PANGGIL AKU GEA

PANGGIL AKU GEA
Riak-riak Kecil...


__ADS_3

"Gimana kondisi Papa Ge?," tanya Ben.


Setelah Kakaknya pulang kembali Ke Bali , hanya Mama dan Gea lah yang mengurus Papa nya.


"Besok Papa udah diizinkan Dokter pulang Kak, Semuanya baik-baik aja."


Gea menjelaskan tentang kondisi Papa nya pada Ben, urusan pekerjaanlah yang membuat Kakaknya tidak bisa terlalu lama disini, Gea maklum.


Klinik yang sudah cukup lama Gea tinggalkan, masih seperti biasa, dengan pasien yang selalu ramai setiap harinya dari pagi hingga menjelang malam.


"Gimana mbak Gea kondisi Papanya?," Rekan sejawatnya bertanya saat Gea sampai di klinik.


"Alhamdulillah, sekarang udah pulih, tinggal perawatan selanjutnya Psiotherapy


rutin," Banyaknya ucapan do'a dan kiriman karangan bunga untuk Papanya dari rekan-rekannya di Klinik ini membuat Gea terharu. Gea mengucapkan banyak terima kasih, sedikit banyak itu menjadikan semangat untuk Gea dan keluarganya.


Abi duduk di kursi tunggu pasien, sambil sesekali matanya melirik kedalam ruang periksa yang terbuka saat pasien di panggil masuk kedalam. Dia menunggu pasien selesai dan pulang, sudah lama ia tidak bertemu dengan kekasihnya, rindunya sudah tidak bisa di ajak kompromi lagi.


"Dok, pacarnya udah nunggu lama tuh," Suster Maria menggoda Gea yang sedang mencuci tangannya, Pasien terakhir mereka sudah pulang, jadi mereka mulai bersiap untuk menutup klinik.


Gea menyuruh Suster Maria untuk pulang duluan, seperti biasa kalau Abi yang menjemputnya Gea pasti pulangnya belakangan dan suster nya sudah paham betul dengan rutinitas mereka.


"Pasien Abi Satrio, silahkan masuk," Goda Gea sambil tersenyum dan ia mempersilahkan Abi masuk keruangannya.


Abi tersenyum malu saat digoda kekasihnya, ia langsung memeluk Gea saat masuk keruangannya.


"Kangen Ge," bisik Abi di telinga Gea.


Malam ini mereka memilih menghabiskan waktu dengan ngobrol di Cafe tempat biasa mereka bertemu.


"Sayang, Aku mau izin, besok ada makan malam sama


rekan bisnisku dari semarang," Abi memulai obrolan mereka.


"Yaaa... nggak pa pa Bi, tumben pake izin segala," jawab Gea.


"Rekan bisnisnya Cewek sayang, kamu nggak pa pa kan?," Abi sedikit memelankan nada bicaranya.


Gea yang mau mengambil minumannya pun, mendadak berhenti.

__ADS_1


"Cantik nggak?, masih single?, Kok meetingnya harus malem sih????," Pertanyaan Gea yang bertubi-tubi membuat Abi garuk-garuk kepala.


"Kok jadi ribet gini ya," gerutunya didalam hati.


Makan malam yang tadinya romantis, sekarang berubah menjadi kaku.


"Pulang yuk," Sambil membereskan tas nya, Gea mengajak Abi pulang.


Abi sudah tau, bakalan ada gencatan senjata, Mood Gea mulai buruk, ia sedikit menyesali, kenapa harus membicarakan masalah makan malam dengan rekan wanitanya.


"Tau gini, gua mending nggak usah izin," Gerutu Abi saat ia menuju meja kasir, untuk membayar makan malam mereka.


Sepanjang perjalanan Gea hanya diam, Abi yang berusaha mencairkan suasana dengan mengajaknya ngobrol, hanya bisa gigit jari, Gea tetap tidak mengeluarkan suara nya sama sekali.


Melihat Gea yang terlihat sangat kesal, Abi meminggirkan mobilnya ke bahu jalan.


"Aku salah apa Ge? Kok kamu jadi marah sih!," Abi meraih bahu Gea yang hanya menatap keluar jendela, dan yang Abi dapatkan hanyalah jawaban singkat.


"Aku nggak marah kok!!!." Jawaban Khasnya cewek , di mulut bilangnya nggak marah tapi sebenarnya dianya lagi marah.


Abi kembali menggaruk kepalanya dan melanjutkan perjalanan mereka.


Sesampainya di Rumah Gea, Gea pun langsung turun tanpa menoleh dan bicara sedikitpun pada Abi.


"Kalo kamu mau marah boleh aja, tapi jangan lama-lama ya sayang.... Aku masih kangen loh sama kamu," Pesan singkatnya ia kirim.


