PANGGIL AKU GEA

PANGGIL AKU GEA
Keputusan...


__ADS_3

Gea terbangun dari tidurnya, terlihat duduk disebelah ranjang ada Mamanya dan Wina.


Matanya mencari sosok lelaki yang hampir satu tahun ini selalu ia rindukan, Apakah aku bermimpi bisik hatinya.


"Sayang... kamu cari siapa?," Mama nya tau betul siapa yang sedang Gea cari.


Mamanya turut bahagia saat melihat Abi bersama Gea, rasa cemasnya seketika berkurang. Dan yang lebih membuat Mamanya bahagia saat mendengar suara pertama Abi, memanggilnya Tante.


"Lo cari Abi ya Ge..." Ledek Wina, sambil ia terkekeh,


Seperti biasa Wina yang cengeng, menangis kembali saat pertama kali mendengar suara Abi memanggilnya.


"Abi di luar, lagi ngobrol sama Deni," Lanjut Wina.


Gea langsung merasa lega, saat mendengar kalau Abi memang ada dan ini bukanlah mimpi.


Diluar Abi dan Deni berbincang panjang, banyak hal yang mereka ceritakan, termasuk kelanjutan dari pernikahan Gea pagi ini.


Papa Gea yang belum mengetahui kalau Gea berada di Rumah Sakit, akan sangat marah kalau mengetahui kalau Abi lah yang menemuinya.


Abi masuk kembali ke ruangan Gea, melihat Gea yang sudah bangun, Abi mendekatinya dan membelai rambutnya.


Wina dan Mamanya Gea buru-buru keluar ruangan.


"Kamu kemana aja Bi, selama ini?," Gea kembali menanyakan pertanyaan yang sama.


Abi menceritakan, kenapa ia pergi setelah Papa nya meninggal dunia.


"Aku merasa punya penyesalan Ge, masih banyak keinginan Papa yang belum sempat aku penuhi, terutama Papa sangat ingin mendengarkanku bisa kembali berbicara."


Sebelum Papa nya sakit, Abi memang sudah memeriksakan kondisinya di Rumah Sakit Indonesia, dari pihak Rumah Sakit merekomendasikan Rumah Sakit terbaik di Jerman untuk rujukan Abi melakukan Operasi. Selain itu Abi juga melakukan pengobatan di Psikiater, demi memulihkan mentalnya, yang menurut Dokter nya, ada luka masa lalu yang sangat dalam, yang sangat mempengaruhi kemampuannya untuk berbicara.


Selama hampir satu tahun Abi berjuang sendiri disana, ia sengaja tidak menghubungi Gea, karena jika ia melakukannya, kemungkinan tekadnya untuk berobat di Jerman akan gagal.


Abi melakukan itu bukan semata-mata demi dirinya sendiri, tetapi demi Almarhum Papanya dan Gea.

__ADS_1


Gea yang mendengar cerita Abi, kembali meneteskan air mata, selama kepergian Abi, untuk menagis pun Gea tidak bisa, akibat pukulan berat yang ia rasakan.


Semua rasa marah, rasa sakit dan kebencian terhadap Abi, tiba-tiba menghilang entah kemana. Di peluknya Abi dengan erat, "Jangan pernah lagi kamu berani ninggalin aku Bi," Isak Gea.


Abi menatap mata Gea yang di penuhi oleh air mata, "Aku nggak pernah sedetikpun meninggalkanmu Ge," Jawab Abi.


"Kenapa kamu nggak mau menunggu ku pulang Ge, kenapa kamu menyerah???," tanya Abi.


Gea kembali memeluk Abi,


"Maafin aku Bi."


Sementara keadaan di Rumah mulai kacau, Papa Gea yang menyadari Gea dan Mama nya tidak ada di rumah membuat amarahnya memuncak.


Mamanya Gea mengangkat ponselnya yang berbunyi, suara Papanya Gea terdengar berteriak dengan kencang.


"Bi, kamu nggak usah ikut kerumah ya, Papanya Gea lagi emosi, takutnya akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," Mamanya Gea berusaha membujuk Abi yang berkeras untuk menemui Papanya Gea.


"Iya Bi, elo mending nggak usah ikut, ntar Gua yang


urus," Deni mencoba menenangkan Abi yang sedikit gelisah, karena ia takut Gea akan menikah dengan indra pagi ini.


