
Gea memacu mobilnya dengan kecepatan yang tinggi. Siang ini dia harus praktek di Laboratorium.
Profesor yang mengajarnya terkenal dengan Dosen yang Killer, Satu detik saja mahasiswa terlambat masuk kelas, sudah pasti habislah riwayatnya.
"Sriiiiiiiiiiitttttttttttttt," Bunyi ban mobilnya bergesekkan dengan aspal, karena Gea menginjak rem nya mendadak.
Mata Gea terbelalak saat melihat ada seseorang yang terjatuh didepan mobilnya.
Gea cepat-cepat turun dari mobilnya.
"Maaf Mas, kamu nggak pa pa kan?," Tanya Gea cemas.
Cowok itu hanya diam dan buru-buru memungut Tas nya yang terjatuh di jalan.
"Kita kerumah sakit yuk," Ajak Gea.
Tetapi cowok ini hanya diam seribu bahasa dan hanya sekilas menatap kearah Gea.
Gea merasa tidak asing dengan wajah cowok ini.
"Cowok ini lagi!!!," Bisik Gea didalam hatinya.
Begitu cowok ini akan pergi, Gea menahannya dan menghadang tepat di depannya, dengan berani ia bertanya.
"Kamu kenapa selalu tidak sopan, emang sulit ya harus menjawab permintaan maaf dari orang lain???," Tanya Gea ketus.
Gea yang tadinya merasa cemas, sekarang berubah menjadi marah.
Dia merasa cowok ini terlalu sombong dan angkuh.
Sudah dua kali Gea harus dicuekin dan harus menahan malu.
"Kamu sadar nggak dengan sikap kamu?," Penuh emosi Gea meluapkannya.
Bukannya menjawab pertanyaan Gea, cowok ini malah pergi begitu saja.
Gea hanya bengong, melihat ulahnya.
"Dasar cowok nggak tau sopan santun," Gerutu Gea saat masuk lagi kemobilnya.
Matanya melirik jam yang menempel di Dashboard mobilnya.
"Astagaaa...." Ucap Gea.
Segera ia memacu mobilnya, Dia sudah melewatkan sepuluh menit mata kuliah Prof Iman.
"Mati gua," Sambil berlari Gea menuju Laboratorium tempatnya praktek.
"Tok...Tok..." Gea mengetuk pintu Lab dan masuk ke dalam.
"KELUAR..." Tanpa basa basi Prof Iman mengusir Gea keluar.
Gea pun keluar dengan raut wajah sedih.
__ADS_1
Melewatkan mata kuliah ini sama halnya dengan bunuh diri. Absensi adalah syarat mutlak untuk mengikuti Mid Semester mata kuliah Prof Iman.
Dannn...... Gea pun
menghancurkannya.
Setengah berlari Gea mengejar Prof Iman yang keluar Lab setelah selesai mengajar.
"Prof.... Prof.... maafkan saya," ucap Gea, sambil menyatukan tangannya memohon kepada Dosennya.
"Tadi terjadi kecelakaan Prof, saya hampir menabrak seseorang dijalan," Penjelasan Gea membuat Prof Iman sedikit tergugah hatinya.
Gea mengikuti Dosennya hingga masuk keruangannya.
"Oke .... alasan kamu bisa saya terima, sekarang kamu buat makalah mengenai Gangguan pernapasan, sebanyak lima puluh halaman, Terserah kamu mau Referensinya dari mana."
Prof Iman memberikan tugas kepada Gea sebagai syarat supaya bisa terus mengikuti Mata Kuliahnya.
"Ingat, Deadline nya minggu depan harus sudah diserahkan kepada saya," Lanjut nya.
Gea keluar ruang Dosen dengan sedikit lega.
Hampir saja ia tidak bisa mengikuti Mid semester Prof Iman.
"Semua ini gara-gara dia," Sambil menggeretakkan giginya, Gea sangat marah sampai-sampai, Wina yang memanggilnya dari tadi, dia cuekin.
"Wooyyyyy..... lu nggak denger ya Ge," Wina sedikit sewot.
"Winaaaaaa," Gea memeluk sahabatnya, "Kangen Winnn," Sambil mencium pipi Wina.
Bukan rahasia umum lagi, jurusan Hukum adalah jurusan yang mengharuskan mahasiswanya bisa menghapal dan memahami begitu banyaknya Pasal-pasal Hukum, baik itu Hukum Pidana maupun Perdata.
Mereka menghabiskan malam minggu bersama, maklum saja Gea dan Wina termasuk cewek yang pemilih dalam hal pacaran.
