
Sopir Abi sudah menunggunya di mobil, pagi ini ia akan berangkat ke Kota Malang. Baru beberapa langkah menuju mobilnya Abi kembali masuk kedalam rumahnya.
"Kok masuk lagi Bi?," Gea bingung melihat suaminya yang kembali memeluk dan menciumnya.
"Kayak mau pergi lama aja," Gea menggoda suaminya yang tidak mau melepaskan pelukkannya.
"Buruan sayang.... ntar ketinggalan pesawat loh...," Abi pun melepaskan pelukannya dan kembali mengecup bibir Gea dan mencium perutnya.
"Hati-hati disini, jangan kecapekan ya sayang," Pesan yang berulang-ulang di sampaikan Abi kepada istrinya.
Gea melambaikan tangannya dari balkon lantai atas dan di balas lambaian tangan oleh suaminya.
Setelah keberangkatan Abi, Gea pun bersiap untuk kerumah orang tuanya.
Sudah lama Gea tidak makan bersama Papa dan Mamanya, banyak cerita yang keluar dari mulutnya selama makan malam mereka, Gea merasa seperti kembali ke masa-masa sebelum dia menikah , sebentar lagi Gea akan menjadi seorang ibu, ia pasti akan merindukan saat-saat seperti ini.
"Makan yang banyak Ge, di perut mu ada cucu Mama yang juga mau makan masakan neneknya," Mamanya sengaja memasak makanan kesukaan Gea hari ini.
Seharian ini Gea gelisah, kenapa Abi sampai sekarang tidak menghubunginya, biasanya begitu tiba di tempat tujuannya, Abi selalu menghubunginya, sementara Gea dari semalam menunggu Abi menghubunginya hingga sekarang Ponselnya Abi pun mati.
"Nggak usah terlalu gelisah Ge, mungkin Abi lagi sibuk disana, kok kamu tegang banget sih... kasian Bayi mu ntar jadi stres loh," mendengar perkataan Mamanya Gea pun berusaha untuk tidak memikirkannya lagi, ia takut kalau bayinya kenapa-napa.
Hari ke 2 Gea mendapat telpon dari Kepolisian di Kota Malang, "Bu, suami Ibu Bapak Abi Satrio mengalami kecelakaan, mobil yang ia tumpangi masuk ke jurang."
Pandangan mata Gea seketika menjadi Gelap dan kemudian ia tidak sadarkan diri.
Mamanya yang melihat Gea pingsan, langsung berteriak memanggil Papa nya.
Bunyi monitor Tanda Vital yang menempel pada tubuh Gea terdengar semakin lama semakin jelas di telinga Gea.
__ADS_1
Mamanya yang ada disebelahnya langsung memanggil Dokter begitu melihat Gea sudah sadar.
Gea melihat kelangit - langit rumah sakit, tiba-tiba ia ingat kembali dengan berita yang didengarnya tadi pagi, Gea langsung menangis dan memanggil nama Abi berkali- kali.
"Abi mana Maaa?????," pekiknya histeris.
Dokter terpaksa menyuntikkan obat penenang ke dalam Infus Gea, Saat ini Gea sangat terpukul, ia tidak bisa menerima kecelakaan yang menimpa suaminya.
Deni langsung berangkat ke Kota Malang begitu mendengar berita kecelakaan Abi, Keluarga Gea mengutus Deni untuk melihat dan memastikan berita yang mereka terima, apakah memang benar.
Deni tidak bisa menahan tangisannya, saat mengetahui kronologis yang terjadi sebenarnya, Mobil yang membawa Abi dan Asistennya, terjatuh kejurang yang sangat dalam, sepertinya sopir yang membawa mereka sedang mengantuk dan tidak bisa menghindar saat ada mobil lain yang berada didepannya.
Asisten dan Supirnya di temukan di lokasi yang tidak jauh dari mobil mereka, dalam keadaan sudah tidak bernyawa lagi. Sementara Abi tidak di temukan, petugas sudah berusaha mencarinya, namun belum di temukan.
Polisi menyerahkan barang- barang Abi yang ada di dalam mobil, Tas dan Ponselnya yang dalam keadaan mati.
