PANGGIL AKU GEA

PANGGIL AKU GEA
Feeling...


__ADS_3

Gea lama terdiam, Perasaannya mulai tidak tenang setelah menerima panggilan telpon dari wanita yang tidak dikenal.


Berulang kali ia menelpon balik ke nomer yang sama tetapi selalu gagal dihubungi sepertinya nomernya di blokir.


Malam ini ia sama sekali tidak bisa memejamkan matanya, beruntung putrinya sudah tidur dari tadi.


Gea kembali mengingat obrolan singkatnya dengan wanita tadi, seingat Gea ia hanya membuat iklan brosur di Malang, berarti penelpon itu berasal dari Malang, dan atas dasar apa ia menghubungi Gea dan bertanya perihal Abi, semakin Gea memikirkannya semakin membuat kepalanya jadi pusing.


Keesokan harinya Gea menghubungi Seno, ia menceritakan perihal penelpon yang menghubunginya kemarin.


"Maaf Mbak, biasanya juga kan kita sering dihubungi orang mbak, bahkan kita pernah ke tipu," Kata Seno.


"Tapi Sen, wanita ini sepertinya hanya ingin memastikan bukan ingin memberitahukan keberadaan Abi ataupun penipuan," Gea berkeras kalau ada sesuatu dengan penelpon ini.


"Ya udah mbak, bagaimana kalau kita minta bantuan Mas Deni untuk melacak keberadaan penelpon Mbak Gea kemarin," Seno memberikan saran untuk Gea.


Gea pun mengiyakan saran dari Seno, Dia berharap penuh kali ini usahanya akan membuahkan hasil.


Deni langsung menemui Gea begitu tau kalau Gea ada di ruangannya. Deni mendengarkan penjelasan Gea, termasuk pendapatnya tentang penelponnya.


"Ok Ge, lo tunggu beberapa hari , gua akan bantu lacak dimana posisi tepatnya penelpon itu," Ujar Deni, ia tau betul sejauh mana perjuangan Gea mencari Abi selama satu tahun ini, sedikit apa pun informasi yang ia dapat sudah membuatnya sangat senang, apa lagi ini adalah kali pertamanya ia merasa ada harapan dari si penelponnya.


"Permisi Bu, sebentar lagi kita Meeting staf Bu," Asistennya masuk keruangannya, Gea tersentak kaget, hampir saja ia lupa akan Meetingnya hari ini, saat ini pikirannya hanya terfokus pada masalah penelpon gelap yang menghubunginya.

__ADS_1


"Bu... Bu...Geaaa...." Asistennya menepuk pelan pundak Gea, Gea terbangun, rupanya ia tertidur diruangannya, semalaman ia tidak bisa memejamkan mata, membuat matanya berat dan tertidur di meja kerjanya.


"Hari udah sore Bu," Ujar Asistennya.


"Oiya.... Makasih ya, Kamu belum pulang?," Tanya Gea.


"Ini udah mau pulang Bu," jawab Asistennya.


Gea buru-buru membereskan tas nya dan langsung pulang, ia takut sampai dirumah hari sudah malam, karena Putrinya akan tertidur dan ia akan melewatkan waktunya untuk bermain dengan Almira.


Gea berendam di dalam Bathtubnya, air hangat yang menyentuh kulitnya terasa sangat nyaman, ia memejamkan matanya, Aroma therapy dari lilin yang ia nyalakan membuat tubuhnya terasa rileks, ia pejamkan matanya sambil meletakkan kepalanya disenderan Bathtub, setiap kali ia merasa rindu pada Abi, biasanya ia akan berendam lama dengan air hangat, setidaknya ini bisa mengobati rasa rindunya, air hangat yang menyentuh kulitnya, mengingatkannya akan hangatnya sentuhan suaminya. Berkali-kali Gea menarik nafasnya dan menghembuskannya, rasa sesak didadanya membuatnya kesulitan bernafas, beban hidup yang terasa semakin berat membuatnya beberapa kali ingin menyerah, kalau saja Almira tidak ada, mungkin Gea sudah lama ambruk dan jatuh.