Tidak sembarangan cowok bisa mendekati mereka, Mereka harus melewati banyak tes, sampai akhirnya di terima untuk jadi pacar.
Bisa dihitung dengan jari berapa kali mereka pacaran, apa lagi Gea yang lebih selektif dalam memilih pasangan, Selama masa SMA nya, hanya dua kali menjalin hubungan dengan lawan jenis.
Memilih jomblo untuk saat ini adalah pilihan yang tepat menurut mereka, Bagaimana mau pacaran, mau ketemu satu sama lain saja mereka sulitnya minta ampun.
***
Gea mondar mandir mencari alamat rumah Profesor Iman.
Hari ini adalah tenggat waktu Makalahnya diserahkan, Kalau tidak hari ini, kesempatannya mendapatkan nilai mata kuliah Bakteriologi akan gagal total.
Karena hari ini Prof Iman tidak masuk, jadi Gea meminta alamat rumahnya ke Bagian Administrasi Kampus.
Gea menekan Bel yang ada didekat pintu masuk.
Tidak ada respon dari dalam, sekali lagi Gea menekan bel.
Beberapa menit Gea menunggu, Pintu di buka dan Prof Iman yang keluar.
__ADS_1
Gea dipersilahkan masuk.
"Saya Gea Pak Mahasiswi bapak , Saya mau menyerahkan Makalah tugas dari bapak minggu lalu," Sambil menyerahkan Makalahnya, tangan Gea sedikit gemetar.
Gea takut kalau Prof Iman akan menolak makalahnya karena Gea menyerahkan nya di Rumah bukan di kampus.
"Oke... Makalahnya saya terima," Jawab Prof Iman
Seketika Gea merasa lega. Berkurang sudah bebannya.
Gea izin pamit, baru berdiri Gea sudah dikejutkan dengan kedatangan seseorang.
Cowok yang sudah beberapa kali membuat Gea kesal dan malu.
Sebelum masuk rumah Cowok itu sempat melirik Gea, dan kemudian menyalami tangan Prof Iman. Mereka berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat, yang biasa digunakan orang Tuna Wicara.
Gea sedikit heran dan mengernyitkan dahinya, apa yang ia lihat sama persis dengan apa yang ia pikirkan saat ini.
Prof Iman memperkenalkan mereka, begitu melihat tatapan penasarannya Gea. "Kenalin nih , putra Bapak."
Gea pun mengulurkan tangannya, "Gea."
Dan langsung dijawab Prof Iman, "Namanya Abi."
Sepanjang perjalanan pulang, Gea mengulang kembali, kejadian demi kejadian saat mereka pernah bertemu.
Hati kecilnya merasa bersalah. Tetapi ia mengingkari apa yang ia lihat tadi, yang ia tau Abi memiliki kepribadian yang kasar.
"Ahhh... sudahlah...." Sambil mengibaskan tangannya ke udara. Gea ingin melupakan kejadian hari ini.
Gea masuk kerumahnya dan langsung membuka kulkas, dia mencari minuman dingin yang bisa menghilangkan rasa hausnya.
Hari ini adalah hari yang melelahkan baginya.
"Ge... Gua pinjem catatan Farmakologi dong," Nisa Teman satu kelasnya Gea buru-buru menemuinya.
"Nih..." Gea menyerahkan buku catatannya.
Kemarin Nisa tidak masuk kuliah karena ada keluarganya yang sakit.
Mata kuliah Farmakologi adalah ilmu yang mempelajari tentang obat-obatan.
Salah satu mata kuliah wajib yang harus dipelajari oleh mahasiswa kedokteran.
Mata kuliah ini tidak bisa dianggap remeh, kita tidak bisa hanya dengan mencatat dan menghapal, tetapi juga harus memahami dan mempelajari bagaimana kaitannya obat atau pengobatan terhadap suatu organisme.
Hari-hari Gea tidak seperti dulu lagi, kalau dulu Weekand ia bisa keluar buat mencari hiburan, tetapi sekarang waktunya ia habiskan dengan belajar dan mengejar begitu banyak tugas-tugas dari Dosen yang membuat Gea kewalahan.
Siang ini Gea pun tertidur diatas tumpukan buku-bukunya yang luar biasa tebal.
Wina yang masuk kekamarnya dan melihat sahabatnya dengan posisi seperti itu, mengurungkan niat untuk membangunkannya.
"Kok, turun lagi Win?," Tanya mama Gea.
__ADS_1
"Wina pulang aja tan, kasian Gea ketiduran sambil belajar, ntar aja Wina kesini lagi." Wina pun pamit pulang.