PANGGIL AKU GEA

PANGGIL AKU GEA
Berjuang kembali...


__ADS_3

"Sayang aku jemput ya," Abi mengirim pesan singkat ke Gea.


Hari ini mereka akan menemui kedua orang tua Gea, apapun keputusan Papa nya Gea, mereka akan tetap bertahan.


Yang mereka butuhkan saat ini hanyalah restu.


Abi bukanlah lelaki yang egois, yang hanya mementingkan keinginannya semata. ia sangat menjunjung tinggi adat ketimuran, restu orang tua yang utama baginya.


"Pa, ada Abi nih," Gea menyapa Papa nya yang sedang duduk di ruang keluarga sambil membaca buku jurnalnya.


"Hemmmm.... Hmmm...." Papanya melanjutkan kembali membaca, tanpa menoleh sedikitpun ke arah Abi dan Gea.


Abi yang dari tadi berdiri langsung duduk dihadapan papanya Gea dan Gea pun ikut duduk disebelahnya.


"Selamat malam Om, Kalau boleh, saya mau bicara serius sama Om," Dengan beraninya Abi meminta izin, ia sama sekali tidak merasa takut ataupun ragu sedikitpun, tekadnya sudah bulat ia harus segera melangkah maju demi masa depannya dan Gea.


Mendengar suara Abi, Papanya Gea menoleh dan memperhatikan Abi beberapa saat, melihat situasi yang tidak kondusif Mamanya Gea berinisiatif untuk berbicara ,


"Ada apa nak Abi?," Jawabnya.


Abi pun melanjutkan pembicaraannya, "Om tante, tujuan saya kesini untuk meminta restu dari kalian, kami berdua mau melanjutkan hubungan kearah yang lebih serius."


Gea menggenggam tangan Abi, wajahnya terlihat tegang melihat ekspresi wajah Papa nya yang datar dan tanpa suara sedikitpun.


"Apa saya punya salah Om, atau apa yang kurang dari saya sehingga saya tidak pantas disisi Gea." Dengan suara sedikit bergetar Abi mencoba usaha terakhirnya untuk meyakinkan Papanya Gea.


Melihat tidak akan ada jawaban yang bakal keluar dari mulut suaminya.


Mamanya Gea kembali berinisiatif, "Bi, Om sedang nggak enak badan sekarang, nanti kalo Om nya udah baikan, kita bisa bicara lagi


ya."


Abi pun pamit pulang, sebelum Abi keluar rumah, Mamanya Gea menemuinya di teras.


"Bi, tenang aja ntar tante yang bicara sama Om, yang penting sekarang kalian berdua konsentrasi aja sama pekerjaan kalian."


Abi mengangguk pelan, ia tau betul tidak mudah untuk meyakinkan Papa nya Gea,


tapi ia siap berperang kembali, sampai restu itu ia dapatkan.

__ADS_1


Di meja makan, saat sarapan Papanya Gea bertanya soal Abi ke Gea.


"Jadi kamu ngebatalin pernikahan dengan Indra, karena kembalinya Abi?," Tanya Papa nya.


Gea tidak bisa membohongi Papa nya lagi, sekarang yang terpenting adalah bagaimana Papa nya bisa menerima Abi disisinya.


"Iya Pa," Gea menjelaskan semua yang terjadi kepada Papa nya, ia sangat berharap Papa nya bisa tergugah hatinya untuk melihat betapa besarnya pengorbanannya dan Abi demi cinta mereka.


Tetapi Papa nya tetaplah Papa yang keras kepala, percuma Gea menjelaskan apapun itu , semua akan sama di mata Papa nya.


***


Gea kerumah sakit untuk besuk Wina saat jam istirahatnya, tugas nya dilanjutkan oleh Dokter lain yang juga bekerja di kliniknya sekarang.


Sejak ia mempekerjakan Dokter baru tugasnya sedikit lebih ringan dibanding dahulu saat awal kliniknya di buka.


Hampir satu bulan Wina dan bayinya berada di Rumah Sakit. Sebenarnya Wina sudah sehat dan bisa pulang ke rumah, karena Bayinya harus menjalani perawatan sampai 3 bulan kedepan, dia pun memilih tetap berada di Rumah Sakit untuk menemani Bayi nya.


Orang tua Wina yang bekerja di rumah sakit ini pun, sudah membayar biaya kamar khusus untuk Wina menginap selama masa perawatan cucu kesayangan mereka.


"Winaaaaa..... sayanggggg...."


Gea memberikan kejutan dengan mendatangi Wina tanpa mengabarinya terlebih dahulu.


