PANGGIL AKU GEA

PANGGIL AKU GEA
Desa ini lagi...


__ADS_3

"Berapa lama perjalanan kesana Mbak?," Tanya Rika, Polwan yang Deni tugaskan untuk mengawal Gea selama berada Didesa.


"Empat jam, itu pun kalau kita menggunakan kecepatan yang sedang," Jawab Gea.


Kali ini Gea menyewa mobil besar, tidak tanggung- tanggung mobil yang di bawanya Jeep Wrangler Rubicon, semua kebutuhannya dan Rika sudah ia siapkan di bagasi mobil, Dengan menggunakan sepatu Boots dan topi sangat serasi dengan pakaian yang ia kenakan, kaos putih dan celana jeans ketat, seakan- akan ia mau menunjukkan kepada seseorang kalau ia punya kekuatan.


Setibanya di Desa Gea langsung menemui Bu Marni di rumahnya, beruntung Bu Marni sudah ada dirumahnya, ia langsung pulang setelah dagangannya habis.


"Nak Geaaa," Teriaknya dan langsung memeluk Gea.


Mereka berdua terhanyut dalam kerinduan, Entah mengapa sejak pertemuan mereka waktu itu, mereka seperti memiliki ikatan Bathin, Gea merasa memiliki seorang Ibu saat berada disini, dimana ia hanya sendiri tanpa ada yang mengenalnya, hanya Bu Marni lah tempatnya mengadu saat itu. Sama halnya dengan Bu Marni, melihat Gea datang ia merasa seperti menyambut kepulangan putrinya dari tempat yang jauh.


"Nih Bu, oleh-oleh buat Ibu," Gea memberikan Tas yang berisi beberapa pakaian dan sendal, dan 2 kantong plastik berisi buah dan kue.


Bu Marni sangat terharu sampai-sampai ia lupa mempersilahkan mereka untuk masuk.


Geapun memperkenalkan Rika kepada Bu Marni, Gea jelaskan siapa Rika dan ia ikut kesini untuk menemani Gea.


Bu Marni menganggukkan kepalanya.


Terdengar suara kedatangan seseorang, jantung Gea terasa mau copot, ia hapal betul suara siapa itu.


"Bu, ada tamu," Tanya nya.


Gea berdiri dan mendekati Abi, matanya menatap kedalam mata Abi, Arya pun menatapnya, Jantung Arya berdetak kencang, tanpa sadar ia menyentuh dada sebelah kirinya.


"Kenapa dengan jantungku," tanyanya didalam hati.


"Mas Abi," Gea memeluk Arya dengan erat, tangisannya pecah saat itu juga.

__ADS_1


Arya bingung dengan apa yang terjadi, matanya memandang Bu Marni yang menganggukkan kepalanya pada Arya. "Abiii????," ia mengulang nama itu. Arya semakin bingung dengan dirinya sendiri, mengapa ia juga merasakan kesedihan yang Gea rasakan saat ini.


Ternyata Abi sama sekali belum mengingatnya, ada rasa kecewa di hatinya, Bu Marni yang melihatnya paham dengan apa yang Gea rasakan saat ini.


Setelah Bu Marni memperkenalkan mereka, ia meminta Arya untuk membantu Gea dan Rika membawa barang mereka kerumah yang ada di sebelah rumah Bu Marni. Kebetulan tetangga mereka baru saja pindah ke kota dan Rumah mereka pun dititipkan pada Bu Marni untuk di jual.


Arya dengan sigap membantu Gea menurunkan koper dan beberapa barang yang Gea dan Rika bawa. Walaupun hanya bisa memandang Abi tanpa bisa menyentuhnya, Gea pun sudah merasa cukup. Setidaknya ia tau kalau Abi ada dihadapannya.


Bu Marni mengundang Gea dan Rika untuk makan malam bersama mereka, dari sore ia sudah repot di dapur dan mempersiapkan semuanya.


"Ini Bu, buah kesukaan Abi," bisik Gea saat memasuki rumahnya Bu Marni.


Arya keluar dari kamarnya dengan rambut yang terlihat sedikit basah, tetesan air terlihat dari ujung-ujung rambutnya, wajah tampan milik suaminya yang selalu Gea rindukan, ia menelan air ludahnya saat melihat gerakan tangan Arya saat mengambil nasi yang ada di depan Gea. "Oiya ini ada buah , ayo Nak Arya kamu cicipin dulu."


Arya melirik buah yang Bu Marni letakkan tidak jauh darinya, Kenapa ia merasa sangat ingin memakan buah itu, diambilnya garpu yang ada diatas meja dan ia mulai memakan satu persatu buah Kiwi kesukaannya.


Gea ingat betul, dulu hampir setiap hari ia menyuguhkan buah Kiwi kepada suaminya, dan dengan lahapnya Abi akan menyantapnya.


