sarapan, belum lagi pemaparan makalah ilmiahnya tadi membuat semua energinya terkuras.


Gea terbangun saat ponselnya berdering, "Ge bisa bantu gua nggak?," Wina menghubunginya dan memintanya datang ke Sekolah Luar Biasa.


Sedikit aneh, Gea pun mengiyakan, sebelum Wina menutup telponnya Gea meminta Wina mengirimkan lokasinya.


"Kenapa kesini???," Gumam Gea, karena suasananya begitu ramai, Gea tidak bisa menemukan Wina.


"Geaaaa...." Bahunya di tepuk oleh Wina dari belakang yang membuat Gea kaget.


"Win, ngapain sih lo nyuruh gua kesini?," Tanya Gea penasaran.


Winapun menjelaskan kalau disini sedang diadakan acara bakti sosial, dimana acaranya di kemas dengan ajang perlombaan untuk anak-anak dengan yang berkebutuhan, Khususnya Tuna Wicara.


"Gua minta bantuan lo Ge, bantuin buat penjurian lomba modeling," Wina menjelaskan maksudnya kepada Gea.


"Gua nggak ada pengalaman di modeling Win, apanya yang mau gua nilai," Jawab Gea.

__ADS_1


Setelah Wina menjelaskan, kalau perlombaan ini bukan untuk model profesional hanya sebatas acara seru-seruan, untuk menghibur siswa siswi yang ada di sekolah ini.


Akhirnya Gea menyetujuinya, disini bukan hanya ada lomba modeling tetapi juga ada lomba melukis dan berpidato menggunakan bahasa isyarat.


Gea mulai tertarik, ia melihat banyak siswa yang antusias mengikuti lomba walaupun dengan keterbatasan mereka.


Acarapun di mulai, Gea sudah duduk di meja juri yang sudah disiapkan. Tiba-tiba pandangan Gea tertuju pada sosok cowok di sebelahnya.


"Abi," Kok Abi ada disini, Gea mulai bingung.


Ada kertas yang disodorkan Abi, Gea pun membacanya.


"Ingat ya.... kalo jadi juri harus kompeten, jangan asal nilai aja," Gea mulai paham dengan situasi ini. Ternyata Abi juga juri disini.


Sepanjang Acara semuanya berjalan dengan lancar, Selain Gea memberikan penilaian, dia juga diminta mengomentari setiap peserta dan Abi lah yang menjelaskannya dengan menggunakan bahasa isyarat.


Selesai acara, Gea duduk di Kantin yang disediakan untuk para panitia.


Disini lah Gea mengetahui kalau Abi adalah pengajar di sekolah ini. Gea sedikit ragu,


"Kok bisa ya... cowok kasar dan tidak sopan seperti dia menjadi seorang pengajar."


"Makasih ya Ge...," Wina muncul bersama Deni.


Wina menjelaskan kalau Deni dan Abi berteman sejak kecil sewaktu Abi masih tinggal di Surabaya, waktu itu Papanya Abi bertugas di Rumah Sakit Surabaya.


"Ntar dulu, kok yang gua lihat elo sama Abi kayaknya udah saling kenal ya Ge?," Wina memberondong Gea dengan pertanyaan.


Gea yang ditanya mendadak jadi gelagapan, "Ooo.... kita pernah beberapa kali ketemu, Bapaknya juga Dosen Gua dikampus," Dengan sedikit acuh Gea menjelaskannya kepada Wina.


"Ooooo....." Wina tersenyum simpul, ia merasa ada yang berbeda dengan Gea, dia yang biasanya cuek dengan lawan jenis, tetapi sekarang ia malah memasang bendera perang kepada Abi.


"Pulang yuk..." Ajak Gea.


Wina yang masih ingin berlama-lama dengan kekasihnya yang baru satu minggu jadian, sedikit merasa kesal dengan Gea.


"Ntar dulu Ge, elu kan juga nggak ada kegiatan lain, ini kan hari minggu," Wina meminta Gea jangan pulang dulu.


Gea pun menurutinya.


"Sukses Bro," Deni mengepalkan tangannya melakukan Tos Khasnya anak muda sekarang.


Dengan menggunakan bahasa isyaratnya Abi mengucapkan terima kasih kepada Deni dan Wina.

__ADS_1


Hanya Gea saja yang tidak ia ucapkan terima kasih.


Mereka ngobrol banyak hal, dari mulai acara tadi sampai bahasan tentang Klub sepeda, yang ternyata Abi juga anggotanya.


Akhirnya Gea pamit pulang dengan Wina, karena hari sudah sore.


Tanpa menoleh pada Abi, Gea pamit kepada Deni. Deni pun mengucapkan terima kasih.


Kegiatan tadi membuat badan Gea sedikit capek, tibanya di Rumah Geapun langsung tertidur sampai malam.


"Ge, bangun sayang, udah malam nih," Mamanya mengoyangkan badan Gea supaya bangun.


Dengan malasnya Gea pun membuka matanya.


Bukannya buru-buru mandi Gea malah membuka ponselnya dulu.


Ada satu pesan WhatsUp masuk, Gea membukanya tetapi tidak ada namanya.


"Ge, makasih ya udah di bantuin tadi, ABI."


Mata Gea seketika terbelalak saking kagetnya, Si sombong yang selalu membuatnya emosi ternyata juga masih bisa bersikap sopan kepada orang lain, Gea tersenyum dan kemudian membalas pesan Abi. "Sama-sama, makasih juga ya, udah bantuin gua ganti ban mobil malam itu, "Kok lo tau No WA Gua?," Tanya Gea .


Abi pun menjelaskan kalau ia mendapatkannya dari Wina.


Obrolan Via WA pun terputus sampai disitu.


Hari ini, hari pertama ujian Mid semester dilaksanakan, Semalaman Gea berkutat dengan buku nya, beruntung ia bisa datang tepat waktu.


"Gimana Ge, sulit nggak soal-soalnya?," Tanya Nisa saat mereka istirahat di Kantin.


"Ya.... lumayan Nis," Paling tidak ada beberapa yang Gea pelajari masuk di soal ujian tadi.


Setelah ujian berakhir, Gea buru-buru menuju parkiran, ia ingin cepat pulang karena hari ini Kakaknya sekeluarga pulang kerumah. Sudah hampir tujuh bulan Gea tidak bertemu dengan keponakan-keponakannya yang lucu, sebelum ke rumah Gea mampir dulu ke Mini Market untuk membeli beberapa cemilan dan mainan buat keponakannya.


"Aunty Geaaaa..." Mario keponakannya yang kecik langsung memeluknya begitu Gea tiba dirumah.


Kak Ben memiki 2 anak, satu cewek bernama Kia dan yang satu Mario yang sedang berada dipelukkan Gea sekarang.


Setelah Puas melepas Rindu dengan Keponakannya, Gea memeluk Kakaknya.


"Kak Dewi," Gea mencium pipi dan memeluk kakak iparnya.


Kak Dewi berasal dari Bali, Keluarga besarnya pun semuanya berada di Bali.

__ADS_1


Pernikahan Kakaknya adalah pernikahan beda agama, kak Dewi yang menganut agama Hindu sedangkan Kakaknya seorang Muslim.


Tetapi pernikahan mereka awet dan jauh dari pertengkaran, mereka saling menjaga perbedaan dan toleransi yang tinggi.


__ADS_2