
Papa Gea panik saat tiba di rumah sakit, Istrinya menelpon kalau Gea akan segera melahirkan, meeting yang sedang berlangsung dengan Staf nya harus ia batalkan begitu saja.
Gea sudah masuk ruang tindakan, Mamanya yang menemaninya di dalam.
Hanya butuh waktu satu jam proses kelahiran, Perjuangan Gea yang panjang akhirnya berbuah manis.
Tangisan bayi mungil berjenis kelamin perempuan terdengar sampai ke luar ruangan, Papanya Gea meneteskan air mata, "Selamat ya Om, sekarang sudah jadi kakek," Wina yang menemani Papanya Gea di luar ikut meneteskan air mata haru.
Tangisan Gea pecah saat suster memberikan Bayinya kepangkuannya.
Bayi mungil yang cantik dengan mata indah persis seperti Papa nya.
"Biiii putri mu sudah lahir," Bisik Gea di sela tangisnya.
Setelah kondisi Gea dan Bayinya dinyatakan baik-baik saja, Dokter mengizinkan mereka untuk pulang kerumah. Setelah 3 hari dirumah sakit kepulangan mereka di sambut banyaknya kehadiran keluarga dan sahabatnya.
Banyak karangan bunga dan kado yang hampir memenuhi ruang tamu nya, belum lagi papan ucapan dari teman dan relasi bisnis Abi yang berjejer di sepanjang jalan menuju rumahnya hingga ke halaman rumah.
Begitu banyak do'a dari semua orang untuk Gea dan Bayi mungil nya.
Untuk sesaat Gea bisa melupakan kepedihannya, saat melihat bayi cantiknya rasa sakit yang ia rasakan perlahan terlepas satu persatu.
Mungkin hanya halusinasinya saja tetapi Gea merasa kalau Abi hadir bersama mereka.
"Kamu beneran mau Full Asi Ge," Mamanya bertanya pada Gea.
"Iya Ma, kalaupun Gea harus kerja, Gea bisa pompa
Asinya buat stok Almira." Gea memberikan nama untuk putri kecilnya dengan nama Almira Putri Satrio.
__ADS_1
Melihat Gea yang terlihat ada perubahan, Mamanya merasa lega, kehadiran Almira adalah anugerah untuk memberikan kekuatan kepada Mamanya, Gea.
Selama 40 hari masa nifasnya Gea sama sekali tidak di bantu oleh siapapun, semuanya ia sendiri yang melakukannya, mulai dari memandikan, memakaikan baju sampai menidurkannya pun Gea yang melakukan. Mamanya hanya menemaninya dan membantunya disaat Gea butuh.
Setelah ia mulai bekerja, Gea baru mau menggunakan jasa suster, itu pun Mamanya yang harus tetap menemani putrinya.
Entah kenapa, sejak kehadiran Almira, Gea lebih memiliki semangat, ia sudah mulai membicarakan rencana bekerja kembali, rencana membesarkan putrinya seperti apa dan sebagainya.
Mamanya sangat bahagia melihat Gea sedikit banyak sudah mulai bisa menerima keadaannya yang sekarang, walaupun sampai detik ini ia tetap menganggap Abi masih ada dan hanya pergi untuk sementara saja.
Malam ini Gea baru bisa memejamkan matanya setelah pukul 2 dini hari, banyak hal yang ia pikirkan, tentang Putrinya Almira, tentang perusahaan suaminya dan tentang karirnya.
Besok ia harus sudah memutuskan kemana akan melangkah selanjutnya, seandainya Abi ada disisinya, ia tidak akan sesulit ini mencari jalan keluar.
Gea terbangun begitu mendengar suara tangisan putrinya, Seperti biasa rutinitasnya Almira terbangun saat subhu, mulutnya mencari cari sesuatu, Gea pun cepat- cepat menyusuinya sebelum tangisannya pecah kembali.
"Sus, Almiranya dimandiin dulu ya, aku udah mau berangkat nih," Gea yang terlihat buru-buru, segera turun ke bawah setelah mempersiapkan semua kebutuhan putrinya.
"Ge, sarapan dulu," Mamanya sudah menunggunya di meja makan.
