PANGGIL AKU GEA

PANGGIL AKU GEA
Pulang...


__ADS_3

Gea terlihat ceria pagi ini, ia buru-buru kerumah Bu Marni, dan mencium pipi nya.


Bu Marni terkejut, ia merasa aneh wanita cantik di hadapannya tidak segan mencium pipi wanita tua ini.


Gea memeluknya dan mengucapkan banyak terima kasih karena sudah menjaganya dan Arya selama ini.


Arya yang baru keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk tersenyum melihat Gea, Dada bidangnya terlihat dengan jelas , mata Gea tidak berkedip sama sekali, dada yang selalu ia rindukan selama ini.


Arya merasa malu dipandangi Gea seperti itu, saat melewati Gea, tangannya mengacak rambut Gea hingga berantakan.


Bu Marni yang menyaksikan ada percikan asmara diantara mereka ikut tersenyum bahagia.


"Pagi Dok" Rika menggoda Gea yang berjalan kearah mobil, seperti biasa rutinitas mereka di mulai.


Gea menemui Bidan Ida yang sedang menulis data pasien di ruangannya.


"Bu, sebelumnya aku mau minta maaf, mungkin aku sama seperti Dokter-dokter yang lainnya, yang hanya bertahan disini selama hitungan bulan saja," Gea menjelaskan semuanya kepada Bidan Ida, dari pertama awal kedatangannya kesini sampai saat ini ia berada disini. Bidan Ida meneteskan air matanya setelah mendengar kisah sedih Dokter Gea dan suaminya.


"Tapi aku janji Bu, nanti aku pasti akan mengirim Dokter yang benar-benar mau mengabdikan dirinya disini " Lanjut Gea.


Bidan Ida pun mengerti dengan alasan yang Gea berikan, karena dari awal kedatangan Gea ia sudah merasa kalau Gea berbeda dengan Dokter lain, Gea orangnya sangat tulus ia benar-benar membantu banyak orang dan tidak pernah mengeluh dengan keadaan apa pun.


Bidan Ida juga paham setelah melihat foto anak kecil yang begitu cantik, yang Gea tunjukkan pada nya.


"Mirip Mas Arya," Ucapnya.


Gea menganggukkan kepalanya, ia sangat setuju, Almira sangatlah mirip dengan Papanya Abi.


Sementara Arya, ia mulai mempersiapkan dirinya untuk kepulangannya, bulan depan murid - muridnya akan mengikuti Ujian Nasional, rencananya setelah pengumuman hasil Ujian ia akan pulang bersama Gea ke Jakarta.


Mengetahui Arya akan pulang, Anggun benar-benar terpukul, perasaannya campur aduk, ia berlari ke kelas Arya dan meminta Arya untuk menjelaskan apa yang terjadi.

__ADS_1


"Mas Arya, emang benar kamu mau pulang bersama Gea????, apa kamu yakin Mas kalau Gea adalah istri mu?," Tanya Anggun.


"Nggun aku nggak peduli apapun hubungan kami di masa lalu, yang penting itu sekarang, aku jatuh cinta sama Gea Nggun." Arya pun keluar kelasnya begitu selesai menjelaskan semuanya pada Anggun.


"Tiiiinnn....Tiinnnn...." Gea membunyikan klakson mobilnya, ia menjemput Arya di sekolahnya.


"Ge, aku bawa sepeda nih?," Tanya Arya.


Gea tersenyum penuh arti, ia meminta Arya menaikkan sepeda nya keatas bagasi mobil dan mengikatnya dengan tali yang sudah Gea siapkan dari Puskes tadi.


Sementara Rika diantar Bidan Ida dengan mengendarai motornya pulang duluan. Mereka maklum Dokter Gea sedang berbunga-bunga dan mereka sangat mendukungnya.


Setelah Arya selesai mengikat sepedanya diatas mobil Gea, Gea melempar kunci mobil kearah Arya, dengan cepat tangan Arya menangkapnya.


"Yukkkk...." Gea mengajak Arya untuk segera pergi.


Anggun yang melihat mereka dari balik tembok pagar sekolah, menghentakkan kakinya dengan kesal, perasaannya bercampur aduk menjadi satu.


Arya mengendarai mobil dengan kecepatan sedang, ia ingin menikmati waktu lebih lama dengan Gea. Mereka berencana mendatangi objek wisata air terjun dan telaga, hampir semua warga disini pernah mengunjunginya, kali ini untuk pertama kalinya Arya mengajak Gea kesana.


Setelah Gea puas bermain dengan air di telaga dan mereka mengambil beberapa foto, Arya mengajak Gea duduk di batu besar yang ada dipinggir telaga.


