PANGGIL AKU GEA

PANGGIL AKU GEA
Kesetiaan...


__ADS_3

Arya banyak melamun setelah kepulangannya dari Kota kemarin.


Pikirannya tidak menentu, kenapa hatinya seperti merasakan sesuatu yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


" Mas , kok melamun ? ", Anggun menyentuh pundak Arya. Arya gelagapan dan menoleh ke arah Anggun.


" Kamu belum pulang


Nggun ? ", Arya balik bertanya.


Jam sekolah mereka sudah berakhir dari tadi , melihat Arya duduk di bawah pohon di lapangan sekolah , membuat Anggun megurungkan niatnya untuk pulang.


" Mas Arya kenapa, kok akhir-akhir ini sering melamun ? ", Tanya Anggun lagi.


Arya menggelengkan kepalanya, " Nggak pa pa


kok ", jawabnya.


Anggun pun mulai membuka obrolan , mereka berbincang lama , Anggun merasa sangat bahagia , bisa duduk bersebelahan dengan Arya dan bisa ngobrol panjang dengannya, selama ini ia hanya menyapanya dan mengobrol basa basi saja. Semenjak mereka pergi bersama ke kota, Arya sedikit lebih terbuka terhadapnya dan lebih santai di bandingkan dahulu.


Hari minggu Arya dan Ibunya berangkat ke Desa sebelah untuk melayat keluarga Bu Marni yang meninggal dunia, ia meminjam sepeda motor Anggun untuk membonceng Ibunya, karena jarak Desanya yang lumayan jauh , perjalanan mereka memakan waktu lebih kurang satu jam.


Bu Marni ada 6 bersaudara , semuanya berada di desa ini , hanya Bu Marnilah yang tinggal di desa sebelah, ia tidak ingin meninggalkan tanah kelahiran suaminya dan kalaupun ia meninggal Bu Marni hanya mau di makamkan bersebelahan dengan makam suaminya.


Sepulangnya dari rumah keluarganya , Arya dan Ibunya mampir kerumah Pak Kades untuk mengembalikan motor nya Anggun.


" Ibuuu...", Anggun menyalami tangannya Bu Marni.


Bu Marni sudah mengenal Anggun sejak ia lahir hingga beranjak dewasa seperti sekarang. Anggun anak yang baik dan santun, berbeda dengan kebanyakan anak orang kaya yang sudah bersekolah di kota , jarang yang masih mau kembali ke Desa nya untuk karir mereka, tetapi Anggun lebih memilih mengabdikan dirinya di Desa mereka.


Anggun menawarkan mereka untuk masuk terlebih dahulu, tetapi Bu Marni menolaknya karena hari sudah sore .


" Terima Kasih ya Nggun ", ucap Arya.

__ADS_1


Anggun menganggukkan kepalanya, " Hati - hati ya


Mas ", Sambil memandangi wajah Arya , Anggun tersipu saat mata Arya menangkap basah Anggun yang sedang memandangnya.


Di perjalanan pulang , Bu Marni menggoda Arya.


" Sepertinya Anggun suka sama kamu Ar ".


Arya tidak menjawab Bu Marni, ia sama sekali tidak memperhatikan itu dan ia sama sekali tidak ada niat untuk menjalin hubungan dengan siapa pun. Dia merasa kalau seandainya di tempatnya dulu ia sudah memiliki pasangan bagaimana !!!! , sekarang yang harus dilakukan hanyalah segera memulihkan ingatannya dan bisa kembali .


Arya memacu sepedanya ke arah pasar , sepulangnya dari sekolah seperti biasanya ia akan membantu Ibunya berjualan di Pasar.


Di perjalanan ia melihat Anggun yang mendorong motornya , " Motor mu kenapa Nggun ? ", tanya nya .


" Ban nya bocor Mas " , jawab Anggun.


Arya meminta Anggun membawa sepedanya untuk pulang kerumah dan motornya akan Arya bawa ke bengkel yang biasa ia lewati di dekat pasar.


" Maaf ya Mas , aku merepotkan mu ", Anggun merasa tidak enak sudah merepotkan Arya , sudah sering ia meminta bantuan nya .


Anggun pun mengikuti perintah Arya , ia pulang dengan mengendarai sepeda Arya.


Semakin hari hubungan Arya semakin dekat dengan Anggun, Arya yang hanya menganggapnya sebagai sahabat , berbanding terbalik dengan Anggun yang menganggap Arya seseorang yang spesial.


