PANGGIL AKU GEA

PANGGIL AKU GEA
Isyarat...


__ADS_3

Gea, Mia dan Rika pagi-pagi sudah mendatangi Sekolah Dasar tempat Arya mengajar.


Sementara Bidan Ida tidak ikut, ia yang bertugas di Puskesamas selama Gea dan yang lain melakukan sosialisasi ke sekolah. Lagi pula ini hari sabtu, biasanya pasien tidak begitu ramai.


Di sekolah semua persiapan sudah Arya dan teman- temannya persiapkan, termasuk Anggun yang sudah terlihat cantik dengan baju terbaiknya.


Gea membagi tugas mereka, untuk sosialisasi kali ini Gea memberikan penyuluhan tentang cara menggosok gigi dan mencuci tangan yang benar. Masing-masing anak ia berikan satu paket sikat gigi dan pastanya juga ada bingkisan makanan ringan.


Melihat Anggun yang terus berusaha mendekati Abi, Gea sedikit merasa gerah, pandangan matanya sudah mulai tidak fokus lagi.


Rika yang melihat Gea gelisah, mencari cara untuk menjauhkan Arya dari Anggun.


Rika mendekati mereka, ia berdiri diantara Arya dan Anggun, melihat Rika yang tiba - tiba menyela pembicaraan mereka wajah Anggun terlihat marah.


"Mas Arya, bisa bantu saya mengangkat barang yang ada di mobil nggak?," Tanya Rika, ia membelakangi Anggun yang sedikit kesal dengan ulahnya.


Arya menganggukkan kepalanya, ia mulai mengeluarkan semua barang-barang yang memenuhi seluruh kabin dan bagasi mobil.


Gea sengaja memberikan banyak kebutuhan peralatan sekolah, untuk para siswa dan untuk keperluan di sekolah ini, Gea berharap apa yang ia berikan selama disini akan banyak berguna untuk banyak orang. Tidak hanya itu ia juga memberikan bantuan uang untuk perbaikan sekolah yang kondisinya sudah tidak begitu baik lagi.


Kepala Sekolah sangat berterima kasih atas bantuan dari Gea, seluruh guru yang ada di sini juga mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian Gea untuk sekolah dan desa ini.


Hanya satu oranglah yang tetap memendam kebencian melihat keberhasilan Gea merebut simpati banyak orang termasuk Arya.


Hari minggu Gea libur karena Puskesmas tutup, ia mengintip keluar dari kaca jendelanya.


"Nyari Arya lo Ge?," Tanya Rika yang muncul di belakang Gea.


"Kaget gua ka, sialan lo," Gea mencubit pipi Rika dengan gemas.


"Arya belum pulang, masih olah raga lari," Rika menjawab rasa penasaran Gea.


Sejak kejadian ciuman panas malam itu, Gea belum sekalipun berbicara dengan Arya, sepertinya Arya terus menghindarinya.


Ponsel Gea berbunyi,


"Halloooooo..... sayang," Gea kegirangan mengetahui kalau suara kecil yang memanggil- manggil nya berulang kali adalah Almira putrinya.


Hampir satu jam Gea mengobrol banyak hal dengan Mamanya, mereka hanya bisa berkomunikasi Via telpon, karena Internet disini belum masuk.

__ADS_1


Rika menyenggol bahu Gea saat ia melihat Arya pulang bersama Anggun.


Mereka mengobrol lama, Entah apa yang sedang mereka berdua bahas.


Rika langsung keluar dan menuju Arya dan Anggun,


"Mas Arya , Bu Marni ada?," tanya Rika.


"Ooo... sebentar ya Mbak , saya panggil Ibu dulu," Jawab Arya, segera ia masuk kedalam untuk memanggil Ibunya.


"Elo nggak punya otak ya Nggun, elo kan tau kalau Arya itu suaminya Gea, ngapain lo nyosor mulu!!!," Dengan emosinya Rika membentak Anggun.


"Kamu ada masalah apa sama saya, kalau memang Arya suaminya Gea, kenapa mereka nggak saling kenal," jawab Anggun ketus.


Rika baru mau membalas Anggun, Bu Marni dan Arya sudah keluar dari dalam.


"Ada apa Mbak?," Ujar Bu Marni.


