PANGGIL AKU GEA

PANGGIL AKU GEA
Perang...


__ADS_3

Pagi ini Gea terlihat sangat bersemangat. Mamanya yang melihat Gea lebih ceria dan banyak tersenyum membuat Mamanya bertanya-tanya.


Gea malam ini akan menemani Abi meeting di restoran mewah, Abi meminta bantuan Gea menjadi penerjemahnya, karena Asistennya sedang sakit, jadi tidak bisa menemani Abi.


Beruntung jadwal Gea hari ini masuk Dinas Pagi, jadi sore dia sudah bisa menemui Adi dikantornya.


"Mau kemana Ge, buru-buru amat," rekannya menegur Gea saat berpapasan di loker.


"Biasa .... Mau kencan," Sambil terkekeh Gea menanggapi temannya yang mulai menggodanya.


Sambil berlari kecil Gea menuju parkiran mobil dan bergegas menemui Abi yang sudah menunggunya di kantor.


Gea mengetuk pintu ruangan Abi dan masuk kedalam.


Kekasihnya terlihat duduk di meja kerjanya dengan stelan Jas dan terlihat sangat tampan.


Abi menoleh kearah Gea dan tersenyum lebar, ada rasa yang tidak bisa ia ungkapkan, rasa senang, bahagia dan terutama ada harapan di wajah wanita yang sangat ia cintai ini.


"Kamu udah makan Bi?," tanya Gea dengan lembut.


Abi menggelengkan kepalanya.


Mata Gea melotot, "Udah jam segini kok belum makan sih ... kamu kebiasaan deh Bi, suka menunda-nunda jam makan, kalo sakit gimana coba," Gea mengomeli Abi, ia sedikit kesal melihat kelakuan pacarnya yang selalu mendahulukan pekerjaan dari pada kesehatannya sendiri.


"Iya Bu Dokter," Abi tersenyum sambil memberikan isyarat ke Gea.


"Yuk, makan dulu," dengan cepat Gea menarik tangan Abi untuk ke luar dari ruangannya dan mengajaknya makan siang yang sudah ke sorean.


Mereka menuju Kafe yang ada di seberang kantor.


Gea yang hanya menemani Abi makan, mengawasinya sampai makanan Abi habis.


Sesekali ia membersihkan mulut Abi yang terkena makanan dengan tisu.


Sebelum mereka Meeting malam ini, Abi mengajak Gea ke sebuah Butik mewah, Abi membelikan Gea pakaian yang akan di gunakan untuk makan malam, karena Gea dari tempat tugasnya jadi ia tidak membawa baju ganti.

__ADS_1


Gea mencoba beberapa Gaun, sambil di bantu oleh Pramuniaga dibutik.


"Sayang... Gimana, bagus nggak?," Tanya Gea saat ia mencoba gaun yang berwarna hitam, yang senada dengan Jas yang dikenakan Abi.


Abi terpesona melihat betapa cantiknya Gea mengenakan gaun itu, dengan tubuh indah nya sangat cocok dengan gaun yang ia kenakan. Riasan wajahnya yang tidak terlalu mencolok malah terkesan Natural, menambah keindahan pemandangan Abi malam ini.


"Cantik banget sayang...." Sambil mengacungkan jempolnya kearah Gea.


Ketika tiba di Restoran, begitu banyak pasang mata yang memandang mereka saat memasuki pintu Restoran.


Gea sedikit risih dipandangi banyak orang, namun Abi menenangkannya dengan mengenggam tangannya dengan erat.


Orang yang menyaksikan mereka, kagum akan keserasian kedua pasangan ini, Cowoknya yang ganteng dengan stelan Jas mewah dan Ceweknya yang sangat cantik dengan gaun yang sangat indah.


Investor yang mereka tunggu sudah datang, Abi berdiri untuk menyambut kedatangannya di meja mereka, dan Geapun mengikutinya untuk berjabat tangan dengan para investornya. Tidak lupa Abi memperkenalkan Gea kepada mereka.


Ingin rasanya ia memperkenalkan Gea kepada mereka secara langsung tanpa bahasa isyarat, ia sangat ingin memperkenalkan pada dunia bahwa Gea adalah kekasihnya.


"Silahkan duduk," Gea mempersilahkan para tamunya untuk duduk, karena malam ini Gea adalah asisten Abi sekaligus penerjemahnya, jadi dia berinisiatif untuk melakukan sopan santun seorang tuan rumah kepada tamunya.