Kepala Desa pun sudah menganggap Arya seperti anak sendiri, karena kedekatan mereka, Arya juga lah yang sering membantunya dalam mengembangkan potensi Desa ini, Arya yang cerdas dan memiliki kemampuan sebagai pemimpin membuat Kepala Desa merasa yakin kalau suatu saat Arya bisa menggantikannya disini demi kemajuan Desa mereka.


Suatu malam saat Anggun makan malam bersama keluarganya , Ayahnya bertanya , " Nggun ada hubungan apa antara kamu dan Arya " , tanyanya.


" Kami hanya berteman Yah " , jawab Anggun sambil menundukkan kepalanya dan tersipu malu.


Ayahnya yang melihat gelagat Anggun pun menyadari kalau putrinya menyukai Arya.


Sama halnya seperti dia juga menyukai Arya yang memiliki kepribadian yang menyenangkan dan dapat diandalkan.

__ADS_1


Arya yang ringan tangan pun banyak di sukai para warga, setiap warga yang membutuhkan bantuannya, ia akan dengan senang hati membantu.


" Bu Marni , maksud kedatangan saya kesini ingin berdiskusi mengenai Arya, bagaimana kalau kita jodohkan saja dengan putri saya Anggun ", Kedatangan Kepala Desa yang tiba-tiba membuat Buk Marni sedikit terkejut.


" Kalau saya terserah Aryanya saja Pak, saya tidak punya hak apa-apa " , jawab Buk Marni .


Malamnya , Bu Marni mendekati Arya yang sedang duduk di teras rumah mereka .


" Nak , ibu mau bicara sebentar " , ucapnya.


" Ada apa Bu ? ", tanya Arya


" Tadi Kepala Desa kesini , dia meminta Ibu untuk menyetujui perjodohan mu dengan Anggun , Ibu Nggak bisa jawab apa-apa Arya, Itu terserah kamu nak ", Sambil menggenggam tangan Arya, Bu Marni menyerahkan semua keputusan di tangan Arya.


Arya menghela nafasnya ,


" Bu, terus terang aja , aku nggak punya perasaan apa-apa sama Anggun , lagi pula aku udah janji sama diriku sendiri, kalau aku nggak akan membuka hati ku sebelum aku tau siapa diriku sebenarnya , aku takut Bu kalau disana aku sudah mempunyai orang yang aku cintai dan sedang menunggu ku " , Arya menjelaskan semuanya pada Ibunya.


Bu Marni menganggukkan kepalanya, ia sangat setuju dengan pemikiran Arya, ia juga mempunyai keinginan dan harapan yang sama dengan Arya , semoga kelak Arya cepat pulih ingatannya dan bisa mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya .


" Ibu Nggak usah terlalu mikirin masalah ini, ntar saya yang akan ngomong langsung sama Anggun ". Arya menggenggam tangan Buk Marni dan menganggukkan kepalanya untuk meyakinkannya.


Di sekolah Arya sibuk memberikan materi pelajaran Olah raga , Murid nya sangat antusias kalau Arya sudah mengajar , karena selama ini pelajaran Olah raga hanyalah materi saja yang di berikan oleh guru sementara prakteknya tidak pernah, Guru yang mengajar pun harus berganti ganti hampir setiap beberapa bulan sekali, sementara Arya cara dia memberikan materi dan prakteknya sangat menyenangkan dan inovatif , sehingga anak- anak sangat menyukai pelajaran yang Arya berikan.


Anggun mendekati Arya setelah jam sekolah berakhir, sudah rahasia umum kalau mereka sudah dianggap oleh warga sebagai pasangan kekasih, begitupun oleh rekan sesama guru mereka.


" Mas, maaf ya kalau waktu itu Ayah sudah lancang menemui Bu Marni dan berbicara tentang perjodohan kita " , dengan hati-hati Anggun menyusun kalimatnya , ia takut Arya akan salah paham dan akan menjauhinya.


" Oiya Nggun , kebetulan saya juga mau membicarakan masalah ini, tapi kamu jangan marah ya , untuk saat ini aku belum mau menjalin hubungan apa lagi sampai menikah, Karena sebelum ingatan ku kembali , aku tidak akan melangkah maju kedepan untuk hal apa pun


itu ".


Anggun pun setuju dengan pendapat Arya.

__ADS_1


" Iya, kamu benar Mas, aku akan selalu mendukung apapun keputusan mu, tapi kamu harus janji jangan pernah menggapku musuh setelah apa yang Ayahku lakukan yaaa....", ucap Anggun dengan suaranya yang lembut.


Dan di balas Arya dengan anggukkan kepalanya.


__ADS_2