"Ma, stok Asi Almira udah aku masukin ke kulkas ya," Gea memberikan instruksi kepada Mamanya, ini adalah hari pertama Gea bekerja di perusahaan Abi, Gea yang memutuskan untuk menggantikan suaminya sebagai pimpinan di perusahaan cabangnya disini. Dia tidak ingin menghancurkan apa yang sudah Abi bangun dari Nol dengan perjuangan yang sangat sulit, walaupun ia harus merelakan karirnya sendiri.
"Selamat pagi Bu....," Seno menyapanya di pintu masuk perusahaan.
Hari ini Seno sengaja disini untuk membantu Gea, ia akan memberikan instruksi apa saja yang harus Gea lakukan sebagai pimpinan disini, Seno lah yang selalu memberinya motivasi untuk terus maju, Gea yang sama sekali tidak memiliki pengalaman apa lagi ilmu di bidang ini, sangatlah membutuhkan bantuan dari banyak pihak termasuk Seno.
Di atas meja kerja Suaminya, Gea melihat banyaknya pigura dengan foto dirinya dan Abi, Air matanya pun menetes.
Saat kenangan pahit itu kembali ke ingatannya, buru-buru Gea menepisnya, diambilnya berkas yang menumpuk diatas meja dan mulai ia baca satu persatu.
__ADS_1
Gea tidak ingin semua kenangan pahit itu mempengaruhi mood nya yang akan mengakibatkan ia stres, Ada Almira yang harus ia jaga , sekarang ia sudah punya tanggung jawab yang harus di utamakan di atas segalanya.
Sudah hampir jam 4 sore, Gea masih belum beranjak dari meja kerjanya, banyak hal yang ia pelajari dan berusaha ia pahami. Abi meninggalkan banyak PR untuknya, mungkin karena ia punya otak yang encer sehingga dengan cepat ia bisa memahami seluk beluk cara menjalankan laju nya perusahaan ini.
"Sayaaannnggggg....." Begitu Gea menginjakkan kakinya di rumah, ia langsung mencari putrinya.
Baru setengah hari ia tinggal, rasa kangennya sudah memuncak.
"Mandi dulu Ge sana, ntar kalo udah bersih baru bisa gendong Almira," Ucap Mamanya. Gea pun buru-buru berlari ke atas untuk mandi.
Melihat Gea yang sudah terlihat seperti biasanya, Mama nya tersenyum lega, Semua ini berkat kehadiran cucu nya, Almira adalah obat untuk Gea dan harapannya untuk tetap bertahan.
***
Rumah Gea ramai oleh suara anak kecil, ia mengernyitkan dahinya begitu turun dari mobil. "Suara siapa ya?," tanyanya di dalam hati.
Begitu ia membuka pintu, rumahnya sudah dipenuhi dengan hadiah dan balon berwarna warni.
"Kak Ben....." Gea berlari kedalam pelukkan Kakak nya, tangisnya tiba-tiba pecah saat itu juga, ia tumpahkan semua kesedihannya di dalam dekapan Kakak tercintanya.
Selama ia mendapatkan cobaan berat dan masa kelahiran putrinya, Ben tidak bisa hadir disisinya, karena Kakaknya sedang menjalani Pengobatan matanya di Singapura, ia menjalani Operasi cangkok mata yang sudah di persiapkan jauh-jauh hari, Kecelakaan motor yang Ben alami di Bali bersama Club motornya, membuat sebelah matanya mengalami kerusakan Retina, Keluarga sengaja tidak mengabarinya karena takut mengganggu proses perawatannya.
Dewi Kakak iparnya turut menangis saat Geapun memeluknya, ia merasakan sakit yang adiknya rasakan.
Ben menyentuh pundak Gea yang sedang menyusui putrinya di kamar.
"Ge, apapun yang terjadi, lo harus ingat satu hal, Ada Almira disisi lo, putrimu membutuhkanmu, ia butuh Ibu yang kuat kayak lo."
Gea menganggukan kepalanya, Kata-kata Kakaknya memang benar, ia harus berjuang apapun yang terjadi, Almira lah harapannya sekarang, satu-satu nya kenangan indah yang Abi tinggalkan untuk nya, Putri kecilnya.
__ADS_1