
"Mas ada tamu," Seno masuk keruangan Abi.
Abi menganggukkan kepalanya.
"Selamat pagi Mas, saya Mia," seorang wanita cantik masuk keruangan Abi dan menjabat tangannya.
Abi membalasnya dengan tersenyum dan mempersilahkan tamunya duduk dengan isyarat tangannya yang menunjuk kearah bangku yang ada di depannya.
Kemudian Seno masuk kedalam untuk menjadi penerjemah Abi seperti biasa.
Mia adalah seorang Pengusaha sepatu olah raga yang ada di Kota Bandung, tujuannya datang kesini untuk bekerjasama dengan perusahaan Abi.
Setelah melakukan banyak perundingan akhirnya terjadi kesepakatan diantara mereka dan penandatanganan kontrak.
Seno setengah berlari mengejar Abi yang hampir saja pergi. "Hari ini ada Meeting Mas."
Seperti biasa hampir setiap hari aktivitas Abi lebih banyak dihabiskan di kantor dengan banyak meeting bersama clien nya. Abi yang berniat pulang pun kembali masuk ke kantornya.
Hampir satu bulan ini, Abi selalu sibuk dengan pekerjaannya, biasanya setiap hari ia mengabari Gea, sekarang harus membagi waktunya yang membuatnya banyak melewatkan waktunya untuk sekedar bertanya kabar kepada kekasihnya.
Sebenarnya Gea bisa mengerti dengan kesibukkan Abi, tetapi seperti ada yang kurang, kalau Abi sehari saja tidak menghubunginya.
Sebagai kekasih, Gea mendukung penuh setiap langkah yang Abi ambil demi kesuksesannya.
Mia mengetuk pintu ruangan Abi, kedatangannya kali ini hanya sekedar mampir untuk memberikan oleh-oleh Khas dari bandung. Bukan hanya sekali sudah beberapa kali itu dilakukan oleh Mia, Abi pernah menolaknya dengan halus, namun Mia masih tetap melakukannya.
Kerja sama mereka lah yang membuat sedikit banyak ada kedekatan diantara mereka.
Seperti Meeting sekarang, Mia membuat pertemuan makan malam dengan perusahaan Abi. Mereka tidak bisa menolak karena memang sudah diagendakan untuk membahas masalah bisnis.
"Yang ini enak loh Bi," Mia memindahkan potongan lobster ke dalam piringnya Abi, Abi hanya bisa mengangguk dan berterima kasih dengan memberi isyarat tangannya.
Selesai makan malam dan membahas urusan kantor, Abi dan seno berpamitan pada Mia dan tim nya.
"Kayaknya Mbak Mia ada hati loh Mas, Sama kamu," Seno nyeletuk disela perjalanan pulang mereka.
Abi yang menyetir di sebelahnya hanya diam. Walaupun Abi seorang CEO dari perusahaan yang lumayan besar, tetapi ia lebih memilih menyetir sendiri ketimbang memakai jasa sopir pribadi, karena ia merasa lebih nyaman kalau mengendarai kendaraannya sendiri.
Sementara Gea yang ada disini, sibuk dengan rutinitasnya yang sangat padat, bahkan hanya sekedar hangout sama teman-temannya pun, ia sangat kesulitan.
Banyak menghabiskan waktu berkutat dengan prakteknya di Rumah Sakit, membuatnya lebih memilih istirahat di rumah dari pada harus keluyuran di waktu liburnya.
__ADS_1
Energinya sudah banyak terkuras jadi ia lebih memilih bersantai di Rumah dan menghubungi kekasihnya walaupun hanya sekedar melihatnya dari panggilan Video Call, seperti yang ia lakukan sekarang.
"Sayaaannggg.... aku kangennnn....," rengekan manjanya membuat muka Abi merah padam, pasalnya Abi sedang melakukan Meeting dengan staf kantornya.
Pegawainya menahan senyum, terutama Seno yang tau betul bagaimana pasang suratnya hubungan mereka hingga sampai seperti sekarang ini.
Abi buru-buru keluar ruang rapat, telunjuknya menempel di bibirnya menyuruh Gea diam. "Aku sedang rapat sayang, malu... pegawai ku pada denger nih," Gea yang membaca gerakan tangan Abi langsung tertawa terpingkal-pingkal.
Seperti itulah percakapan yang biasa mereka lakukan, sama halnya dengan Abi, sering melakukan panggilan disaat Gea harus melaksanakan tugas nya di Rumah Sakit.
Sesibuk apapun Gea, ia pasti akan mengangkat panggilan dari Abi, kecuali sedang melakukan tindakan atau di ruang Operasi.
Biasanya Gea akan menghubungi Abi kembali setelahnya.
Entah kenapa akhir-akhir ini Gea merasa begitu berat menjalani harinya, mungkin karena kesibukkannya atau mungkin karena hubungan jarak jauhnya dengan Abi.
Gea yang sering uring-uringan membuat Mamanya merasa aneh.
"Kamu kenapa sih Ge?," Bukannya menjawab pertanyaan Mamanya, Gea lebih memilih naik keatas menuju kamarnya.
