
"Ge, Mama sama Papa besok berangkat ke Bali ya, Kamu mau ikut nggak?," Tanya Mamanya.
Di Bali tinggal Kakak Gea satu-satunya, Kakaknya menikah dengan gadis Bali dan menetap disana.
Kakaknya seorang pengusaha seperti Papanya.
Disana ia mengelola salah satu Hotel ternama dan beberapa penyewaan Vila mewah.
Papa Mamanya memang rutin berkunjung kesana setiap satu bulan sekali, mungkin karena kangen dengan cucu-cucunya.
"Nggak ahh... ma, jadwal sekolah Gea lagi padat nih, Gea titip salam aja sama Kak Ben dan keluarganya."
Gea mengantar kedua orang tuanya di pintu depan.
Mama dan Papanya mencium Gea bergantian.
"Hati- hati dirumah ya, jangan keluyuran terus sama Wina," Pesan Papanya.
Di rumah hanya ada Gea dan dua ART nya.
Gea langsung ke atas menuju kamarnya.
"Win, kesini dong, Bokap sama Nyokap Gua berangkat ke Bali." Seperti biasa Gea menelpon Wina untuk menemaninya .
***
Hari ini Ujian Nasional dimulai
Suasana hening membuat siswa sedikit gugup termasuk Gea. Hari ini adalah penentuan hasil belajar siswa selama lebih kurang tiga tahun di Sekolah ini.
Telapak tangan Gea basah oleh keringat, Dia harus berjuang dengan keras untuk mendapatkan nilai yang bagus demi melanjutkan cita-citanya menjadi Dokter dan bisa masuk ke Universitas yang ia inginkan.
"Kepala gua puyeng Ge," Sambil memegangi kepalanya Wina duduk disebelah Gea yang sudah siap di belakang Stir mobilnya.
Satu minggu setelah ujian, hasil nya diumumkan di sekolah.
"Selamat yaaaaa...."
Suara riuh dan penuh dengan tangisan haru mewarnai pengumuman hasil Ujian Nasional hari ini.
Gea memeluk Wina dengan erat, kedua sahabat ini dinyatakan lulus dengan nilai yang baik.
Tidak sia-sia, perjuangan mereka belajar dengan giat selama ini membuahkan hasil.
"Ma, Gea lulus ma," Gea menelpon Mamanya.
"Selamat ya sayanggg..."
Mamanya menarik nafas lega, Anak gadisnya sebentar lagi akan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Ada rasa haru menyelimuti hatinya.
__ADS_1
"Kamu udah memilih melanjutkan ke Universitas mana Ge?," Tanya papanya saat makan malam mereka.
"Belum tau pa, kemungkinan tetap ambil di Indonesia aja," Jawab Gea.
Sebenarnya Papa Gea menginginkan Gea melanjutkan Kuliahnya ke luar negeri.
Tetapi Gea menolaknya, Selain ia berat meninggalkan orang tua dan teman- temannya di sini. Gea juga merasa pendidikan di Negeri sendiripun juga banyak yang lebih bagus.
Pagi ini Gea menemani Wina untuk mengikuti tes masuk ke Universitas Indonesia.
Gea sendiri tidak ikut tes karena dia masuk lewat jalur undangan siswa berprestasi.
Gea memang selalu juara kelas, Walaupun saat kelulusan kemarin ia tidak mendapatkan juara umum disekolahnya.
"Ge, kalo ntar gua nggak lulus, Gimana?," Wina mengeluhkan betapa sulitnya soal-soal yang harus dia kerjakan tadi.
"Yakin aja Win, selagi kamunya percaya diri," Gea memberikan semangat kepada sahabatnya.
"Kalo gua nggak bisa bareng lo, Gimana Ge???,"
Wina kembali bertanya, yang membuat Gea tidak bisa menjawabnya.
Gea merasa sedikit cemas, bagaimana kalau Wina tidak bisa bersama-sama dengannya lagi.
"Udah deh, nggak usah mikirin itu dulu, Kita jalan ke Mall yuk," Ajak Gea, dia mengalihkan pokok bahasan yang membuat sahabatnya tidak bersemangat.
Didalam hati kecilnya, Gea juga merasakan apa yang Wina rasakan.
Banyak pikiran dan pertanyaan berkecamuk di kepalanya.