Abi pun setuju untuk sementara melepas Gea pulang, walaupun di dalam hatinya masih ada keraguan.


"Apa-apaan ini?," Hardik Papa nya, saat Gea dan Mama nya tiba di rumah.


Deni yang mengantar mereka pulang, mencoba memberikan penjelasan pada Papa nya Gea.


"Gini Om, Gea sakit dan sempat pingsan, jadi tante meminta saya untuk mengantar Gea kerumah sakit."


Melihat kondisi Gea yang terlihat lemas, Emosi Papa nya langsung reda, "Kok Mama nggak bangunin Papa sih."


Gea pun di bawa Wina kekamarnya untuk kembali beristirahat.


Mamanya Gea meminta Papanya untuk mengundur pernikahan, karena Gea sendiri yang menginginkannya.

__ADS_1


"Kasian Gea pa, Papa lihat sendiri kondisinya saat ini, kalau Papa terus memaksakan pernikahan ini , Mama takut akan terjadi hal buruk sama Gea." Mama nya menyeka air matanya, ia tidak tau apakah ini air mata kesedihan atau kebahagiaan, yang pasti Mamanya merasa lega, karena Abi sudah kembali dan Gea bisa kembali tersenyum.


Papa Gea terdiam lama, ia bingung bagaimana cara menyampaikan kepada keluarga Indra kalau pernikahan pagi ini akan ditunda.


***


Setelah beberapa hari, kondisi Gea mulai membaik, setiap hari Abi selalu menghubunginya dan rutin satu hari 3 kali, seperti obat yang Gea minum.


Pagi ini, Indra datang untuk menemuinya, ia menanyakan kondisi Gea.


Sebenarnya Indra dan keluarganya orang yang baik, mereka sangat pengertian dan perhatian terhadap Gea.


Gea mengambil kesempatan dengan kedatangan Indra kerumah, ia bisa membicarakan tentang kelanjutan hubungan mereka.


"In, aku mau minta maaf sama kamu dan keluarga mu soal kejadian kemarin, dan aku juga mau menjelaskan sesuatu ke kamu," Sangat pelan Gea menjelaskan dengan kalimat yang ia pilih supaya Indra tidak tersinggung dan marah.


"Nggak pa pa Ge, keluarga ku ngeti kok, Kamu mau ngejelasin soal apa Ge?," tanya Indra.


Gea menatap wajah Indra, ada rasa kasihan dan tidak tega untuk mengatakannya, tetapi Gea merasa inilah saat yang tepat, ia tidak ingin masalah ini berlarut-larut.


"In, sekali lagi maafin aku ya, Aku nggak bisa melanjutkan hubungan kita, kalaupun harus aku paksain, pada akhirnya kita tetap tidak akan bahagia."


Indra terkejut mendengar pengakuan Gea, tetapi detik itu juga Indra langsung mengerti kalau memang dari awal perkenalan mereka dia sudah melihat kalau Gea memaksakan dirinya untuk masuk kedalam hubungan ini.


Setelah lama terdiam, akhirnya Indra bersuara juga.


"Ge, aku nggak akan mempermasalahkan ini, aku ngerti kok kalau dari awal memang kamu sebenarnya tidak menginginkan ini, Biarlah ini jadi bagian cerita hidup kita Ge, masalah keluarga ku, nanti aku sendiri yang akan ngomong ke mereka."


Gea benar-benar merasa lega setelah mendengar semua yang Indra ucapkan.


Betapa bijaksananya Indra, Gea berdo'a, semoga Indra segera bisa menemukan pendamping hidup yang lebih baik darinya.


Satu persatu masalah perlahan menjauh, Gea merasa sangat beruntung dikelilingi oleh orang-orang yang baik disisinya.


Papanya yang mendengar langsung dari Indra kalau mereka berdua lah yang memutuskan untuk membatalkan pernikahan, akhirnya merelakan dan menerima keputusan itu.

__ADS_1


"Sampaikan maaf kami untuk keluarga besar mu ya In," Papa Gea merasa bersalah karena tidak bisa menemui mereka secara langsung untuk meminta maaf.


Walaupun ini keputusan bersama antara Indra dan Gea, tetapi Papa nya tetap merasa kecewa.


__ADS_2