
"Sayang... aku duluan yaa..." Teriakan Gea di lantai bawah terdengar oleh Abi yang sedang mengenakan pakaiannya.
Hari ini Istrinya harus menggantikan Jadwal Dokter Anggi yang menjadi Partner nya di klinik.
Kembali menjalani rutinitas seperti biasanya setelah masa bulan madu mereka terasa ada semangat baru, dari yang selama ini Abi Sendiri sekarang sudah ada Istrinya yang menemani, begitupun sebaliknya dengan Gea.
"Gimana Bos rasanya sesudah menikah???," Seno yang sudah nyengir dari kejauhan menggoda Abi yang baru saja tiba di kantornya.
Seno hari ini akan kembali ke kantor Pusat mereka, karena selama Bosnya berbulan madu ia harus bolak balik sendiri menghandle semua urusan perusahaan.
"Hmmmm, telat ya Dok???," Suster Maria menggoda Gea yang bergegas mengenakan Jas Putih nya , Pasien mereka sudah menunggu diluar.
Gea tersenyum malu saat suster Maria kembali menggodanya dengan pertanyaan nakal.
Kembali bertugas di Klinik nya membuat Gea sedikit merasa berbeda, Entah dari mana semangat ini datang, apakah karena liburan kemarin membuat dirinya lebih Fresh atau karena sudah ada Abi disisinya sebagai suami.
Satu bulan pernikahan yang Abi dan Gea rasakan hanyalah manisnya hubungan mereka, segala aktivitas selalu mereka lakukan bersama, bahkan dari urusan mandi pun kerap mereka lakukan bersama.
"Kok Abi belum pulang ya?," Gea mulai gelisah, sudah hampir pukul 11 malam, Gea menunggunya. Ponselnya sama sekali tidak bisa dihubungi.
"Mas Edo, Pak Abi nya masih dikantor ya?," Tanya Gea pada Asistennya Abi, ia berinisiatif menghubungi Edo karena ia sama sekali tidak bisa mendapatkan informasi keberadaan suaminya.
"Pak Abi udah pulang dari jam 9 tadi Buk," Jawab Edo.
Pikiran Gea mulai tidak karuan, Apakah terjadi sesuatu dengan suaminya dan sepintas lalu ada pikiran kalau Abi pergi sama wanita lain, Namun dengan cepat Gea menepis semua pikiran buruknya.
Gea naik kekamarnya, ia merebahkan tubuhnya di atas kasur, berharap semua perasaan cemasnya segera hilang.
Tak lama mobil Abi datang, suara mesin mobilnya terdengar dari kamar, Gea merasa sedikit lega, Abi dalam kondisi aman, pikirnya.
Tapi entah mengapa emosinya tiba-tiba muncul, ia merasa Abi tidak perduli padanya dan hanya mementingkan pekerjaannya.
Abi masuk kekamar dan cahaya kamar yang temaram membuatnya tidak bisa dengan jelas melihat apakah Gea sudah tidur atau belum.
Saat ia hendak mencium kening Gea, Gea malah menghindarinya.
Abi yang setengah terkejut langsung menyalakan lampu utama.
"Kamu dari mana?," Dengan nada yang sedikit tinggi, Gea bertanya pada suaminya.
Belum sempat Abi menjawab, Gea sudah menyambung kembali pertanyaannya.
"Susah ya Bi, kalo harus menghubungi Istri di saat kerja, atau kamu lagi sibuk meeting sama cewek-cewek,"
__ADS_1
Penuh emosi Gea terus meluapkan kemarahannya.
Abi mengernyitkan dahinya, ia merasa ada yang aneh dengan Istrinya, Biasanya Gea tidak akan semarah ini hanya karena ia pulang telat.
"Terus ponselnya kemana, aku berkali-kali menghubungi, kok bisa nggak aktif?," Bertubi-tubi pertanyaan yang Gea keluarkan dari mulutnya, tanpa memberikan Abi waktu untuk menjelaskan.
"Udah marahnya???," Setelah Gea sedikit mereda, Abi mulai bicara.
"Aku tadi kerumah sakit, kepala sekolah tempat aku dulu mengajar terkena serangan jantung, Ponselku habis batere karena tadi berkali-kali dihubungi oleh temanku," Abi menatap Gea yang tidak bergeming sama sekali setelah mendengar penjelasannya.
Di dekatinya Gea, "Maaf ya sayang..." Abi memeluk Gea.
Bukannya emosi Gea mereda, ia malah menepis Abi dan berlari keluar kamar.
"Ge, mau kemana?," Abi mengejar Istrinya yang menuju ke garasi mobil.
"Aku mau ke rumah Papa, buat apa aku disini kalau hanya jadi satpam, yang kerjanya hanya nungguin kamu pulang."
Gea yang mau masuk kemobilnya langsung di gendong Abi masuk lagi kedalam rumah.
Gea meronta meminta Abi menurunkannya.
"Heyyyy... kamu kenapa Ge, Emang salahku sangat fatal ya?," Tanya Abi dengan suara keras, sambil tangannya memegang bahu Gea dan ia menatap ke mata nya Gea, ada bulir air disudut mata Gea, Melihat istrinya mulai menangis, Abi yang tadinya ikut tersulut emosi menjadi melunak dan langsung memeluk istrinya.