Apakah Wina akan baik-baik saja kalau hasil tes nya ternyata gagal???, Semakin ia memikirkan itu semakin membuat kepalanya pusing.
Mereka mulai bersahabat dari kelas satu SD sampai sekarang, tidak bisa di hitung lagi berapa banyak kenangan dan waktu yang sudah mereka habiskan bersama.
Wina bukan hanya sebagai sahabatnya tetapi juga sudah seperti saudaranya sendiri.
Pertengkaran pun kerap terjadi, hanya karena hal sepele dan kemudian berbaikan kembali, seperti layaknya saudara kandung.
Kedua orang tua Wina adalah Dokter ternama di salah satu Rumah Sakit besar.
Karena kesibukan mereka. Wina lebih banyak menghabiskan waktunya bersama Gea, karena dia anak tunggal jadi tidak ada siapa-siapa di rumahnya selain ART nya.
Di rumah Gea pun Wina sudah dianggap seperti anak sendiri oleh orang tuanya. Bahkan pakaian pun sering di belikan dalam bentuk dan warna yang sama.
"Kalian nggak mau liburan ke Bali?," Mama Gea bertanya saat Wina main kerumahnya.
Biasanya setiap libur sekolah, Bali lah tempat favoritnya Gea dan Wina. Selain tempatnya yang enak tetapi juga disana ada kakaknya Gea, Kak Ben.
"Liburan kali ini Gea mau ngajakin teman-teman yang lain boleh nggak ma?,"
Tanya Gea.
__ADS_1
"Ya nggak pa pa Ge, ajak aja temennya, Ntar mama yang telpon Kak Ben, buat nyiapin tempatnya."
Gea berencana liburan bersama teman-teman satu kelasnya.
Ini kali terakhir mereka bisa berkumpul setelah kelulusan, karena sebagian dari mereka lebih memilih Kuliah ke Luar Negeri.
***
Sudah hampir satu bulan Gea tidak bertemu dengan Wina.
Kesibukan mereka membuat waktu untuk bertemupun terasa sulit.
Gea yang harus disibukkan dengan padatnya jadwal kuliah Kedokterannya di semester awal ini, sedikit banyak membuat Wina kesulitan menemuinya, ditambah lagi mereka di Fakultas yang berbeda.
Setelah gagal masuk ke Fakultas Kedokteran, Wina memutuskan mengambil jurusan Hukum.
di Universitas yang sama.
Orang tua Wina sangat menentang keputusannya. Mereka mengharapkan Wina tetap kuliah Kedokteran seperti mereka.
walaupun tidak di Universitas Negeri.
Tetapi Wina sudah membuat keputusan, ia berharap suatu saat Papa Mamanya akan mendukungnya.
Hanya pada Gea lah tempat ia mengadu dan menumpahkan semua keluh kesahnya dan hanya Gea lah yang mengerti perasaannya dan selalu mendukung setiap keputusannya.
***
Gea Buru-buru kekantin, hari ini dia melewatkan sarapannya karena takut telat.
"Laper Ge?," Teman satu kelasnya duduk di sebelah Gea.
Gea hanya mengangguk pelan, ia konsentrasi menikmati makan siangnya .
Beruntung hari ini Kantin tidak terlalu ramai.
Biasanya yang mendominasi Kantin anak-anak semester Awal seperti Gea, karena kalau yang semester atas, mereka lebih banyak praktek diluar seperti Rumah Sakit.
***
"Ge temenin mama kerumah tante ya?," Mama tiba-tiba muncul di kamar Gea.
Di Keluarga Mama, ada yang namanya budaya Arisan Keluarga.
Arisan uangnya sih tidak seberapa, tapi kumpul- kumpulnya lah yang membuat biayanya yang besar, karena keluarga mama adalah keluarga besar dengan tujuh saudara, jadi bayangkan ramainya sudah seperti satu RT.
"Okeeee...." Jawab Gea singkat.
Karena hari ini Gea tidak ada kegiatan, jadi ajakan mama ia setujui.
"Buruan Ge," Teriakan Mamanya membuat Gea setengah berlari menuju mobilnya.
__ADS_1
"Geaaaaaa..." Tante Nita adiknya mama langsung memeluk Gea, begitu ia menyalami tantenya.
Pertanyaan demi pertanyaan mulai bermunculan baik dari tante maupun om nya, membuat Gea kewalahan menjawabnya.