
Hampir 3 bulan setelah kecelakaan, Papanya Gea akhirnya bisa beraktivitas kembali. Walaupun pekerjaannya masih banyak ia kerjakan di rumah.
Saat makan malam, untuk pertama kalinya, Papanya menanyakan soal Abi kepada Gea.
"Abi apa kabarnya Ge?," Gea sampai tersedak makanannya mendengar pertanyaan Papanya yang tiba-tiba saja menanyakan kabar pacarnya.
Gea menjawab pertanyaan Papa nya dengan singkat, ada ragu di hatinya, Apa lagi yang ingin Papa nya lakukan terhadap mereka berdua.
"Besok ajak Abi kerumah ya Ge, Papa mau ngobrol sama dia," Mata Gea beralih menatap ke arah Mamanya karena merasa bingung.
Melihat Mamanya menganggukkan kepalanya, Gea pun menyetujui tawaran Papa nya untuk mengundang Abi kerumah.
"Ge... besok jangan lupa dateng yaaa...." Pesan singkat dari Wina, Besok Wina dan Deni akan mengadakan syukuran atas kepulangan Putra mereka.
Sekarang Bayi mereka sudah kuat dan sehat, Dokter pun memperbolehkan untuk pulang.
Abi menjemput Gea di Kinik, terlihat Gea sudah mengganti pakaiannya dengan baju gamis yang terlihat cantik ia kenakan. Setiap hari pasti selalu ada saja yang membuat Abi terpesona dengan Gea, seakan tidak pernah ada celah sedikitpun untuk tidak mengagumi kekasihnya.
"Yuk...." Begitu masuk mobil Gea langsung mengenakan Sabuk pengamannya. Mereka bisa terlambat kalau tidak segera berangkat.
"Semoga kita nggak telat Bi," ucap Gea, sambil tangannya sibuk memakaikan lipstik dibibirnya.
Acara syukuran yang diadakan di kediamannya Deni dan Wina terlihat mewah, Gea memeluk Wina, mereka berdua menangis terharu, akhirnya perjuangan panjang Wina terbayar sudah, putra kesayangan mereka tumbuh dengan sehat dan mereka bisa berkumpul kembali.
Sepulangnya dari tempat Deni dan Wina, Gea meminta Abi untuk turun dan masuk kerumahnya.
Sedikit ragu Abi pun bertanya pada Gea, "Emang nggak pa pa Ge aku masuk kedalam, Ntar Papa mu marah, Beliau kan baru pulih, aku takut terjadi apa-apa."
Gea memaksa Abi masuk dengan menarik tangannya, Abi pun mengikuti Gea dengan sedikit cemas, ia takut kedatangannya akan mengganggu kesehatan Papanya Gea.
__ADS_1
"PA... MA... ADA ABI NIH,"
Abi menoleh kearah Gea, ia merasa aneh melihat ekspresi wajah Gea yang sangat santai tidak seperti biasanya yang selalu tegang.
Papa dan Mamanya menoleh kearah mereka.
"Duduk Bi," Ucap Papa Gea dengan nada suara yang santai dan terlihat biasa saja.
Abi kembali di buat bingung, Sebelum Abi semakin panik, Gea pun duduk di sebelah Abi.
"Papa yang minta ketemu sama kamu," Bisiknya di telinga Abi.
"Bi, sebelumnya Om mau minta maaf untuk semua kesalahan Om selama ini sama kamu dan Gea. Dan juga Om mau berterima kasih banyak untuk bantuanmu saat Om kecelakaan, Om belum sempat mengucapkan terima kasih secara langsung sama kamu," Abi menatap Papanya Gea, terlihat jelas ketulusan dari ucapannya.
Abi tidak bisa melukiskan betapa bahagianya dia saat ini. Apakah ini lah saatnya jalan untuk cinta mereka bisa terbuka lebar, bisik hatinya.
"Abi juga minta maaf Om kalau selama ini sudah keras kepala dengan tetap mencintai Gea walaupun Om tidak merestui," Jawab Abi.
Mamanya tiba-tiba mencairkan suasana yang sedikit tegang, "Jadi kapan Bi , Mama bisa melihat kalian di pelaminan."