Oke bisik hati Gea, untuk saat ini ia masih mengizinkan Abi untuk menjauh darinya, tetapi ia akan terus berjuang untuk menariknya kembali disisinya.


Gea memutuskan untuk membantu Masyarakat disini, untuk sementara ia akan membantu di Puskesmas yang ada di Desa ini, yang Gea dengar di puskesmasnya hanya ada Bidan dan perawat saja, mendengar akan ada Dokter yang membantu mereka, dengan senang hati merekapun menerimanya.


"Ibu kenal mereka?," Tanya Arya kepada Bu Marni saat pulang ke rumah.


"Ibu kenal sama Gea, ia kesini jauh-jauh hanya untuk mendapatkan kembali cintanya yang sempat hilang Ar," Jawab Bu Marni.


Arya hanya mengangguk, walaupun ia tidak begitu paham apa maksud Bu Marni, tetapi ia mulai berpikir kalau Gea sedang mencari Abi, nama yang selalu ia sebutkan sejak kedatangan Gea kesini. setelah membantu membereskan meja makan, Arya langsung masuk ke kamar, ia kembali menyentuh dadanya, jantungnya kembali berdetak kencang saat mengingat tatapan mata Gea.


"Kok aku merasa seperti pernah melihat Gea ya," gumamnya.

__ADS_1


Gea keluar rumahnya saat hari sudah pagi, ia melakukan pemanasan sebelum berlari di sekitar rumah mereka, diliriknya rumah Bu Marni yang masih tertutup, kebiasaan Gea yang selalu ia lakukan ya... olah raga.


Dimana pun ia berada, setiap hari harus melakukan rutinitas olah raga, apa pun itu yang walaupun hanya sekedar lari kecil.


Baru beberapa langkah ia mendengar namanya dipanggil, "Lari Mbak?,"


Gea menoleh ke belakang, ternyata Arya sedang berlari di belakangnya. Dugaan Gea memang benar Suaminya tidak melupakan kebiasaannya juga, Abi juga selalu melakukan olah raga setiap hari sepertinya.


"Iya, Arya boleh nggak kamu panggil nama aku aja tanpa embel-embel Mbak," Untuk pertama kali nya Gea memanggil Abi dengan nama Arya, ia sudah memikirkan semuanya, melawan arus tidak akan bisa memberinya keuntungan apa-apa.


"Ooo.... baik, aku panggil Gea aja ya," Jawab Arya sambil tersenyum.


Melihat mereka pulang bersama, Bu Marni tersenyum dari kejauhan, ia sangat bahagia melihat pasangan serasi di hadapannya. Semalaman ia berdo'a untuk kebahagiaan mereka, ada hutang yang harus ia bayar atas waktu Abi yang selama ini sudah ia ambil dari Gea dan putri nya.


"Nak Gea, sarapan di rumah ya," Ajak Bu Marni.


Gea menganggukan kepalanya, Gea memang sudah memberikan Bu Marni uang walaupun setengah memaksa, ia meminta Bu Marni untuk menyiapkan makan mereka selama mereka disini, Bu Marni juga maklum mana bisa Gea yang tampilannya begini harus memasak di dapur yang seadanya.


Setelah Mandi dan bersiap untuk memulai hari pertama bekerja di Puskesmas, Gea dan Rika bergegas kerumah Bu Marni untuk ikut sarapan bersama mereka.


Begitu Gea masuk ke rumah Bu Marni, Arya yang sedang duduk di kursi makan tertegun melihat penampilan Gea yang sangat cantik dan anggun mengenakan jas putih yang biasa di gunakan para Dokter.


Arya merasa ada yang tidak beres dengannya, setiap melihat Gea jantungnya seperti mau melompat keluar, apalagi melihat jas putih yang Gea kenakan seperti Dejavu, ia merasa pernah melihatnya tetapi entah dimana.


Di geleng-gelengkannya kepalanya dan ia menyentuh kepalanya, kepalanya terasa pusing. "Arya kamu kenapa???," Gea menyentuh pundaknya.


Arya terkejut, "Nggak pa pa kok Gea, kepala ku tiba-tiba pusing," Jawab Arya.


"Ayooo.... sarapan dulu, di sini hanya Desa kecil Nak Gea, Mbak Rika, jadi ya makanannya hanya ada yang seperti ini," Ucap Bu Marni.

__ADS_1


Panggilan Nak hanya ia sematkan untuk Arya dan Gea saja, ia juga bingung dari awal pertemuan mereka Bu Marni langsung memanggil Gea dengan sebutan Nak seperti ia memanggil Arya.


Tuhan lah yang membuat semua ini menjadi seperti ini, bisik hati Bu Marni.


__ADS_2