Arya merapikan rambut Gea yang berantakan, mata mereka saling bertemu dan Arya melihat kearah bibir Gea, Arya mencium Gea, Gea yang sudah lama mengharapkan sentuhan dari suaminya, membalas ciuman Arya dengan penuh gairah.


Arya memandangi wajah Gea, "Seandainya aku selamanya tidak bisa mengingat apapun, apa kamu masih mau menerima ku Ge?," Tanya Arya.


Gea memeluk Arya, "Mau kamu Arya atau Abi, aku tetap orang yang sama dan kamu tetap suami dan Papanya Almira," Jawab Gea.


Satu hal yang sangat Arya takutkan adalah Gea hanya mencintai Abi dan bukanlah Arya. Walaupun mereka satu orang yang sama, tetapi mereka memiliki kenangan yang berbeda.


Melihat ada keraguan di wajah Arya, Gea kembali memeluknya dan menggenggam tangannya. ia tau apa yang ada dipikiran Arya, tetapi Gea berjanji di dalam hatinya, apapun yang akan terjadi ia akan tetap ada disini Arya dan Abi selamanya.

__ADS_1


Arya dan Gea tiba dirumah setelah hari menjelang malam, Rika yang sedang menunggu mereka di meja makan bersama Bu Marni, tersenyum meledek kedua insan yang sedang dimabuk asmara ini.


Baru kali ini Bu Marni melihat wajah Arya terlihat sangat bahagia, ia sangat bersyukur, seandainya Gea tidak datang kesini mungkin sampai sekarang senyuman diwajah Arya tidak akan pernah ada.


Setelah membereskan semua pakaian mereka kedalam koper, Gea dan Rika kerumah Bu Marni.


Setelah makan malam mereka, Arya dan Gea meminta waktu Bu Marni untuk ngobrol bersama mereka, ini adalah malam terakhir mereka ada disini.


"Bu, kami berdua sangat berterima kasih sama Ibu, kami nggak tau harus membalas semuanya dengan cara apa," Ujar Arya, digenggannya tangan Bu Marni.


"Tanpa bantuan Ibu, mungkin kami nggak akan bisa bersatu seperti sekarang," Gea pun melanjutkan ucapan Arya.


Bu Marni yang dari tadi berusaha menahan air matanya, akhirnya tumpah juga, Gea memeluknya dengan erat. Bu Marni sudah ia anggap seperti Ibunya sendiri, Bahkan Gea dan Arya menawarkan untuk ikut dan tinggal bersama mereka di Jakarta. Tetapi Bu Marni menolaknya.


Keesokan harinya Arya, Gea dan Rika berpamitan pada Bu Marni.


Gea menangis tidak henti- hentinya, di dalam mobil pun ia masih meneteskan air matanya. Arya yang duduk disampingnya menggenggam tangan Gea untuk menenangkannya. Dipangkuannya ada kantong plastik yang berisi celana panjang dan sepatu Abi yang hanya ada satu. Bu Marni menyerahkannya kepada Gea, Selesai sudah tugasnya sebagai Ibu yang menjaga Abi selama di sana.


Gea dan Abi sudah menitipkan Uang kepada Bidan Ida, Gea mendonasikan uangnya untuk kemajuan dibilang pelayanan kesehatan di Desa ini, dan ia juga menitipkan uang untuk diserahkan kepada Bu Marni, mereka ingin Bu Marni hidup lebih layak lagi, Uang yang mereka berikan bukanlah dalam jumlah kecil, begitu Bu Marni menerimanya, ia menagis sejadi-jadinya.


Arya dan Gea sengaja tidak memberikannya secara langsung, karena mereka tau, kalau mereka memberikannya secara langsung Bu Marni pasti akan menolaknya.


Di dalam pesawat Gea memeluk Arya, "Sekarang kamu bukan Arya lagi sayang... Kamu adalah Abi", bisiknya di telinga suaminya.


Tiba-tiba saat pesawat mengalami turbulensi, kepala Abi terasa sangat sakit, Entah mengapa ingatannya perlahan-lahan muncul, Abi ingat saat pernikahannya dengan Gea, walaupun bayangan itu hanya sesaat namun Abi tau kalau itu adalah dirinya dan Gea.


Melihat suaminya seperti kesakitan, Gea menyentuh pundak Abi.


"Sayang kamu kenapa?," Tanya Gea?


"Kepalaku sakit banget Ge!!!" Jawab Abi, ia terus memegangi kepalanya yang terasa seakan mau pecah.

__ADS_1


Gea kemudian memanggil pramugari untuk meminta obat dengan paniknya.


Setelah mereka sampai di Jakarta Gea langsung meminta sopir yang menjemput untuk segera pulang.


__ADS_2