"Gea nggak enak badan Bu, masuk angin kayaknya, Ibu bisa pijat nggak?," Entah apa yang keluar dari pikiran Rika, yang ada di kepalanya hanyalah alasan ini saja.


"Gea kenapa Mbak Rika?," tanya Arya yang terlihat cemas.


Setelah Bu Marni masuk kedalam rumah Gea dan Rika, barulah ia tau rencana mereka.


Arya berulang kali menatap ke rumah Gea, ia mulai gelisah kalau terjadi sesuatu pada Gea.


Melihat tingkah Arya seperti itu, dengan kesalnya Anggun pergi meninggalkannya.


"Gea nggak pa pa Bu?," Arya bertanya setelah Bu Marni pulang dari rumah Gea.


"Nak Gea hanya masuk angin, tapi sudah Ibu pijat tadi, kasian mungkin dia belum biasa hidup disini," Bu Marni berbohong pada Arya.


Setelah makan malam mereka selesai, Rika mengajak Bu Marni untuk menemaninya ke warung yang ada di ujung jalan rumah mereka.


Di rumah hanya ada Gea dan Arya, Gea baru mau keluar untuk kembali kerumahnya, namun Arya mencegahnya dan memintanya untuk duduk dan berbicara dengannya.


"Kamu nggak pa pa Ge, kata Ibu kamu sakit?," Tanya Arya.


Gea tidak tau Ide gilanya datang dari mana, ia menjawab Arya dengan menggunakan bahasa isyarat,

__ADS_1


"Aku nggak pa pa Biiii."


Arya melihat gerakan tangan Gea, kemudian matanya menatap ke arah Gea.


"Jaga kesehatan kamu ya," Arya membalas bahas Isyarat Gea.


Mata Gea terbelalak, ternyata Abi masih mengingatnya.


Mereka berdua saling menatap dan tertawa bersama. Tidak ada satu orang pun yang bisa menjelaskan apa yang terjadi diantara mereka berdua.


Hanya merekalah yang paham dan mengerti dengan apa yang terjadi.


Arya kemudian bertanya lagi kepada Gea siapa Abi.


Gea mulai bercerita pada Arya, "Abi adalah suami ku, ia mengalami kecelakaan saat ke Kota Malang, namun polisi sampai saat ini belum menemukan dirinya."


"Kenapa kamu nggak mencarinya?," Tanya Arya.


"Kamu tau Arya, selama satu tahun ini, aku seperti orang gila mencarinya kemana- mana, sampai ada seorang wanita yang menghubungiku dan bertanya soal Abi, ia lah yang membawaku sampai di kota ini," Lanjut Gea.


"Apa Abi adalah aku Ge?," setelah Arya lama terdiam, ia melanjutkan bertanya pada Gea.


Gea mengangguk, air matanya jatuh di pipinya, dadanya terasa sesak, ia lalu berlari pulang dan menangis diatas kasur. Rasa sakit terasa di hatinya, Abi belum mengingatnya sama sekali, pertahanannya mulai goyah.


Keesokan harinya Gea memilih untuk tidak sarapan di rumah Bu Marni. Dia hanya menyeduh minuman serealnya yang ada di lemari dapur.


Mata Arya mencari keberadaan Gea, sampai selesai waktu sarapan, Gea tidak muncul dirumahnya.


Arya sangat bingung dengan perasaannya saat ini, ia mendatangi Bu Marni yang ada di kamarnya.


"Bu, apa Ibu juga tau tentang Abi?," Tanya nya.


Bu Marni mulai menceritakan awal mulanya ia mengetahui semua cerita Abi dan Gea.


Dan ia jugalah yang membantu Gea selama ini .


"Sekarang Ibu hanya mau kamu membuka hati mu selebar-lebarnya, pandangi wajah Gea dan ingat kembali masa bahagia kalian, hanya Nak Abi lah yang bisa menemukan jawabannya, Arya hanyalah hidup sementara disini, masa depan mu ada disini," Tangan Bu Marni menunjuk ke arah dada Arya.


Arya hanya terdiam, ia tidak bisa berpikir lagi, seluruh kepalanya di penuhi banyak pertanyaan.

__ADS_1


__ADS_2