Selesai mandi Abi langsung menuju ke tempat tidurnya, ia rebahkan tubuhnya yang terasa lelah setelah bekerja seharian.


Ponselnya yang berbunyi sampai beberapa kali pun, tidak ia gubris, begitu kepalanya mendarat di bantal, matanya langsung terasa berat.


"Abi ada Mbok?," Gea pagi- pagi sekali sudah mendatangi rumah Abi.


Semalaman ia terus menghubungi Abi tetapi sama sekali tidak direspon.


"Mas Abi ada Mbak, masih dikamarnya, Mbak mau keatas atau saya yang


panggil," Tanya ART nya Abi.


Gea pun keatas menemui Abi, Gea mengetuk pintu kamar Abi berkali-kali, tetapi sama sekali tidak ada suara, Geapun langsung masuk kekamarnya, Suasana kamar Abi sepi dengan hanya ada cahaya dari lampu tidurnya.

__ADS_1


"Biii...," Panggil Gea.


Gea terkejut jantungnya terasa mau copot saat ada tangan seseorang merangkulnya dari belakang. Abi sengaja bersembunyi di belakang pintu, sebenarnya Abi tadi mau turun ke bawah, begitu mendengar kedatangan Gea, ia masuk lagi kekamarnya.


"Abiiiiiii," Teriak Gea, saat menyadari kalau kekasihnyalah yang merangkulnya, terlihat Abi yang sudah rapi dengan rambut yang masih sedikit basah.


"Tumben kesini pagi-pagi," Bisik Abi.


Dibaliknya tubuh Gea sehingga berhadapan dengannya.


"Udah nggak marah lagi?," tanyanya. Gea menunduk saat Abi menggodanya.


"Aku kira kamu yang marah sama aku, Kok HP nya nggak diangkat? Dari semalam loh aku telpon kamu Bi," Gea memukul Abi dengan lembut karena kesal.


Abi tiba-tiba mengecup bibirnya. Tercium Bau wangi Mouthwash dari mulut Abi.


Abi menarik Gea kedalam pelukannya, "Maaf yaaa... semalam aku ketiduran,". tangan Abi membelai wajah Gea yang terlihat sangat cantik pagi ini.


"Maafin aku juga ya Bi, kemarin aku Moodnya lagi buruk, mungkin pengaruh hormon cewek, biasa Bi... tanggalnya PMS," Gea menjelaskan dengan suara manjanya. Suara yang selalu membuat Abi lepas kendali saat mendengarnya.


Abi menarik leher Gea hingga mulut mereka pun bertemu. ciuman Abi yang lembut semakin lama semakin dalam, Abi sedikit mendorong tubuh Gea hingga mereka berdua terjatuh diatas kasur.


Abi kembali membelai wajah Gea, matanya menatap bibir Gea yang merekah dan tanpa di komando mereka berciuman begitu lama, pagi yang penuh gairah.


Abi tersadar dan buru- buru menghentikan ciuman di bibirnya Gea, Lama ia menatap mata Gea dan membelai rambutnya, "Aku takut nggak bisa berhenti sayang... belum saatnya, kita harus bersabar sedikit lagi yaa!!!,"


Abi pun mengecup kening Gea, dan mengangkat tubuhnya hingga Gea duduk disisinya.


"Aku mencintai mu Ge, selamanya," Abi mengucapkan janjinya.


Gea pun merebahkan kepalanya di bahu Abi.


"Ajak Seno ya Bi kalo mau makan malam sama mbak-mbak cantik," Gea tersenyum nakal menggoda Abi, sambil menikmati sarapannya diatas meja.


Abi menarik tangan Gea dan menggenggamnya, di ciumnya tangan kekasihnya.


Abi mengangguk, "Yakin kamu nggak marah?," Abi menggoda Gea balik dan dibalas Gea dengan melemparkan tisu makan kearah Abi.


Melihat Gea sarapan bersamanya di meja makan yang sama, Abi merasa sudah tidak sabar lagi untuk segera meminangnya, langkah mereka yang masih terhalang restu Papanya Gea, membuat Abi dan Gea harus mengubur impian mereka sedikit lebih lama, Entah sampai kapan Papanya Gea bisa membuka tangannya untuk mereka.

__ADS_1


"Sayang, maaf ya ntar malam aku nggak jemput kamu," Abi mengecup kening Gea saat Gea hendak turun, Kliniknya masih terlihat sepi karena mereka datangnya lebih pagi.


Gea mengangguk, dia mendukung penuh apa yang kekasihnya lakukan. Pekerjaanlah yang menuntut Abi harus banyak menjalin relasi dengan banyak orang, dan Gea paham betul akan itu.


__ADS_2