Mamanya yang melihat kelakuan Gea hanya bisa geleng-geleng kepala.
Kali ini Gea memutuskan berangkat ke Kota Kuningan untuk menemui Abi, menyetir sendiri menjadi pilihan Gea karena ia benar-benar mau menikmati perjalanannya, Gea sudah jauh-jauh hari merencanakan perjalanan ini dan mengajukan Izin ke pihak Rumah sakit, dengan alasan untuk urusan keluarga.
Abi yang baru selesai melakukan inspeksi ke pabrik sepatutnya, langsung menuju ruangannya, dan bisa dibayangkan bagaimana terkejutnya dia melihat orang yang selama ini sangat ia rindukan berada tepat dihadapannya.
Abi langsung berlari dan memeluk Gea yang berdiri di dekat meja kerjanya. ia langsung menghujani Gea dengan ciuman, Seno dengan sigap menutup pintu ruangan Abi yang terbuka lebar, karena lupa Abi tutup saat masuk tadi.
Kedatangan Gea ke kantor ini adalah kali pertamanya, banyak pasang mata melihat dan kagum akan kecantikan kekasih dari Bos mereka.
"Pa Kenalin nih pacarnya Abi,"
Malam ini Abi membawa Gea kerumahnya dan memperkenalkan pada papanya.
Papanya Abi menatap Gea dan mengernyitkan dahinya, ia merasa seperti pernah melihat wajah gadis ini, tapi ia lupa dimana pernah melihatnya.
"Masih ingat saya Prof?," Gea menjabat tangan Papanya Abi.
Masih sedikit bingung Papanya Abi balik bertanya, "Siapa yaaa?,"
"Saya Gea Pak Mahasiswi bapak dulu."
__ADS_1
Papanya Abi langsung ingat, Gea juga lah yang membawanya ke rumah sakit saat ia mengalami serangan Stroke saat sedang memberikan materi di kelasnya Gea.
"Oiya, Saya ingat," Obrolan mengalir begitu saja seperti seorang sahabat yang sudah lama tidak berjumpa. Banyak hal yang ditanyakan oleh Papanya Abi dari perkembangan kampus sampai masalah pribadi mereka.
Saat Abi izin masuk ke kamarnya untuk mandi, Papanya menanyakan sesuatu kepada Gea.
"Gea, maaf ya Bapak mau tanya satu hal sama kamu, Emang kamu serius menyukai anak Bapak, Kamu kan tau sendiri kondisi Abi seperti
apa."
Gea yang tiba-tiba ditanya seperti itu, sedikit gugup ia takut jawabannya akan menyinggung perasaannya Papa Abi.
"Gea benar-benar menyukai Abi pak, terlepas dari kondisinya Gea nggak perduli, dari awal kenal Gea sudah tau bagaimana kondisi Abi," Dengan hati-hati Gea menjelaskan kepada Papanya Abi.
Besoknya Gea menemani Abi bekerja, karena Abi mau menyelesaikan pekerjaannya sebentar setelah itu mereka berencana keluar untuk jalan-jalan.
"Abiiii....," Seseorang memanggilnya, Gea pun menoleh kebelakang.
Seorang Wanita cantik menghampiri Abi, terlihat sekali kalau dari gaya berbicaranya seperti mencoba mencari perhatian Abi.
Belum sempat Abi memperkenalkan Gea kepadanya, Mia sudah menarik tangan Abi dan mengajaknya berbicara ke ruang rapat yang biasa mereka gunakan.
Gea yang hanya tertegun melihat apa yang terjadi, membuat karyawan Abi yang ada disana mulai bergosip satu sama lain.
Tak tahan melihat yang terjadi, Darah Gea terasa mendidih, ia merasa sepertinya mereka sudah akrab dan sering bertemu.
Tanpa mengetuk pintu Gea langsung masuk keruangan, ia melihat Mia berdiri disamping Abi sambil memperlihatkan kertas berkas yang entah Geapun tidak tau itu apa.
"Maaf Mbak, bisa nggak biasa aja kalo di dekat Pacar saya," Sedikit keras Gea berusaha menegur Mia.
Mia yang bingung langsung menatap Abi.
Dengan cepat Abi berdiri dan memperkenalkan Gea kepada Mia, ia menuliskan pesan ke Mia, bahwa Gea adalah kekasihnya.
Mia pun memahaminya dan buru-buru pamit keluar ruangan dengan wajah yang kesal tanpa menoleh sedikit pun pada Gea.
Abi yang melihat Gea sangat marah, langsung berusaha menenangkannya dan berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Karena marah, Gea langsung pergi meninggalkan Abi.
Abi berusaha mengejarnya tetapi Gea lebih dulu naik kemobilnya dan pergi.
__ADS_1
Berkali-kali Abi menghubungi ponsel Gea, tetapi Gea sama sekali tidak memperdulikannya.
Rasa marahnya sudah menguasai akal sehatnya, tanpa berpikir panjang ia memilih kabur pulang ke Kota nya tanpa berbicara pada Abi sama sekali.