Gea tau kalau Abi sedang kesal, buru-buru ia mengklarifikasi tamunya.


"Maaf Pak, Saya calon istrinya Pak Abi, Hari ini asistennya sakit, jadi saya yang menggantikannya, mohon izin kalau anda tidak keberatan."


Abi terkejut mendengar pernyataan dari Gea, didalam hatinya ia lega karena kedua investornya langsung menjaga pandangannya begitu mendengar ucapan dari Gea, tetapi ada perasaan yang tidak bisa ia sembunyikan yang membuat wajahnya membentuk ekspresi bahagia dengan tersenyum lebar saat mendengar Gea menyebut calon istrinya.


Acara makan malam ini berakhir dengan kesepakatan dan penandatanganan kontrak.


Gea sangat senang melihat semuanya berjalan dengan lancar, dan ia bisa membantu pekerjaan kekasihnya dengan baik tanpa kurang suatu apapun.


Begitu keluar dari Restoran , Abi langsung memeluk Gea dan membopong tubuh Gea sampai ke mobil.


"Bi, turunin, aku malu nih," pekik Gea.


Bukannya menurunkan tubuh Gea, Abi malah mengecup bibirnya.

__ADS_1


Abi langsung mengantar Gea pulang karena hari sudah larut malam, Mobil Gea rencananya akan diantarkan oleh sopir kantor kerumahnya besok pagi.


Sesampainya di Rumah Gea , Abi mengantarkan Gea sampai kedepan pintu rumahnya. Begitu Gea hendak memencet Bel, pintu tiba-tiba terbuka, Papanya Gea keluar dan menarik tangan Gea.


"Masuk Ge," dari nada suaranya terdengar kalau papanya Gea menahan emosinya.


Gea berdiri mematung di belakang tubuh papanya.


"Kamu ngapain disini, ayo naik kekamar mu," dengan nada tinggi papanya memerintah Gea naik kekamarnya.


Abi menganggukkan kepalanya, saat mata Gea melihat kearahnya.


Setelah Gea naik kelantai 2, Papanya meminta Abi segera pulang.


"Ingat ya, Kamu jangan pernah menginjakkan kaki kamu di rumah ini lagi dan jangan pernah temui Gea


lagi."


Abi langsung pulang ketika Papanya Gea menutup pintu rumahnya dengan keras.


Baru saja Abi masuk kedalam mobilnya, Gea sudah menelponnya, begitu banyak pertanyaan yang keluar dari mulutnya, namun Abi hanya menjawab singkat.


"Udah nggak usah khawatir, aku nggak pa pa kok, Kamu cepet tidur ya besok kan kamu masuknya pagi," Ucap Abi.


Selama perjalanan pulang kerumahnya, Abi banyak merenung, bagaimana kelanjutan hubungan mereka nantinya.


Kalau dia sudah pasti bisa bertahan, yang Abi takutkan adalah Gea, Apakah Gea bisa melewati ini semua tanpa harus terluka.


Melihat ekspresi dan kata-kata Papanya Gea tadi, terdengar seperti ada kemarahan yang sangat besar, Abi juga takut dengan hubungannya ini akan melukai perasaan kedua orang tuanya Gea.


Abi mengambil ponselnya dan segera mengabari Gea setibanya ia dirumahnya dan ia melanjutkan menghubungi Papanya, "Pa, Gimana kabarnya disana?," obrolan mereka pun mengalir seperti biasanya.


Abi selalu mengajak Papanya untuk tinggal bersamanya disini, tetapi papanya selalu menolak, alasannya kalau disini Papa nggak punya keluarga, tetapi kalau di sana hampir seluruh keluarganya ada di sana.


Bahkan Adik kandung Papanya Abi, rumahnya pun bersebelahan dengan Rumah Abi disana. Jadi Abi tidak perlu mengkhawatirkan keadaan Papa nya, karena itulah Abi tidak pernah lagi menawari Papa nya untuk pindah lagi kesini.

__ADS_1


Sementara Gea di kamarnya menangis, ia tau betul pasti Papa nya tadi memarahi Abi, Ada rasa sakit di dadanya, kenapa disaat mereka sedang bahagia-bahagianya ada begitu besar masalah yang mereka hadapi, Entah sampai kapan pertahanan mereka akan terus kuat menerima hantaman keras dari keluarganya.


__ADS_2