Malam ini Gea tertidur dengan pulasnya, sehabis berendam Gea langsung merebahkan tubuhnya di Kasur empuknya, dan dalam hitungan menit ia pun langsung terlelap.


"Ma...Ma....Ma....Ma..." Suara anak kecil terdengar di telinga Gea, Setengah sadar Gea membuka matanya, wajah cantik Almira sudah berdiri dihadapannya.


"Pa...Pa...Pa...." Almira menunjuk foto Abi yang ada dimeja sebelah tempat tidurnya.


"Iya sayang... ini Papa," Sambil menunjuk kearah foto, Gea memang selalu memperkenalkan siapa Papanya, lewat foto maupun video yang ada di dalam ponselnya. Jadi wajar saja kalau setiap hari putrinya selalu menunjukkan foto Papanya yang ada di hampir seluruh sudut rumah apalagi di dalam kamar mereka.


Gea ingin anaknya tau siapa Papanya dan mengingat seperti apa wajah Papa nya.


Walaupun terasa lelah, tetapi Gea akan terus berjuang menemukan Abi suaminya, satu minggu sudah penantian Gea, Deni pun belum menghubunginya, mungkinkah Deni tidak bisa menemukan lokasi Nomer wanita yang menghubunginya, Kembali ia meyakinkan hatinya untuk tetap kuat dan bertahan, walaupun kali ini ia gagal, mungkin lain kali akan ada harapan baru.

__ADS_1


"Ge, kamu nggak mau ikut Papa sama Mama mau ke Bali?," Tanya Mamanya, hari ini Mamanya kerumah karena sudah hampir satu minggu ia tidak bertemu dengan Almira cucunya.


"Lihat nanti Ma, masih ada yang harus aku urus dulu kantor," Jawab Gea.


Sejak Almira berusia 6 bulan , Mama nya sudah tidak tinggal dengan Gea lagi, ia hanya datang sekali-sekali atau Almira yang kerumah mereka, Gea merasa kasihan melihat Papanya yang banyak ditinggal Mamanya karena mengurus Almira disini, Jadi Gea meminta Mama nya untuk pulang kerumahnya lagi. Toh disini ada Suster dan ART nya yang bisa menjaga Almira selama ia bekerja.


"Ge, gua udah ketemu lokasi sama nama penelponnya,"


Pagi-pagi sekali Deni sudah menemuinya di rumah.


"Lokasinya emang di Kota Malang, tetapi tepatnya ada di Desa kecil yang cukup jauh dari kota Ge, Nama wanita itu Anggun, Sekarang apa rencana lo Ge?," Tanya Deni.


"Belum tau Den, kalo gua datang kesana, trus gua harus mencari wanita ini dimana?," Gea bingung, setelah mengetahui lokasi penelpon sekarang malah dia sendiri yang bingung harus bagaimana.


"Begini aja Ge, Ntar gua yang urus, gua suruh orang aja yang menyelidikinya disana, lo nggak usah khawatir, ntar kalo udah ada titik terang, lo gua kabarin, Ok..." Deni pun pamit pergi, ia harus bekerja kembali.


Sepulangnya Deni, Gea lama merenung, apa mungkin ada Abi di Desa itu, bukankah lebih baik dia sendiri yang kesana dan melihat dengan mata kepalanya sendiri.


Banyak pikiran yang keluar dari kepalanya, ada setitik harapan disana, tetapi Gea juga merasa ada sedikit ragu seandainya ia kembali merasakan kecewa seperti kejadian-kejadian yang sudah pernah terjadi, dan ia pun pernah di tipu dengan banyak kehilangan uang.


"Kamu di mana Biii???," Pertanyaan yang berulang- ulang kali di ucapkan oleh Gea, terasa sesak dadanya saat harus berkali-kali kecewa, seandainya kali ini pun ia akan menelan kekecewaan, Entah bagaimana dengan hati nya, apakah masih bisa bertahan untuk melanjutkan langkahnya yang sudah mulai goyah.


"Bu, jangan lupa hari ini ada pertemuan dengan Pak

__ADS_1


Boby," Pesan singkat dari Asistennya membuat Gea terbangun dari lamunannya.


Buru-buru, ia ke kamarnya dan mempersiapkan diri untuk berangkat kekantornya.


__ADS_2