Setelah Gea sedikit tenang Abi mengajaknya kekamar, Baru beberapa menit Gea membaringkan tubuhnya di kasur, matanya langsung terasa lelah dan ia pun tertidur dengan lelap.
Abi yang melihat semua kelakuan istrinya malam ini menjadi bertanya-tanya di dalam hati, ia merasa ada yang salah dengan Gea, emosinya seperti tidak bisa dikendalikan dan menit berikutnya tenang kembali lalu tertidur seperti anak kecil.
"Sayang, hari ini anterin aku kerumah Wina ya, udah dari kemarin dia minta aku datang kesana , mumpung kita lagi nggak kerja," Gea menghampiri Abi dan duduk dipangkuannya tak lupa ia mengecup pipi suaminya.
Melihat tingkah Gea pagi ini, Abi pun garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Dia kira kemarahan Gea semalam masih belum reda, ternyata sekarang berubah menjadi manja seperti anak kecil dan ia sama sekali melupakan masalah mereka semalam.
Weekand begini jalanan pada macet, Gea yang duduk di sebelah Abi mulai menggerutu panjang, Mood nya kembali buruk.
Abi tersenyum melihat tingkah istrinya yang makin hari makin terlihat bawel, ternyata setelah menikah Abi banyak menemukan perubahan sikap Gea, tetapi yang Abi tidak habis pikir kenapa perubahannya sangatlah drastis dan terlihat seperti tidak masuk akal.
Kebetulan Deni juga ada dirumah, ia hari ini bebas tugas dan menikmati kebersamaannya bersama keluarga kecilnya.
Abi yang rencananya hanya mengantar Gea, mengurungkan niatnya untuk pulang, ia memilih mengobrol bersama Deni, mereka juga sudah lama tidak bertemu setelah pernikahan kemarin.
"Haaa....Hahahaha..." Deni tertawa terpingkal-pingkal saat mendengar keluhan Abi tentang perubahan sikap Gea yang sangat drastis.
__ADS_1
"Bro, coba lu ajak Gea cek kehamilan deh, Gua kayaknya yakin nih, kalo Gea lagi hamil, masalah nya Bi, cerita lo hampir mirip sama kasus Gua sama Wina," Deni terkekeh lagi, ia ingat kembali saat Wina baru hamil juga seperti Gea.
Abi yang sedikit tidak percaya dengan yang diucapkan Deni , menganggapnya hanya angin lalu, Mungkin Deni bercanda pikirnya.
Hari ini Abi harus kekantor Pusatnya, ada Meeting dengan karyawannya disana , sejak menikah Abi menggunakan jasa supir pribadi, Istrinya lah yang memintanya, Gea tidak ingin Abi kecapekan dan ingin Abi lebih sedikit santai setelah menikah.
"Iya, nggak pa pa Bi, aku juga lagi sibuk di Klinik," Gea menerima panggilan telpon dari suaminya di sela jam istirahatnya. Hari ini ia sangat disibukkan dengan pasiennya, Dokter Anggi tidak bisa masuk karena lagi sakit, terpaksa Gea lah yang menghandle semua tugas di Klinik nya.
"Nggak makan Dok?," Tanya suster Maria.
"Duluan aja sus, aku udah makan buah tadi," Jawab Gea.
Kebiasaan Gea dari dulu, suka melewatkan jam makan siangnya, ia lebih memilih mengganjal perutnya dengan makan buah atau Jus.
"Pasiennya udah di ruangan periksa Dok," Gea langsung ke ruang periksa begitu suster memanggilnya.
Setelah pasiennya keluar Gea yang memang dari tadi merasa sedikit pusing sedikit terhuyung, kakinya terasa lemas tiba-tiba penglihatannya menjadi gelap dan ia jatuh pingsan.
Suster yang panik langsung mencoba menyadarkan Gea.
"Mama..." Suara Gea terdengar pelan. ia melihat sekeliling ruangan dan melihat selang Infus terpasang ditangannya, dia pun menyadari kalau sedang berada di Rumah Sakit.
Mama dan Papanya segera kesini begitu mendapat kabar dari Suster Asistennya Gea.
Setelah di lakukan pemeriksaan menyeluruh Gea dinyatakan Hamil oleh Dokter yang merawatnya, kemungkinan karena hari ini Gea kelelahan dan tidak makan sama sekali hanya menyantap beberapa potong buah, hingga membuatnya jatuh pingsan dimana ia dalam kondisi hamil muda.
Gea menangis saat mendengar kabar kehamilannya.
"Buruan Pak," Abi meminta supirnya menambah kecepatan mobilnya.
Begitu menerima pesan dari orang tuanya Gea, kalau Gea masuk Rumah Sakit, Abi sangat panik, meeting yang harusnya berlangsung sampai sore, ia batalkan.
"Sayang kamu nggak pa pa kan?," Tanya Abi begitu ia sampai di kamar perawatan Gea. Gea tersenyum sambil menatap suaminya.
"Aku nggak pa pa sayang," jawab Gea.
Di ambilnya tangan Abi dan di letakkannya di atas perutnya.
"Ada Abi kecil disini," Ucap Gea sambil meneteskan air matanya.
"Kamu hamil sayang?," Abi bertanya kembali untuk meyakinkan dirinya.
Geapun mengangguk, dan Abi memeluknya, Air matanya menetes, Kebahagiaan yang tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata.
__ADS_1
Keluarga Gea yang melihat mereka menagis bahagia, ikut terharu.