Wina memeluk Gea dengan erat, ada rasa rindu dan perasaan lega di hatinya saat melihat sahabatnya menemuinya di sini, ia ingin membagi bebannya dengan Gea, walaupun hanya sekedar melihat dan memeluknya.


"Gimana perkembangan Rio win," tanya Gea. Wina dan Deni memberikan nama Rio pada putra kesayangannya.


"Sudah banyak kemajuan Ge, sekarang Rio sudah bisa minum susu lewat botol dot, Refleks menghisapnya sudah kuat." Dengan penuh semangat Wina menceritakan perkembangan putranya, terlihat jelas di wajahnya, ada binar bahagia dan bangga akan perjuangan Bayi nya untuk terus bertahan hingga sekarang.


Gea yang mendengarkan cerita sahabatnya, ikut juga merasakan kebahagiaan.


Ponsel Gea berbunyi saat lagi asyik ngobrol dengan Wina,


"Aku di rumah sakit sayang, lagi besuk Wina," Ternyata Abi yang menelponnya.


Wina mencolek pipi Gea sambil menggodanya, saat tau kalau Abi yang menelpon.


Bahagia rasanya saat melihat senyuman di wajah sahabatnya, ia sangat bersyukur Abi kembali tepat waktu, kalau tidak ia sama sekali tidak bisa membayangkan akhir dari kisah mereka.

__ADS_1


Weekand kali ini, Gea habiskan waktunya di Rumah, karena Abi harus keluar kota untuk urusan pekerjaannya.


"Ge, Indra mau kerumah hari ini, tolong kamu temenin dulu ya," Gea mengernyitkan dahinya saat mendengar apa yang disampaikan Papa nya.


"Kok Gea Pa?," Gea tidak percaya kalau Papanya kembali berhubungan dengan Indra, Gea pun yakin kalau ini adalah undangan perang dari Papanya untuk memisahkan Dia dan Abi.


Gea terpaksa menemani Indra ngobrol di teras rumahnya, karena paksaan Papanya.


"Kabar kamu gimana Ge?," Tanya Indra.


Geapun terpaksa menjawab semua pertanyaan dari Indra dengan berat hati. Sebenarnya Gea kasihan pada Indra, dia cowok yang baik dan tulus.


Tanpa ia sadari kalau dirinya hanya di jadikan pancingan oleh Papanya Gea.


"Indra, kayaknya aku harus berterus terang sama kamu," Akhirnya Gea ceritakan semua yang terjadi selama ini, karena Gea sangat menghargai Indra, ia tidak ingin Indra dijadikan tameng oleh Papanya. Kalau Indra tidak segera mengambil sikap Gea yakin Papa nya akan terus menjadikannya umpan.


Indra pun mulai mengerti dengan situasi yang sebenarnya, dan ia sangat menghormati keputusan Gea untuk berterus terang kepadanya. Dengan tau kebenaran lebih awal setidaknya ia bisa memutuskan langkah apa yang akan ia ambil berikutnya.


Tanpa Gea sadari, Abi sudah dari tadi berdiri di depan rumahnya dan melihat kearah teras.


Entah siapa yang sudah mengiriminya pesan singkat, yang mengatakan kalau Gea sedang dikunjungi oleh mantan tunangannya.


Abi yang merasa harus melihat kebenarannya, bergegas menuju Rumah Gea.


Dan benar adanya, apa yang ia lihat sudah sangat jelas baginya.


Bak kisah dalam sinetron, Abi yang sedang di bakar cemburu, memilih pergi dari rumah Gea tanpa meminta penjelasan.


Sesampainya di Rumah, Abi mengambil minuman dingin yang ada didalam lemari es nya. Dia ingin meredakan emosinya yang tidak bisa ia kendalikan.


Diambilnya ponsel dan ia menekan nomor Gea.


"Kamu seneng ya Ge, kalo ngobrol bareng mantan tunanganmu?," Pertanyaan Abi yang bernada ketus membuat Gea sedikit bingung. Kenapa Abi bisa tau tentang kedatangan Indra ke rumahnya.


"Apa Abi tadi kesini ya???," Gea bertanya di dalam hatinya. Mungkin juga ini semua hanya tak tik Papa nya untuk memisahkan mereka.


Rasa kecewa Gea terhadap Papanya semakin besar.


APA LAGI SEKARANG ....

__ADS_1


Bisik hati Gea....


"Bi dengerin aku dulu..., kamu salah paham," Belum selesai penjelasan dari Gea, Abi sudah memutuskan panggilan telponnya dengan marah.


__ADS_2