Abi dan Gea tersipu malu, mereka berdua seakan sedang berada di dunia mimpi, restu yang selama ini mereka harapkan dengan penuh perjuangan, saat ini sudah mereka dapatkan.
Setelah berpamitan pada orang tua Gea, Abi pun pamit pulang ke Gea.
"Sayang, kapan nih aku di lamar????," Seperti biasa Gea menggoda Abi dengan terus merengek seperti anak kecil. Diacaknya rambut Gea, kebiasaannya Abi yang selalu ia lakukan dari dulu hingga sekarang dan kemudian di ciumnya kening orang yang sangat ia cintai.
"Sabar yaaaa, aku cari uang dulu", Jawab Abi sambil ia mengedipkan salah satu matanya. Dan bukan hanya Abi yang sering terpesona, Gea pun selalu terkagum kagum saat melihat sisi lain dari Abi yang baru ia ketahui.
Perjalanan pulang Abi yang biasanya terasa melelahkan, tidak tau mengapa saat ini terasa sangat berbeda, Ada rasa lega dan bahagia, akhirnya penantian panjang yang penuh dengan liku akan segera berakhir.
__ADS_1
Banyak rencana dan harapan yang muncul di kepala Abi, walaupun dibalik kebahagiaannya ada terselip rasa sedih, ia menyayangkan kepergian orang tuanya yang terlalu cepat sebelum mereka bisa melihatnya bersama orang yang ia cintai bahagia.
Satu minggu persiapan yang Abi dan mendiang keluarga orang tuanya siapkan, untuk acara lamaran ke keluarganya Gea.
Seno yang dari awal mengetahui berita bahagia Bos nya, mulai ikut sibuk mengurus semuanya, dari mengatur jadwal kerja Bos nya, jadwal cuti sampai urusan keperluan Lamaran ia pun terlibat disana.
"Geaaa.... ngapain sih???", Wina marah-marah saat melihat sahabatnya yang jalan mondar mandir di kamarnya.
Ketegangan Gea membuat Wina juga ikut-ikutan tegang, maklum saja ini adalah hari bersejarah yang sudah lama mereka tunggu.
Sebentar lagi keluarga besarnya Abi akan datang untuk melamar Gea.
"Widiiiiiihhhhhhh.... Adik Gua cantiiiikkkk benerrrrr," Ben muncul dikamarnya Gea dan menggodanya, Kakaknya sengaja datang bersama keluarganya untuk menyaksikan acara lamaran Gea.
"Akhirnya Ge," Ben memeluk Gea dengan erat. "Semoga semuanya di lancarkan ya
Ge," Ben lah orang pertama yang Gea beritahu kabar bahagianya, selain Wina sahabatnya, Kakaknya juga lah yang menjadi saksi betapa susahnya perjalanan cinta mereka .
Acara lamaran berlangsung dengan sangat haru dan bahagia.
Abi memasangkan cincin kejari manis Gea dan sebaliknya Gea memasangkan cincin kejarinya Abi. Mereka saling menatap dan melempar senyum, Melihat Gea dengan balutan kebaya dan menata rambutnya dengan begitu anggun, membuat Abi lagi....dan lagi... terpesona.
Pernikahan mereka yang akan dilangsungkan bulan depan rencananya akan diadakan di Bali. Gea dan Abi hanya mengundang keluarga dan teman dekatnya saja , mereka ingin acaranya berlangsung sakral.
"Selamat ya Bi...." Ben memeluk calon adik iparnya.
Bulan Depan mereka akan resmi menjadi saudara , Ben benar-benar lega melihat Adiknya bisa menemukan seorang laki-laki seperti Abi.
Lelaki yang mau memperjuangkan cintanya dan mau berkorban demi orang yang ia sayangi.
__ADS_1
"Perjalanan kita masih panjang Ge, bukan hanya sebatas pernikahan, setelah menikahpun kita harus berjuang kembali," Kata-kata Abi di Amini oleh Gea. Mereka ngobrol di telpon, karena sebentar lagi mereka akan menikah jadi Mamanya Gea melarang Gea dan Abi bertemu. Istilah keluarganya, DIPINGIT...
Sebenarnya mereka berdua menganut paham modern, tetapi karena menghargai adat dan orang tuanya, akhirnya mereka ikut saja, Toh tidak akan ada ruginya.