Deni terduduk lemas, saat mengetahui kalau memang benar Abi ada didalam mobil saat kecelakaan, polisi membuka rekaman kamera yang ada di dalam mobil. Air matanya jatuh saat menyaksikan detik-detik terakhir sesaat sebelum kejadian, di tinjunya dinding yang ada di sisinya, perih di jemarinya dan terlihat darah menetes, sama sekali tidak ia rasakan, ada rasa sakit yang teramat dalam yang ia rasakan.
Kepulangannya ke Jakarta, membuat Deni sedikit ragu, ia bingung bagaimana cara menyampaikan kabar ini kepada Gea dan keluarganya.
"Ge, ayo semangat sayang, kasian Bayi mu," Mama Gea menangis sambil mengelus perut putrinya yang tidak berhenti menangis.
Papanya Gea langsung menghampiri Deni begitu melihat kedatangannya.
"Gimana Den?," Tanya nya dengan penuh rasa cemas.
Lama Deni terdiam, berkali- kali ia menghela nafas, setelah Papanya Gea memaksanya untuk bicara, akhirnya Deni memberikan kabar dari Kepolisian Malang.
Papanya Gea langsung terduduk di lantai koridor rumah sakit, ia tidak bisa membayangkan bagaimana kalau Gea sampai tau kabar ini.
__ADS_1
Deni mengelus pundak Papa nya Gea, ia memberikan sangat walaupun dirinya sendiri pun sangat terpukul.
"Om, kita tunggu proses pencarian dari pihak sana, sebelum tubuh Abi di temukan kita tidak bisa mengambil kesimpulan apapun." Ucap Deni dengan suara yang sedikit bergetar menahan tangisnya.
Wina yang sudah berada di Rumah Sakit untuk menemani Gea, memeluk Deni yang menghampirinya. Deni menangis sejadi-jadinya, ia tumpahkan semua kesedihan dan kegundahannya kepada istrinya.
Wina yang menenangkan suaminya pun terlarut dengan kesedihan Deni, ia paham betul apa yang di rasakan suaminya sekarang.
"Ma, Abi dimana Ma?," Setelah sekian lama Gea hanya diam dan menangis, akhirnya ia mengeluarkan suaranya.
"Abi nggak pa pa Ge, dia masih dimalang," Mama nya mencoba membohongi Gea, ia takut kalau berita yang baru di bawa Deni akan kembali mengguncang perasaannya.
Tetapi Gea merasa kalau Mamanya sedang membohonginya, ia merasa kalau ada sesuatu yang terjadi pada suaminya.
Gea meminta Mama nya untuk membawanya pulang, ia merasa kalau dirinya baik-baik saja.
Melihat Gea sangat berkeras untuk pulang Orang tuanya pun menuruti keinginannya.
Gea memilih untuk kembali kerumahnya dan Abi, ia merasa kalau berada disana ia akan menjadi lebih tenang dibandingkan harus tinggal bersama orang tuanya.
Setelah semuanya berkumpul termasuk Deni dan Wina, Gea meminta mereka untuk mengatakan yang sebenarnya.
"Tolong katakan kebenarannya, aku udah siap menerima apa pun itu," pintanya kepada semua orang yang berada di hadapannya.
Akhirnya Papanya yang memberitahukan berita yang di bawa Deni dari Malang.
Gea dengan tenangnya menerima semuanya, ia merasa kalau suaminya kemungkinan masih hidup karena belum ada yang menemukan keberadaannya maupun tubuhnya kalaupun memang sudah meninggal.
Keyakinan Gea membuat semua orang merasa sedikit lega, ada harapan di matanya. Tetapi itu membuat orang yang melihatnya sangat cemas, karena kalau sampai terjadi hal buruk, harapan Gea yang besar bisa menghancurkannya seketika itu juga.
__ADS_1
Gea mengelus perutnya yang dari tadi bergerak, bayinya menendang perutnya berkali-kali, seakan ingin memberikan Mama nya kekuatan.
Untuk sementara Mamanya Gea yang menemaninya disini, mereka tidak bisa meninggalkan Gea sendiri tanpa adanya keluarga yang mendampingi, walaupun Gea terlihat kuat tetapi didalam dirinya sangat rapuh.